Medan, 9/7 (indonesiaaktual.com) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (Sumut); mencatatkan kinerja positif pada lini angkutan barang sepanjang paruh pertama tahun ini. “Berdasarkan data, volume angkutan komoditas menggunakan moda kereta api (KA) di wilayah Sumut tumbuh signifikan sebesar 8 pada semester I-2026,” ujar Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo di Medan, Kamis (9/7). Menurut dia, hingga akhir Juni 2026, total komoditas logistik yang berhasil dilayani dan didistribusikan KAI Divre I Sumut mencapai 387.895 ton. Angka itu meningkat dibanding periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebesar 358.584 ton.
Dia menegaskan, tren positif itu didorong oleh optimalnya integrasi infrastruktur perkeretaapian dengan pusat-pusat produksi di wilayah Sumut. “Jalur kereta api di Sumut yang terintegrasi langsung dengan simpul-simpul logistik, seperti pabrik perkebunan kelapa sawit, kawasan ekonomi khusus (KEK), hingga pelabuhan, membuat pergerakan angkutan komoditas dengan kereta api menjadi semakin mudah dan efisien,” ujar Anwar. Peningkatan performa angkutan barang berbasis rel ini juga berjalan beriringan dengan menggeliatnya roda perekonomian dan perdagangan internasional Provinsi Sumut. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut, nilai ekspor daerah itu pada Januari hingga April 2026 mengalami pertumbuhan sebesar 12,13 persen dibanding periode sama tahun lalu. .
Sektor industri , katanya, tercatat menjadi salah satu motor penggerak dengan mencatatkan pertumbuhan ekspor sebesar 14,59 persen. “Dengan pertumbuhan ekspor komoditas yang cukup besar di wilayah Sumut, ini menjadi peluang bagi kereta api untuk terus mengembangkan layanan, khususnya di bidang angkutan logistik, sehingga bisa memenuhi kebutuhan pasar yang juga terus meningkat,”ujarnya. Selain menawarkan keunggulan dari aspek kapasitas atau daya angkut yang besar, pemanfaatan kereta api sebagai urat nadi logistik juga menjadi langkah konkret dalam mendukung agenda global berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Berdasarkan data UK Department of Business, Energy and Industrial Strategy (BEIS), pengiriman barang menggunakan moda kereta api terbukti jauh lebih hijau karena menghasilkan emisi karbon 3,84 kali lebih rendah dibandingkan dengan moda transportasi darat lainnya untuk rute yang sama.
“Kami mengajak para pelaku usaha dan pemilik bisnis di Sumut untuk segera beralih menggunakan moda kereta api dalam mendistribusikan barang dagangannya, ” katanya. Selain menawarkan efisiensi biaya dan ketepatan waktu perjalanan yang lebih dapat diprediksi karena bebas macet, menggunakan kereta api membuktikan. pengguna ikut berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan. (lis)






