Sabtu, September 19, 2026
No Result
View All Result
INDONESIAAKTUAL
  • Beranda
  • Agribisnis
  • Bisnis
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Perbankan
  • Politik
  • Review
  • Sosok
  • Transportasi
  • Beranda
  • Agribisnis
  • Bisnis
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Perbankan
  • Politik
  • Review
  • Sosok
  • Transportasi
No Result
View All Result
Indonesiaaktual.com

Film “Perang Kota”: Sajikan Cinta, Perjuangan, dan Pengkhianatan Tayang 30 April 2025

Admin by Admin
4 Mei 2025
in Movie
0
Film “Perang Kota”: Sajikan Cinta, Perjuangan, dan Pengkhianatan Tayang 30 April 2025

Medan, 3/5 (indonesiaaktualalui) – Flm “Perang Kota” karya terbaru dari penulis dan sutradara peraih 2 Piala Citra untuk Sutradara Terbaik FFI Sebuah karya terbaru dari penulis dan sutradara Mouly Surya mulai tayang 30 April 2024.

“Film itu bercerita tentang cinta segitiga (Isa, Fatimah, dan Hazil ) di tengah kekacauan perang di Kota Jakarta, ” ujar penulis dan sutradara “Perang Kota” Mouly Surya di Medan, Minggu (3/5/2025).

Related posts

Tayang di Bioskop Mulai 3 September, Baby Udon Bawa Pesan tentang Bagaimana Seseorang Memandang Perjalanan Hidup dan Berbagai Persoalan

Tayang di Bioskop Mulai 3 September, Baby Udon Bawa Pesan tentang Bagaimana Seseorang Memandang Perjalanan Hidup dan Berbagai Persoalan

23 Agustus 2026
Teaser Poster Bapakmu Kiper Resmi Dirilis, Tayang di Bioskop Mulai 3 September 2026

Teaser Poster Bapakmu Kiper Resmi Dirilis, Tayang di Bioskop Mulai 3 September 2026

2 Juli 2026

Film persembahan Cinesurya, Starvision, dan Kaninga Pictures dari adaptasi “Jalan Tak Ada Ujung” karya Mochtar Lubis itu menghadirkan kisah cinta segitiga di tengah kekacauan perang di Kota Jakarta pada tahun 1946.

Mempertaruhkan cinta dan perjuangan yang diselimuti pengkhianatan, Mouly Surya akan membawa penonton ke mesin waktu saat Jakarta kembali diinvasi oleh Belanda pada 1946, di tengah kekacauan kota yang mulai ditinggalkan oleh warga dan pemimpinnya.

Ada perjuangan gerilya dari para anak muda yang mempertaruhkan nyawa dan harga dirinya agar bangsa Indonesia yang baru saja merdeka tidak lagi jatuh ke tangan penjajah.

“Perang Kota” menyajikan interpretasi kontemporer untuk memaknai nuansa vintage Jakarta dengan lanskap bangunan tuanya, namun dipenuhi oleh karakter-karakter yang dinamis dengan gaya busananya yang modis.

Jakarta era ’40-an ditampilkan dengan kontras penuh warna dan kota yang muram, menunjukkan suasana kota yang penuh gejolak di tengah peperangan.

Setahun setelah Indonesia merdeka, Jakarta menjadi medan perang antara pejuang kemerdekaan dan tentara Sekutu yang ditunggangi Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia.

Razia, penangkapan, penembakan, hingga bakar-bakaran.

Situasi begitu mencekam, sampai-sampai ibukota pindah darurat ke Yogyakarta.

Perang terjadi di tengah kota.

Pertempuran kecil di mana-mana jadi pemandangan sehari-hari.

Banyak keluarga kehilangan anggota keluarga mereka, sementara hidup harus tetap berjalan.

Ekonomi hancur, bahan makanan susah didapat, harga melambung tinggi.

Di tengah semua itu, Isa (Chicco Jerikho) berjuang untuk keseharian di kota yang terus berperang, Fatimah (Ariel Tatum) bertahan dari perang batinnya, dan Hazil (Jerome Kurnia) bersikeras dengan semangat perjuangannya.

Ketiga karakter utama itu menampilkan intrik yang tidak hanya berkelindan di antara kekacauan kota, namun juga batin yang berkecamuk.

Fatimah mendamba kehangatan dari Isa, sementara Isa yang terkena dampak trauma, tidak bisa memberikan kepuasan batin bagi istrinya.

Sementara Hazil, pemuda yang tengah bergairah menjadi pelampiasan hasrat Fatimah.

Mouly Surya meramu intrik cinta segitiga dengan perjuangan dan pengkhianatan dengan lugas namun tetap luwes.

Pergerakan kamera dari sinematografer peraih empat nominasi Sinematografi Terbaik FFI Roy Lolang juga membawa visual konflik batin dan perang menjadi sebuah film periodik yang memberikan interpretasi segar.

