Medan, 24/4 (indonesiaaktual.com) – Hutama Karya menargetkan bisa menuntaskan penanaman 17.000 pohon di koridor Jalan Tol Trans-Sumatera pada tahun 2026 ini.
“Penanaman pohon dilakukan dalam rangka memperingati HUT (Hari Ulang Tahun) ke-65 Hutama Karya yang bertema “The New Horizon” dan sekaligus peringatan Hari Bumi 22 April 2026,”ujar Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan di Sumut, Jumat (24/4/2026).
Dia mengatakan itu pada kegiatan aksi penanaman pohon secara serentak di seluruh ruas Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) yang dikelola Hutama Karya dengan seremoni yang dilaksanakan di Rest Area KM 41 Jalur B Tol Binjai–Langsa.
Pada seremoni itu dilakukan penanaman pohon oleh Iwan Hermawan bersama jajaran manajemen Hutama Karya dan pemangku kepentingan lainnya.
Kegiatan itu sekaligus menjadi kick-off program penanaman 17.000 pohon dari 18 jenis tanaman di 11 ruas tol sepanjang tahun 2026.
“Aksi ini sejalan dengan arahan Kementerian Lingkungan Hidup yang pada tahun 2025 mengajak seluruh pengelola jalan tol di Indonesia untuk menghijaukan koridor dan mengendalikan emisi di kawasan jalan tol,” ujar Iwan.
Sebagai pengelola JTTS, koridor jalan tol sepanjang 2.700 km yang merupakan salah satu yang terpanjang di Asia Tenggara, Hutama Karya menjadikan penghijauan sebagai bagian dari tanggung jawab pengelolaan infrastruktur.
“Di usia ke 65, Hutama Karya ingin menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur dan tanggung jawab lingkungan bukan hal yang bertentangan. Tema ‘The New Horizon’ bagi kami salah satu wujudnya adalah komitmen nyata terhadap penghijauan di koridor JTTS,” ujar Iwan Hermawan.
Dia menegaskan, program penghijauan di Ruang Milik Jalan (Rumija) JTTS bukan kegiatan baru atau karena ada bencana.
Hutama Karya, ujar dia, telah menjalankan penanaman pohon secara bertahap sejak beberapa tahun terakhir, seiring dengan beroperasinya ruas-ruas tol baru di Sumatera.
Dia menjelaskan, hingga saat ini, sekitar 98.000 pohon sudah tumbuh di sepanjang koridor JTTS.
Pohon yang ditanam dipilih berdasarkan kesesuaian dengan ekologi kawasan setempat, dan berfungsi tidak hanya sebagai penghijauan tetapi juga untuk menjaga kualitas udara, meredam kebisingan, mencegah erosi tanah, serta meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Jalan Bebas Hambatan BBPJN Sumut Sriono, Kepala Satuan PJR AKBP Dhery Fajariandono, dan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Langkat Arie Ramadhany sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penghijauan di koridor Jalan Tol Trans Sumatra.
//Langkah Awal: Mengukur Dampak Lingkungan//
Iwan menyebutkan, Hutama Karya melakukan pengukuran potensi serapan karbon dari vegetasi yang ditanam di koridor JTTS. Menggunakan pendekatan perhitungan berbasis IPCC, 17.000 pohon yang ditanam pada tahun 2026 diproyeksikan mampu menyerap sekitar 9.930 ton CO2e secara kumulatif hingga tahun 2050.
Angka-angka itu belum pernah dipublikasikan sebelumnya, dan untuk pertama kalinya, kontribusi ekologis nyata diukur dengan metode sains dapat dibagikan kepada publik. “Yang penting bagi kami adalah mulai mengukur. Apa yang bisa diukur, bisa dikelola dan ditingkatkan. Ini baru awal, dan angka ini akan terus bertambah seiring berjalannya operasional JTTS,”ujar Iwan.
//Penghijauan sebagai Bagian dari Pengelolaan Infrastruktur Jalan Tol//
Dengan puluhan ribu pohon yang kini tumbuh di sepanjang Rumija, Hutama Karya memandang penghijauan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan infrastruktur jalan tol. Inisiatif itu bukan sekadar program tambahan, melainkan salah satu komponen penting dalam operasional jalan tol yang berkelanjutan. Koridor JTTS tidak hanya berfungsi sebagai jalur konektivitas ekonomi di Sumatra, tetapi juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekologis bagi kawasan yang dilaluinya.
Ke depan, Hutama Karya akan terus memperluas cakupan penghijauan seiring dengan pertumbuhan jaringan JTTS serta mempublikasikan perkembangan data dampak lingkungan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik.
Program Hutama Karya ReGreen merupakan bagian dari rangkaian Hutama Karya Peduli, yaitu program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dirancang untuk menciptakan nilai bersama.
Tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan.
Selain ReGreen, program itu juga mencakup Hutama Karya Mengajar, Hutama Karya EduInfra, Hutama Karya WASHInfra, serta Bazaar UMKM.
Dalam kegiatan itu, Iwan yang antara lain didampingi Pelaksana Harian (Plh) Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani menyempatkan menyapa jajaran Hutama Karya bagian tengah yang juga melakukan aksi penanaman pohan.
Dalam dialog “Direksi Menyapa” itu, Iwan mengingatkan agar tanaman yang ditanam disesuaikan dengan kondisi lahan, kemudian terus merawat tanaman tersebut sehingga tumbuh subur sehingga berfungsi secara baik untuk penghijauan.
“Menghijaukan dengan mengacu pada kearifan lokal memang diperlukan untuk benar-benar menjaga lingkungan, ” ujar Iwan. (lis)








