Medan, 25/8 (indonesiaaktual.com) – Fahri, sapaan akrab Fahri Musyafa (18) mengaku kaget sendiri dengan tumbuhnya kembali semangat untuk meraih impiannya kuliah di perguruan tinggi Universitas Sumatera Utara (USU) usai Seminar Telkomsel Edupreneur Youth (TEY) yang digelar Telkomsel di sekolahnya SMA Negeri (SMAN) 2 Medan, November 2025.
Padahal dia mengaku, impiannya untuk duduk di bangku kuliah sering ‘”dikuburnya” diam -diam melihat kondisi ekonomi orang tuanya.
Fahri, anak kedua dari dua bersaudara itu paham, ayahnya yang bekerja sebagai ojek online (ojol) dan ibunya yang tidak bekerja sulit mengantar impiannya untuk sampai ke perguruan tinggi di tengah biaya kuliah yang juga terus meningkat.
Abangnya tak melanjutkan sekolah usai tamat SMA.
Dia pun mengaku sempat ogah-ogahan belajar di kelas dan di rumah karena merasa tidak yakin bisa kuliah, apalagi sampai lolos di USU, perguruan tinggi negeri di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) .
Tapi campur tangan Tuhan atas nasibnya tampaknya hadir lewat Telkomsel.
Ikut menjadi salah satu peserta seminar TEY dari Kelas 12 Cemara, Fahri mengaku percaya dirinya tumbuh untuk bisa “menaklukkan” USU, ketika para pembicara dari Telkomsel memaparkan soal tujuan, bagaimana dan siapa yang bisa mendapatkan beasiswa TEY itu.
“Percaya diri itu tumbuh karena di seminar TEY tersebut, para pembicara menekankan bahwa beasiswa bukan hanya sekadar untuk murid berprestasi di atas kertas, tetapi juga bagi siswa yang mau dan punya keinginan maju untuk meraih impian masa depannya seperti lulus perguruan tinggi idaman ” ujar Fahri saat diajak ngobrol soal prestasinya bisa mendapatkan beasiswa TEY dan bahkan masuk USU lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), di rumahnya di Jalan Brigjen Katamso Gang Pemuda 1, Medan, Minggu (23/8).
Di samping ibunya, Siti Nurmaida, Fahri menyebutkan, dari seminar itu satu poin yg membuat dia tertarik dengan beasiswa Telkomsel tersebut.
“TEY bukan seperti beasiswa lain yang harus melampirkan prestasi, hasil tes dan lain-lain. Tetapi mereka mengajak siswa untuk menjadi berani meraih dan mewujudkan impian,” ujar Fahri.
Siswa misalnya diajak menjadi brand ambassador Telkomsel.
Untuk menjadi brand ambassador, diajari bagaimana bisa menjadi percaya diri untuk tampil. Percaya diri untuk berbicara, dan menjual produk.
“Waktu seminar, saya rasanya kok jadi tertantang jadi bisa sukses masuk USU dan termasuk jadi pengusaha.Apalagi dijanjikan dengan perolehan beasiswa kalau berhasil menjadi brand ambassador Telkomsel terbaik selama dalam program beasiswa TEY,” ujar Fahri yang mengaku memiliki hobbi olahraga.
Bubar seminar, Fahri mengaku semangat untuk bisa kuliah di USU muncul.
Fahri mengaku meningkatkan konsentrasi belajarnya di sekolah dan di rumah guna meraih nilai rapor yang bagus sehingga mendapat jalur SNBP ke USU.
Fahri juga serius menjalankan peran sebagai ambassador Telkomsel untuk bisa meraih beasiswa dan menambah nilai prestasi dirinya.
“Angan-angan saya jadi sarjana, bahkan bisa sampai S2, bekerja di BPN (Badan Pertanahan Nasional), lalu bisa membantu kami semua, khususnya bapak, mamak, abang dan saya untuk keluar dari kesulitan ekonomi kembali muncul,”katanya dengan mata berbinar.
