Medan, 4/7 (indonesiaaktual.com) -NVIDIA meningkatkan kapasitas digital mahasiswa di bidang generative Al untuk mendukung transformasi digital sumber daya manusia Indonesia.
“NVIDIA bekerja sama dengan Komputer Medan menggandeng tiga perguruan tinggi terkemuka di Kota Medan, Sumatera Utara, yakni Universitas Prima Indonesia, Institut Bisnis IT&B, dan Universitas Pelita Harapan Medan, untuk berkontribusi dalam pengembangan talenta-talenta unggul yang akan mendukung transformasi digital di Indonesia, “ujar Country Consumer Business Lead Indonesia, NVIDIA, Adrian Lesmono di Medan, Rabu (3/7/2024).
Dengan mengangkat tema NVIDIA mendukung ‘Al Dunia dan Anda’, workshop dilangsungkan di tiga kampus di Kota Medan tersebut. Kegiatan itu diikuti sekitar 1.200 mahasiswa dan dosen.
Kegiatan itu diselingi talkshow dan demo teknologi beserta aplikasi berbasis Al di ekosistem NVIDIA RTX.
NVIDIA, ujar Adrian Lesmono ingin mengenalkan kecerdasan artifisial yang telah merevolusi lanskap dunia komputasi modern.
Personal computer (PC) berperforma canggih dengan kemampuan transformatif untuk implementasi Al menjadi sangat dibutuhkan mendukung produktivitas dan pekerjaan rutin para penggunanya.
Pemanfaatan Al makin berkembang di seluruh dunia, termasuk Indonesia yang terus diimbangi dengan inovasi teknologi baik dari sisi komputasi maupun software.
Pemanfaatan Al secara meluas akan memberikan dampak yang besar bagi setiap elemen kehidupan manusia serta bisnis. Tidak terbatas hanya pada industri gaming dan kreatif saja.
NVIDIA menjadi yang terdepan dalam implementasi Al.
Beberapa milestone pengembangan inovasi NVIDIA guna mendukung implementasi Al dimulai sejak 2006 ketika merilis GPU yang sudah bisa diprogram untuk menjalankan Al.
Kemudian, pada 2012, University of Toronto mengklaim VGA NVIDIA dapat menjalankan machine learning.
Lalu, pada 2018, NVIDIA merilis GeForce RTX 2080 yang menjadi GPU pertama mendukung implementasi Al di PC.
NVIDIA sudah merilis GPU untuk perangkat premium Al PC sejak 2018 dan sudah terpasang di lebih dari 100 juta PC.
“Oleh karena itu NVIDIA sudah tergolong ‘mature’ dibandingkan kompetitor yang baru mulai menggarap segmen premium AI PC, ” katanya.
Premium AI PC memiliki keunggulan signifikan dibandingkan jenis PC lainnya yang mampu memberikan pengalaman pengguna terbaik dalam mengoptimalkan kemampuan Al.
Selain performa kecepatan yang tinggi, premium PC Al juga memiliki dukungan khusus dari penyedia software.
Ketersediaan software untuk pengembangan Al menjadi kunci agar pengguna dapat merasakan manfaat luar biasa Al.
Otomatis, katanya, developer akan
memprioritaskan pengembangan software untuk premium AI PC.
Saat ini, NVIDIA telah mengembangkan lebih dari 500 aplikasi Al untuk PC dan gim yang diakselerasi teknologi NVIDIA RTX.
Dengan 125 aplikasi telah mengadopsi RTX AI Accelerator.
Saat ini, Al dapat digunakan di komputer portable dan desktop, serta cloud dengan tiga pendekatan performa kecepatan, latensi, dan keamanan data privasi.
Untuk implementasi yang lebih optimal, Al harus dapat dijalankan secara hybrid, baik offline maupun online karena tuntutan pekerjaan hari ini tidak mungkin 100 persen secara online.
Otomatis aplikasi Al juga harus dapat diakses secara offline.
Untuk menggunakan Al berbasis cloud seperti ChatGPT membutuhkan server untuk menampung data yang sangat besar.
Kondisi itu akan menyebabkan biaya pemanfaatan Al yang tinggi.
Untuk mendukung penggunaan Al secara hybrid tersebut, NVIDIA merilis inovasi ChatRTX. Sebuah platform chat bot seperti Chat GPT yang dapat dipersonalisasi.
ChatRTX dapat mengolah data pribadi, seperti rekam medis, data pekerjaan, kebiasaan dan konten pribadi user.
Dengan keunggulan tersebut, ChatRTX dapat memproses permintaan user yang rumit dan kompleks.
ChatRTX akan merevolusi penggunaan Al PC, sekaligus meningkatkan produktivitas penggunanya.
Aplikasi ChatRTX menjamin privasi data dari pemilik PC maupun laptop dengan sistem operasi Windows.
Pemanfaatan Al makin meluas di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, yang terus diiringi dengan inovasi teknologi baik dari sisi komputasi maupun software.
“Pengetahuan yang memadai mengenai kecerdasan artifisial perlu dimiliki oleh mahasiswa dan tenaga pendidik di lingkungan perguruan tinggi agar bisa mendukung produktivitas di era digital,” ujar Adrian Lesmono,
Wakil Rektor III Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Dr. Said Rizal, S.H.I., M.Α, mengapresiasi kerja sama antara NVIDIA sebagai pelaku industri dengan perguruan tinggi di Kota Medan, Sumut khususnya UNPRI.
Hal itu menjadi perwujudan skema kolaborasi perguruan tinggi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) untuk menghasilkan talenta-talenta digital yang memiliki kualifikasi industri.
“Kolaborasi DUDI yang diusung Kementerian Pendidikan berhasil diwujudkan pada kerja sama antara NVIDIA sebagai pelaku industri global dengan UNPRI, ” katanya.
Untuk membantu civitas akademika baik mahasiswa maupun para dosen, ujar dia, dibutuhkan kolaborasi dengan pelaku industri agar dunia pendidikan dapat mengikuti perkembangan inovasi teknologi.
“Dengan demikian, UNPRI dapat meng-update diri dan menggunakan kecanggihan teknologi tersebut,” ujar Dr. Said Rizal, S.H.I., Μ.Α.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UNPRI Prof. Ir. Bhakti Alamsyah, MT., Ph.D, mengatakan,
UNPRI harus menjawab status akreditasi unggul yang telah diraih dengan menciptakan inovasi baru dalam kegiatan belajar mengajar bagi mahasiswa.
Salah satunya, katanya adalah melalui kerja sama peningkatan wawasan dan ketrampilan mengenai teknologi kecerdasan artifisial (Al) dengan NVIDIA.
UNPRI telah mewajibkan pemanfaatan teknologi di dalam penyusunan materi perkuliahan di 46 prodi.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UNPRI Prof. Ir. Bhakti Alamsyah, MT., Ph.D mengatakan, sebagai perwakilan dari Fakultas Sains dan Teknologi UNPRI, UNPRI menyampaikan apresiasi kepada NVIDIA yang telah berkolaborasi memperkuat literasi digital di bidang Al bagi mahasiswa.
Teknologi, katanya, sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan di dalam kehidupan sehingga mahasiswa beserta dosen-dosen di UNPRI harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup di bidang teknologi. (lis)










