Deliserdang, Sumut, 29/10 (indonesiaaktual.com) – Sumatera Utara (Sumut), Kamis, 29 Oktober 2026 melepas ekspor berbagai komoditas unggulan senilai Rp258,9 miliar ke berbagai negara.
Komoditas yang di ekspor mulai dari sarang burung walet, hasil perikanan, kopi, pinang, pala dan berbagai produk pertanian lainnya.
Ekspor Sarang Burung Walet , misalnya senilai Rp11,22 miliar dengan volume 625,94 kg .
Kepiting Bakau senilai Rp745 juta sebanyak 18.400 ekor atau 4.600 kg dengan tujuan China.
Sementara berbagai komoditas tumbuhan, seperti kopi, pinang, buah pala, bunga, dan lainnya senilai Rp247 miliar dengan volume mencapai 9.552.899,36 kg dikirim ke 16 negara.
Mewakili Gubernur Sumut Bobby Nasution, Timur Tumanggor mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut terus berupaya mendorong peningkatan berbagai sektor yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Salah satunya melalui penguatan ekspor berbagai komoditas unggulan daerah.
“Hari ini sangat besar nilai ekspornya, baik itu dari sarang walet, perikanan, kopi, pinang dan lainnya. Bukan hanya sekadar nilainya atau jumlahnya yang besar, melainkan juga bahwa Sumut mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Timur.
Menurut Timur, peningkatan ekspor sejalan dengan harapan Gubernur Bobby Nasution untuk memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing Sumut.
Hal tersebut juga menjadi perhatian dalam pertemuan bersama kepala daerah dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand beberapa waktu lalu, mengingat Sumut memiliki posisi strategis sebagai salah satu barometer perekonomian di Pulau Sumatera.
Oleh karena itu, ujar Timur, Pemprov Sumut berharap aktivitas ekspor-impor di Sumut terus didukung kepastian hukum dan harga, selain pemenuhan kualitas serta standar mutu komoditas. Dengan demikian, kepercayaan negara lain terhadap produk Indonesia, khususnya yang berasal dari Sumut, akan semakin meningkat.
Peningkatan kepercayaan tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan nilai ekspor setiap tahunnya.
Hal itu juga perlu berjalan seiring dengan peningkatan produksi berbagai komoditas unggulan di Sumut.
Sementara itu, Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengapresiasi besarnya nilai ekspor berbagai komoditas perikanan dan pertanian dari Sumut.
Menurut dia, nilai ekspor Rp258,9 miliar merupakan angka yang sangat besar dan menunjukkan kuatnya potensi komoditas Sumut di pasar internasional.
“Tentu Badan Karantina Indonesia sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini, karena membantu bagi pertumbuhan ekonomi, sekaligus juga pendapatan masyarakat serta pendapatan daerah,” ujar Karding didampingi Kepala Balai Karantina Sumut Andi Yusmanto.
Terkait peran Barantin, Karding mengatakan pihaknya terus mendorong agar pemeriksaan barang dan komoditas berlangsung cepat, dengan pelayanan yang baik serta biaya terjangkau.
Langkah tersebut menjadi perhatian Barantin agar proses karantina tidak menjadi hambatan atau “bottleneck” dalam kegiatan ekspor-impor.
“Saya contohkan, jika ada perusahaan ditolak di luar negeri, tugas kami membantu perusahaan itu agar bisa sesuai standar auditor di negara tersebut,”katanya.
Namun jika dua-tiga kali tidak juga berubah, maka Barantin yang mengambil tindakan, karena jika tidak, dapat merusak kepercayaan dunia internasional.
“Karena itu tugas kita adalah melindungi, menjaga, memastikan dengan teliti, cepat, mudah, tidak berbelit dan yang pasti biayanya harus murah,” ujar Karding.
Selain itu, Karding menyebutkan Barantin terus mendorong keberadaan Klinik Karantina untuk membantu pengusaha pemula dan pelaku UMKM yang ingin menembus pasar internasional.
Melalui Klinik Karantina, pelaku usaha mendapat pendampingan, bimbingan, dan pelatihan terkait berbagai standar yang dibutuhkan dalam perdagangan internasional, mulai dari aspek keamanan, kesehatan hingga mutu produk.
Begitu juga, katanya, dengan pengurusan dokumen karantina, Klinik Karantina membantu, sambil memberitahukan informasi tentang produk yang diinginkan oleh negara tertentu, hingga siapa calon pembelinya.
“Ini yang sedang kita masifkan. Sekali lagi kami mengapresiasi ekspor komoditi di Sumut.Secara tidak langsung, ini akan meningkatkan peluang kerja juga hingga kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (lis)