Tekadnya pun membulat. “Saya harus bisa jadi ambassador Telkomsel terbaik, dapat beasiswa, lolos SNBP dari sekolah,”katanya.
SNBP merupakan jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia yang menilai calon mahasiswa berdasarkan nilai rapor dan prestasi akademik atau non-akademik tanpa tes tertulis.
# Bersaing Ketat #
Mengetahui saingan untuk mendapatkan beasiswa TEY itu cukup berat dengan banyaknya peserta dari berbagai sekolah di Sumatera Utara dan Aceh, Fahri mengaku benar – benar serius dan fokus jadi ambassador Telkomsel.
Keluarga inti, saudara, tetangga dan temannya di sekolah, lingkungan rumah adalah sasaran Fahri untuk memperkenalkan layanan dan produk Telkomsel.
Menjalankan “misi” Itu selama enam bulan, Fahri mengaku kerap dibantu dan didukung tim TEY, termasuk para guru di SMAN 2 dan keluarganya.
“Kaget untuk kedua kalinya dirasakan.Setelah tumbuh semangat, saya kok bisa jadi pandai berbicara/komunikasi dan berjualan,” katanya sembari tertawa.
Kaget dan merasa deg-degan dirasakan Fahri saat dia dipastikan lagi oleh Tim TEY mau kuliah jurusan apa, guna mendapat bimbingan yang pas.
# Harapan semakin besar #
Fahri merasakan harapan untuk bisa kuliah di USU semakin besar, setelah Tim TEY menyuruh dia mengikuti bimbingan belajar (bimble) di Pahamify UTBK yang biayanya ditanggung Telkomsel.
Merasa impiannya kuliahnya semakin nyata, Fahri mengaku sangat serius mengikuti bimbel, meski secara online.
Kerja keras berbuah manis, Fahri meraih jalur SNBP dan dipastikan meraih beasiswa TEY.
Fahri termasuk satu dari enam siswa yang berhasil meraih beasiswa TEY dari 40 peserta di 38 sekolah di wilayah Sumut dan Aceh yang mengikuti program Beasiswa TEY itu.
Kini, Fahri sedang menikmati kuliah di Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, USU.
Mahasiswa semester 1 itu pun bertekad bisa cepat tamat dengan nilai memuaskan, agar juga bisa menjadi “tiket keberuntungannya” bekerja di BPN, instansi impiannya.
Kalau dulu, cita -citanya pingin jadi proplayer game, maka saat sudah duduk di bangku kuliah, angan-angannya semakin tinggi.
Fahri berangan-angan bisa melanjutkan sekolahnya, S2 dan selanjutnya
Meski dia mengaku ibunya acapkali mengingatkannya jangan berkeiginan banyak dan “setinggi langit” dalam pendidikan, biar jangan terlalu kecewa.
“Fahri bisa kuliah, apalagi di USU, lalu sarjana cepat dan bisa segera bekerja nantinya sudah menjadi berkah luar biasa dan kebanggaan besar bagi keluarga yang hidup seperti inilah,” ujar sang ibu, Siti Nurmaida.
Doa yang tak putus, bapaknya yang berusaha mendapatkan uang untuk mendukung kuliah Fahri, ujar Siti Nurmaida, adalah upaya yang dilakukan.mereka untuk mengantar Fahri mengejar segala impiannya.
Maklum, meski lolos SNBP, Fahri harus membayar uang kuliah tetap (UKT) sebesar Ro2, 2 juta per semester.
“Untung ada beasiswa TEY yang masih bisa nutupin kekurangan uang dari bapak Fahri,” ujar Siti Nurmaida.
# Beasiswa TEY #
General Manager Consumer Business Region Sumbagut Telkomsel, Agung E Setyobudi, mengatakan, beasiswa TEY merupakan wujud nyata komitmen Telkomsel dalam mendukung kemajuan pendidikan serta memotivasi generasi muda untuk terus mengembangkan potensi dan meraih cita-cita yang lebih tinggi.
