Jumat, Oktober 2, 2026
No Result
View All Result
INDONESIAAKTUAL
  • Beranda
  • Agribisnis
  • Bisnis
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Perbankan
  • Politik
  • Review
  • Sosok
  • Transportasi
  • Beranda
  • Agribisnis
  • Bisnis
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Perbankan
  • Politik
  • Review
  • Sosok
  • Transportasi
No Result
View All Result
Indonesiaaktual.com

Menyambung Ruang Jelajah Gajah Sumatera

Admin by Admin
2 Oktober 2026
in Peristiwa
0
Menyambung Ruang Jelajah Gajah Sumatera

Takengon, Aceh, 2/10 (indonesiaaktual.com) -Terputusnya kawasan hutan dan menyempitnya ruang jelajah menjadi salah satu tantangan dalam mempertahankan populasi Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Aceh.
Fragmentasi habitat akibat pembangunan, penguasaan dan pemanfaatan lahan, serta aktivitas manusia itu membuat jalur pergerakan satwa semakin terbatas dan berpotensi meningkatkan interaksi negatif antara manusia dan gajah.
Hal tersebut mengemuka saat pertemuan kickoff meeting bertajuk “Membangun Komitmen Multipihak untuk Koeksistensi Berkelanjutan antara Manusia dan Gajah Sumatera di Lanskap Peusangan-Cot Girek di Aula Gayo Belangi Resort, Takengon, Aceh, Kamis (1/9).

Empat organisasi masyarakat sipil—Bytra, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh, Green Justice Indonesia (GJI), dan Lembaga Ikatan Pemuda Gayo Antara (LIPGA) membentuk Konsorsium POCUT.
Konsorsium itu berfokus pada upaya membangun koeksistensi manusia dan gajah melalui pemulihan konektivitas habitat di Lanskap Peusangan-Cot Girek, yang mencakup wilayah Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Aceh Utara.

Related posts

Realisasi Rehabilitasi Pascabencana Medan Terus Meningkat

Realisasi Rehabilitasi Pascabencana Medan Terus Meningkat

2 Oktober 2026
Penanganan Banjir Jadi Prioritas, Rico Waas Beri Atensi Khusus U-Ditch di Indra Kasih Tembung Medan

Penanganan Banjir Jadi Prioritas, Rico Waas Beri Atensi Khusus U-Ditch di Indra Kasih Tembung Medan

30 September 2026

Direktur Konsorsium POCUT, Muhady, mengatakan penyambungan kembali ruang jelajah gajah merupakan bagian penting dari upaya mempertahankan populasi satwa tersebut sekaligus mengurangi potensi konflik dengan masyarakat.
Menurut Muhady, gajah membutuhkan kawasan yang luas dan saling terhubung untuk memenuhi kebutuhan ekologisnya, mulai dari mencari makanan dan air hingga berkembang biak.
“Fragmentasi hutan mengakibatkan jalur jelajah alami gajah terputus,” ujarnya.

Persoalan tersebut menjadi semakin kompleks ketika ruang hidup gajah beririsan dengan ruang aktivitas masyarakat.
Gajah yang keluar dari habitatnya dapat memasuki kebun, permukiman, maupun kawasan yang telah dimanfaatkan masyarakat sehingga memicu kerugian dan interaksi negatif.

Direktur Walhi Aceh, Ahmad Shalihin mengatakan, dengan dukungan Tropical Forest Conservation Action for Sumatra (TFCA-Sumatra).
Konsorsium POCUT akan menjalankan program selama dua tahun untuk membangun model perlindungan gajah yang menggabungkan kepentingan konservasi dan penghidupan masyarakat.

Ada empat fokus intervensi yang disiapkan. Pertama, mendorong kebijakan pengelolaan koridor POCUT.
Kedua, mendorong penetapan feeding zone atau kawasan pakan melalui skema perhutanan sosial dan pembentukan Community Conservation Area (CCA) di kawasan areal penggunaan lain (APL).
Ketiga, mengembangkan agroforestri sebagai bagian dari koridor satwa sekaligus kawasan pakan di koridor Peusangan-Cot Girek. Keempat, mendorong usulan perhutanan sosial di lanskap POCUT sebagai salah satu alternatif peningkatan ekonomi masyarakat.
“Pengembangan ekonomi menjadi salah satu alat konservasi,”ujar Ahmad.

Menurut dia, pelaksanaan program akan menggunakan pendekatan lanskap yang memadukan penguatan kebijakan, pengembangan ekonomi masyarakat, kemitraan strategis, penggunaan sains, dan partisipasi masyarakat.
Oleh karena itu, katanya, keberhasilan upaya tersebut tidak hanya bergantung pada organisasi konservasi.
Pemerintah, masyarakat, akademisi, pemegang izin, dan berbagai pihak lain, ujar dia, perlu terlibat dalam pengelolaan ruang yang menjadi habitat maupun jalur pergerakan gajah.

