Medan, 22/8 (Indonesiaaktual.com) – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Terminal BBM Lhokseumawe menegaskan komitmennya dalam pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
“Komitmen ini salah satunya dibuktikan melalui pelaksanaan program Gampong Berdikari yang bertempat di Gampong Padang Sakti, Muara Satu. Melalui program ini, Pertamina perkuat adaptasi perubahan iklim petambak udang di Lhokseumawe,” ujar Pjs Area Manager Comm, Rel & CSR Sumbagut, Silvani Maiyestuhariani di Aceh, Sabtu (22/8).
Menurut dia, dalam pelaksanaan program Gampong Berdikari, Pertamina diantaranya melaksanakan pelatihan pembuatan probiotik Mikroorganisme Lokal (MOL).
Pelatihan itu merupakan bagian dari strategi penguatan kapasitas petambak udang dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin mempengaruhi keberlanjutan budidaya udang (vaname).
Perubahan pola cuaca yang memicu fluktuasi suhu, salinitas, dan pH air tambak meningkatkan risiko stres, serangan penyakit, hingga kematian udang yang berdampak pada penurunan produktivitas dan pendapatan petambak.
Silvani Maiyestuhariani, mengatakan, melalui pelatihan itu, petambak dibekali keterampilan mengolah limbah buah pasar menjadi probiotik MOL alami yang berfungsi sebagai immunostimulan untuk meningkatkan daya tahan udang terhadap perubahan kualitas lingkungan perairan.
“Probiotik MOL pada program Gampong Berdikari ini merupakan inovasi pertama di Kota Lhokseumawe yang mengoptimalkan limbah buah pasar dan diformulasikan dengan daun murbei sebagai bahan tambahan alami,” ujar Silvani.
Silvani menambahkan program itu sekaligus menerapkan prinsip ekonomi sirkular dengan mengubah limbah organik pasar yang sebelumnya berpotensi menjadi sumber pencemaran menjadi produk bernilai tambah yang mendukung keberlanjutan budidaya perikanan.
“Program ini juga mendukung salah satu program unggulan Pemerintah Kota Lhokseumawe yaitu “Broh Jeut Ke Peng” (sampah jadi uang)”. Melalui pelatihan pembuatan probiotik MOL diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dan mampu mendorong petambak untuk memproduksi probiotik secara mandiri sehingga ketergantungan terhadap produk komersial dapat berkurang,”katanya.
Pertamina berharap penggunaan probiotik alami itu juga bisa menjaga kualitas air tambak, meningkatkan kesehatan udang, serta menekan risiko gagal panen akibat penyakit yang dipicu perubahan kondisi lingkungan.
Melalui Program TJSL Gampong Berdikari, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Terminal BBM Lhokseumawe terus mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal yang mampu menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Program ini berkontribusi terhadap pencapaian SDGs 1 Tanpa Kemiskinan, SDGs 2 Tanpa Kelaparan, SDGs 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDGs 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDGs 13 Penanganan Perubahan Iklim, dan SDGs 14 Ekosistem Laut melalui penguatan ekonomi sirkular, peningkatan ketahanan budidaya perikanan.. Serta pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
“Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai inisiatif sosial yang memberikan dampak positif dan berkelanjutan di wilayah operasionalnya, ” ujar Silvano. (lis)