“Program TEY dirancang untuk memotivasi siswa menggapai impian berkuliah di kampus pilihan dengan berperan menjadi Telkomsel Ambassador selama program berlangsung, ” ujar Agung ketika mengumumkan para pemenang beasiswa itu pada 9Juli 2026 di Graha Merah Putih, Medan.
Agung menjelaskan, kegiatan TEY dimulai dengan sosialisasi ke sekolah, kemudian dilanjutkan tahap seleksi yang melibatkan pihak sekolah dan dinas terkait.
Selanjutnya, peserta yang lolos seleksi mengikuti On Boarding, mencakup pengenalan mini bisnis produk Telkomsel, strategi penjualan, serta penyusunan laporan bulanan.
Setelah itu, seluruh peserta menjalankan aktivitas sebagai Telkomsel Ambassador dengan dukungan bantuan paket internet selama 6 bulan masa program.
Sebagai Telkomsel Ambassador, peserta diajak untuk melakukan promosi dan menjalankan aktivitas wirausaha melalui platform digital sesuai kreativitas masing-masing.
Setiap aktivitas akan menghasilkan poin yang dikonversikan menjadi tabungan pendidikan. Setiap 1 poin bernilai Rp1.000 yang diberikan secara akumulatif pada akhir program TEY dengan syarat peserta berhasil diterima di perguruan tinggi negeri.
Selain berkesempatan memperoleh tabungan pendidikan, peserta juga mendapatkan fasilitas bimbingan belajar dari Pahamify UTBK atau subsidi biaya bagi yang telah mendaftar di lembaga bimbingan belajar lainnya.
“Ke depan, Program TEY akan terus dilaksanakan secara terukur dan berkelanjutan yang diharapkan dapat semakin mendorong semangat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,”ujar Agung yang kala itu didampingi Vice President Consumer Business Area Sumatera Telkomsel Saki H Bramono.
Agung menegaskan, Telkomsel bangga bisa ikut mewujudkan impian generasi muda di bidang pendidikan dan berusaha.
Fahri memang tidak sendiri merasakan berkah TEY dengan kuliah di Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, USU.
Di Sumut, Aceh, lima siswa lainnya menerima beasiswa yang sama.
Ada Syeka Seni Mahirza dari SMK Negeri 1 Meulaboh yang diterima di Program Studi Teknik Industri Universitas Teuku Umar, Nisa Chairani Nasution dari SMAN 3 Langsa di Program Studi Hukum USU.
Kemudian Arion Praditya Tanjung dari SMK Negeri 2 Sibolga yang diterima di Program Studi Teknik Mesin Universitas Lampung, Kezia Aura Nafiza dari SMA Swasta Sultan Agung yang lolos ke Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak Universitas Pendidikan Ganesha
Serta Jevrin Praim Mercy Zega dari SMK Negeri 1 Rantau Utara yang diterima di Program Studi Kearsipan dan Informasi Universitas Airlangga.
Enam siswa yang akhirnya bisa merajut impian untuk kuliah di studi dan kampus impiannya, merupakan wujud nyata komitmen Telkomsel dalam mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia.
Termasuk memotivasi generasi muda untuk terus mengembangkan potensi dan meraih cita-cita yang lebih tinggi untuk menuju Generasi Indonesia Emas 2045.
Telkomsel ingin terus berkontribusi pada visi dan harapan Indonesia, agar pemuda Indonesia pada perayaan 100 tahun kemerdekaan RI tumbuh menjadi sumber daya manusia yang cerdas, sehat, berkarakter, dan berdaya saing global untuk membawa Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi maju di dunia.
Jadi kalimat yang acapkali didengungkan Telkomsel, “Telkomsel Melayani Sepenuh Hati” untuk Indonesia, memang bukan hanya sekadar slogan. (lis)









