Medan, 16/2 (indonesiaaktual.com) –
Workshop bertajuk “Membangun Narasi Berimbang Media Kelapa Sawit di Wilayah Terdampak Berbasis Mitigasi” yang digelar Sawitsetara.co dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumatera Utara di Medan, 15-17 Februari 2026 berlangsung sukses dengan berbagai rekomendasi.
Salah satu rekomendasi paling penting adalah pentingnya meningkatkan peran media dalam membangun narasi yang objektif, berimbang, dan konstruktif terkait industri kelapa sawit.
Sebelumnya, dalam sambutan saat membuka workshop itu di Hotel Grand Central Medan, Senin (16/2/2026) dengan pemateri dari berbagai institusi termasuk praktisi dari media massa, Pimpinan Umum Sawitsetara.co, Dr. Eko Jaya Siallagan, mengakui pentingnya peran media dalam membangun narasi yang objektif, berimbang, dan konstruktif terkait industri kelapa sawit.
“Di tengah masih banyaknya permasalahan sektor persawitan, media memiliki posisi penting dalam membentuk persepsi publik,” ujar Eko Jaya Siallagan di workshop itu yang dihadiri perwakilan perusahaan, organisasi petani, serta pemangku kepentingan lainnya seperti mahasiswa dan dosen serta jurnalis.
Eko menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPDP dan Apkasindo Sumut yang memberi dukungan penuh dan kolaborasi yang baik sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan lancar.
Dia menegaskan, kegiatan workshop dimaksudkan sebagai upaya strategis untuk memperkuat pemahaman dan peran media dalam menyampaikan informasi mengenai industri kelapa sawit secara objektif dan bertanggung jawab.
“Di tengah berbagai dinamika dan tantangan yang dihadapi sektor sawit, media memiliki posisi penting dalam membentuk persepsi publik, yang tentunya ke arah positif,” ujarnya.
Dia menyebutkan, workshop menjadi ruang dialog dan pembelajaran bersama antara media, pemangku kepentingan, dan pelaku industri.
“Kita ingin memperluas sudut pandang dalam melihat dinamika, tantangan, serta transformasi yang terus berlangsung di sektor kelapa sawit,” ujar Dr Eko.
Dia menekankan bahwa narasi publik tentang kelapa sawit perlu ditempatkan dalam konteks yang utuh. Tidak hanya menyoroti persoalan, tetapi juga mengangkat upaya mitigasi, praktik keberlanjutan, serta berbagai perbaikan tata kelola yang terus dilakukan industri.
Melalui pendekatan berbasis mitigasi dan keberlanjutan, lanjutnya, informasi yang disampaikan kepada masyarakat diharapkan tidak sekadar informatif, melainkan juga mampu membangun kesadaran, kepercayaan, dan pemahaman yang lebih seimbang.
Dalam paparannya, Dr. Eko juga memaparkan sejumlah tujuan utama dari kegiatan tersebut. Pertama, mendorong terbentuknya narasi media yang lebih berimbang, faktual, dan konstruktif terkait industri kelapa sawit, khususnya di wilayah Sumatera.
Kedua, meningkatkan pemahaman media terhadap berbagai upaya mitigasi, tata kelola berkelanjutan, serta praktik-praktik baik yang telah diterapkan.
Ketiga, memperkuat peran media sebagai mitra strategis dalam membangun opini publik yang edukatif, solutif, dan bertanggung jawab. Keempat, menjembatani komunikasi antara pelaku industri, pemangku kepentingan, dan masyarakat guna memperkecil kesenjangan informasi serta membangun kepercayaan publik.
“Media bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga mitra strategis dalam membangun opini yang sehat dan berbasis data. Dengan komunikasi yang terbuka dan berimbang, kita dapat memperkecil kesenjangan informasi yang selama ini memicu kesalahpahaman,”ujarnya
Kegiatan itu diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara media dan industri demi pembangunan sektor kelapa sawit yang lebih transparan dan berkelanjutan.
Dia berharap melalui kegiatan itu dapat tercipta persepsi publik yang lebih positif dan objektif terhadap industri kelapa sawit sebagai sektor strategis yang terus bertransformasi dan berkomitmen terhadap prinsip keberlanjutan.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Apkasindo Sumatera Utara, Ir Gus Dalhari Harahap, berharap pelaksanaan workshop bertajuk “Membangun Narasi Berimbang Media Kelapa Sawit di Wilayah Terdampak Berbasis Mitigasi” itu menumbuhkan persepsi positif untuk sektor persawitan Indonesia.
Menurut dia, kegiatan yang menghadirkan jurnalis, pemangku kepentingan, serta pelaku industri tersebut menjadi momentum penting untuk meluruskan berbagai persepsi yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya terkait isu lingkungan dan bencana alam yang kerap dikaitkan dengan perkebunan kelapa sawit.
“Melalui forum ini, media termasuk Sawitsetara.co dapat ikut menyuarakan informasi yang faktual dan berimbang, terutama dalam menyikapi isu banjir yang belakangan terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara,” ujarnya.
Apkasindo, ujar Gus Dalhari berharap kegiatan itu ada tindak lanjut yang nyata.
“Media dapat ikut menyuarakan bahwa sawit bukan penyebab banjir. Bencana yang terjadi lebih disebabkan oleh faktor alam, seperti curah hujan yang tinggi dan berlangsung lama, dan itu memang fakta” katanya.
Dia berharap, media harus menyiarkan berita berdasarkan fakta yang sebenarnya dan perlu konfirmasi.
“Sawit adalah tanaman yang bukan saja mensejahterakan petani, tetapi memberi sumbangsih besar dalam pergerakan ekonomi nasional. Kampanye negatif sawit sudah seharusnya tidak ada lagi,”katanya.(lis)







