Medan, 5/4 (indonesiaaktual.com) – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menekankan pentingnya peran Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan.
“Kehadiran kantor perwakilan LPS di Medan dapat semakin mendekatkan layanan kepada masyarakat, sehingga nasabah merasa aman menyimpan uang di bank,”ujarnya saat menghadiri pengukuhan Kepala Kantor LPS I Medan di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Sumut di Medan, Senin (4/5/2026).
Kepala Kantor Perwakilan (KPW) LPS I Medan yang baru dikukuhkan adalah Jimmy Ardianto..
Menurut dia, tugas LPS bukan hanya soal teknis penjaminan saat ada bank yang tidak sanggup lagi beroperasi.
Tetapi bagaimana memperkenalkan diri melalui program-program yang edukatif. “Masyarakat harus tahu bahwa uang mereka aman karena ada LPS yang menjamin,” ujar Bobby Nasution.
Bobby juga menegaskan bahwa menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan di Sumut tidak dapat dilakukan secara sendiri.
Diperlukan kolaborasi antara LPS dengan 33 kabupaten/kota, serta berbagai instansi terkait, dengan pendekatan yang memperhatikan kearifan lokal di masing-masing daerah.
Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution mengatakan, kepercayaan masyarakat merupakan fondasi utama industri keuangan.
Dia mengibaratkan likuiditas sebagai darah, sementara kepercayaan adalah jantung yang memompanya.
“LPS hadir lebih dekat dan aktif membangun kepercayaan masyarakat,” ujarnya. Dia menuturkan, secara nasional, 99,9% rekening perbankan atau sekitar 677 juta rekening telah terlindungi oleh LPS.
Di Sumut sendiri, cakupannya juga mencapai 99,9% dari total 28,78 juta rekening.
Farid juga memaparkan peran strategis Sumut dalam perekonomian nasional.
Pada tahun 2025, kontribusi ekonomi Sumut terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 5,19%, tertinggi di Pulau Sumatera.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di Sumut hingga Februari 2026 tercatat sebesar Rp340,68 triliun.
Farid berpesan kepada Kepala Kantor Perwakilan (KPW) LPS I Medan yang baru dikukuhkan, Jimmy Ardianto, agar menjadikan sinergi sebagai landasan utama kerja.
Dia menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan sektor perbankan.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait syarat penjaminan simpanan, memahami dinamika wilayah Sumatera yang luas, serta menjaga standar pelayanan di tengah perkembangan era digital yang semakin cepat. (lis)