#Menghubungkan Habitat yang Terputus#

Prof Dr. Abdullah, MSi. dari Pusat Riset Konservasi Gajah dan Biodiversitas Hutan Universitas Syiah Kuala mengatakan, penting mengubah cara pandang dalam menangani persoalan gajah dan manusia.
Menurut dia, keeksistensi membutuhkan pengaturan ruang yang memungkinkan manusia dan gajah tetap hidup dengan mengurangi risiko interaksi negatif.
Konsep berbagi ruang, pengurangan risiko, dan perlindungan habitat menjadi bagian penting dalam pendekatan tersebut.
Dia juga menjelaskan pentingnya koridor gajah untuk menghubungkan kembali core area atau kawasan inti yang terpisah.
Koridor tersebut menjadi ruang yang memungkinkan gajah berpindah dari satu kawasan habitat ke kawasan lainnya sesuai kebutuhan ekologisnya.
Dengan demikian, konservasi gajah tidak cukup hanya dengan menjaga kawasan inti.
Konektivitas antarkawasan juga perlu dipertahankan agar habitat tidak berubah menjadi pulau-pulau yang terisolasi.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Aceh, T Irmansyah, mengatakan pemerintah telah memiliki landasan kebijakan baru dalam penanganan Gajah Sumatera.
Ia merujuk pada Instruksi Presiden RI Nomor 8 Tahun 2026 tentang Penyelamatan Populasi dan Habitat Gajah Sumatera dan Gajah Kalimantan sebagai dasar bagi berbagai pihak untuk terlibat dalam penyelamatan habitat dan populasi gajah.
Pihaknya mencatat sejumlah kantong habitat gajah dengan estimasi populasi yang berbeda. Data yang dipaparkan dalam pertemuan tersebut mencakup Ulu Masen Utara dengan sekitar 268–316 individu, Woyla Timur-Sungai Mas-Pante Ceureumen-Beutong sekitar 35–40 individu, serta Alue Buloh-Cot Girek-Geureudong-Paya Bakong sekitar 40–60 individu.
Selain itu terdapat kantong habitat Jambo Aye-Langkahan-Samarkilang-Lokop-Pinding-Kappi-Langkat dengan sekitar 35–50 individu, serta Kluet-Trumon-Bengkung-Subulussalam-Sultan Daulat sekitar 132–142 individu.

Angka tersebut menunjukkan bahwa Aceh memiliki sejumlah kantong populasi gajah yang membutuhkan perlindungan habitat dan konektivitas antarkawasan.
Di Lanskap Peusangan-Cot Girek sendiri, upaya konservasi juga telah dilakukan melalui Konsorsium PECI (Peusangan Elephant Conservation Initiative).
Program itu diarahkan pada stabilitas habitat inti pada fase pertama, kemudian dilanjutkan dengan konektivitas lanskap dan ekspansi pada fase kedua.
Cakupan intervensi PECI disebut mencapai sekitar 20.000 hektare yang diarahkan sebagai zona aman utama bagi gajah.
Penyambungan kembali ruang jelajah bukan sekadar agenda konservasi satwa. Pengelolaan lanskap juga perlu memastikan masyarakat yang hidup di sekitar habitat memperoleh pilihan penghidupan yang dapat berjalan berdampingan dengan upaya perlindungan gajah.
“Dengan pendekatan tersebut, koridor gajah tidak hanya dipandang sebagai jalur perpindahan satwa, tetapi sebagai bagian dari lanskap yang membutuhkan kesepakatan multipihak mengenai bagaimana ruang digunakan dan dikelola,” ujarnya.     (lis)

Previous Post

Realisasi Rehabilitasi Pascabencana Medan Terus Meningkat

Next Post

PGN Salurkan 149 Tabung Oksigen, Dukung Pemulihan Layanan Kesehatan di Sumatera Utara dan Aceh

Admin

Admin

Next Post
PGN Salurkan 149 Tabung Oksigen, Dukung Pemulihan Layanan Kesehatan di Sumatera Utara dan Aceh

PGN Salurkan 149 Tabung Oksigen, Dukung Pemulihan Layanan Kesehatan di Sumatera Utara dan Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News

PGN Salurkan 149 Tabung Oksigen, Dukung Pemulihan Layanan Kesehatan di Sumatera Utara dan Aceh

PGN Salurkan 149 Tabung Oksigen, Dukung Pemulihan Layanan Kesehatan di Sumatera Utara dan Aceh

2 Oktober 2026
Menyambung Ruang Jelajah Gajah Sumatera

Menyambung Ruang Jelajah Gajah Sumatera

2 Oktober 2026
Realisasi Rehabilitasi Pascabencana Medan Terus Meningkat

Realisasi Rehabilitasi Pascabencana Medan Terus Meningkat

2 Oktober 2026
Kasus Influenza A Meningkat di Medan, Dinkes Medan Perkuat Kesiapsiagaan Puskesmas dan Rumah Sakit

Kasus Influenza A Meningkat di Medan, Dinkes Medan Perkuat Kesiapsiagaan Puskesmas dan Rumah Sakit

2 Oktober 2026

Arsip

  • Oktober 2026
  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Juni 2021
  • Maret 2021
  • Februari 2021
  • Desember 2020
  • Oktober 2020
  • September 2020
  • Juli 2020
  • Juni 2020
  • April 2020
  • Maret 2020
  • Februari 2020
  • Januari 2020
  • Desember 2019
  • September 2019
  • Agustus 2019
  • Juli 2019
  • Juni 2019

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Follow Us

Browse by Category

  • Agribisnis
  • Apps
  • Award
  • Bisnis
  • Business
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Health
  • Hukum
  • Lifestyle
  • Mobile
  • Movie
  • Music
  • News
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Perbankan
  • Peristiwa
  • Politics
  • Politik
  • Review
  • Science
  • Sosok
  • Sports
  • Startup
  • Tech
  • Transportasi
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Recent News

PGN Salurkan 149 Tabung Oksigen, Dukung Pemulihan Layanan Kesehatan di Sumatera Utara dan Aceh

PGN Salurkan 149 Tabung Oksigen, Dukung Pemulihan Layanan Kesehatan di Sumatera Utara dan Aceh

2 Oktober 2026
Menyambung Ruang Jelajah Gajah Sumatera

Menyambung Ruang Jelajah Gajah Sumatera

2 Oktober 2026
  • Ketentuan Pengguna
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.