Dengan menggunakan rasio aspek 4:3 yang berfungsi sebagai perangkat estetika sekaligus naratif menambah kesan klasik dan bentuk yang hampir persegi menciptakan suasana intim dan fokus pada karakter.

“Ide dasar dari film “Perang Kota” adalah saya ingin menunjukkan kehidupan orang-orang yang berada dalam masa peperangan, dalam konteks di suatu kota yang tengah berada di bawah tekanan,”katanya.

Dengan memberikan banyak warna, ada cinta hingga banyak gejolak yang terjadi.

Gaya 1946 juga ditampilkan dengan mendesain kota Jakarta yang banyak memiliki gang-gang sempit.

Itu menjadi seperti metafora, bahwa guerilla fighting itu ada di Indonesia.

“Pertarungan dan peperangan tak terjadi di jalan-jalan besar, tetapi lewat jalan-jalan kecil,” uja Mouly Surya.

//Produksi Berkelas dari Ko-Produksi Internasional//

Film “Perang Kota” dibintangi oleh Chicco Jerikho, Ariel Tatum, Jerome Kurerom ,Rukman Rosadi, Imelda Therinne, Faiz Vishal, Anggun Priambodo, Ar Barra Chew Kinwah, Alex Abbad, Indra Birowo, Dea Panendra, dan lain-lain ko-produksi antara Indonesia, Singapura, Belanda, Prancis, Norwegia, Fi Kamboja, film ini diproduksi oleh Cinesurya, Starvision, dan Kaninga Pic menjadi ko-produksi bersama Giraffe Pictures, Volya Films, Shasha & Co. DuoFilm AS, Epicmedia, Qun Films, dan Kongchak Pictures.

Film “Perang Kota” diproduseri oleh Chand Parwez Servia, Fauzan Z Kolopaking, dan Rama Adi, serta Willawati sebagai produser eksekutif.

Film itu turut di ko-produseri produser Indonesia dan internasional, di antaranya Ant Tan Si En, Denis Vaslin, Fleur Knopperts, Isabelle Glachant, Ingrid Lill Høg Fuglestein Lægreid, Linda Bolstad Strønen, Bianca Balbuena, Bradley Hadiningrat, Giovanni Rahmadeva, Siera Tamihardja, dan Loy Te.

Film “Perang Kota” juga menggunakan format audio Dolby Atmos, memberikan pengalaman menonton lebih imersif dan sinema absolut.

Sementara itu, tata suara dikerjakan oleh sound designer asal Prancis Vincent Villa, di Kamboja.

Vincent Villa sebelumnya juga banyak terlibat di film-film peraih penghargaan dan berkompetisi di festival film internasional.

Untuk sound foley, film ini dikerjakan oleh Yellow Cab di Paris.

Yellow Cab merupakan salah satu studio desainer foley terbaik di dunia, yang turut mengerjakan film pemenang 2 Piala Oscar “Emilia Perez” dan “Fight Club”.”Ko-produksi dengan para rumah produksi dan kru internasional memberikan nilai tambah bagi film “Perang Kota”. Secara production value juga menjadi lebih meningkat. Ada kontribusi dengan berko-produksi bersama para kru-kru internasional dengan para kru perfilman Indonesia. Terutama untuk VFX, yang menjadikan film “Perang Kota” bisa merepresentasikan visual Jakarta 1946 menjadi lebih sempurna. Lewat kolaborasi internasional ini juga menjadi pertukaran informasi dan pengetahuan bagi sesama pekerja film kita,” kata produser Rama Adi dari Cinesurya.

Secara production value juga menjadi lebih meningkat.

Ada kontribusi dengan berko-produksi bersama para kru-kru internasional dengan para kru perfilman Indonesia.

Terutama untuk VFX, yang menjadikan film “Perang Kota” bisa merepresentasikan visual Jakarta 1946 menjadi lebih sempurna.

“Lewat kolaborasi internasional ini juga menjadi pertukaran informasi dan pengetahuan bagi sesama pekerja film kita,” kata produser Rama Adi dari Cinesurya.

“Perang Kota” sekaligus menjadi komitmen bagi Starvision untuk mendukung film-film yang menjelajahi tema-tema yang jarang dieksplorasi oleh sineas Indonesia, sekaligus sebagai upaya memberikan keragaman genre dan tema untuk mendorong pertumbuhan industri perfilman Indonesia.

“Starvision selalu percaya dengan visi yang dibawa oleh sineas dengan daya eksplorasi terhadap penceritaan yang menawarkan perspektif baru dalam sinema Indonesia. Mouly Surya memberikan kita sebuah karya yang akan memantik kemungkinan-kemungkinan baru yang jarang diceritakan lewat film ini,” tambah produser Chand Parwez Servia dari Starvision.

“Kaninga selalu mendukung film-film dengan kisah kompleks, dan memiliki visi yang kuat; dan “Perang Kota” memiliki hal itu. Sebuah kehormatan untuk bisa kembali bekerja sama dengan Cinesurya, kali ini dengan skala produksi yang lebih besar. Semoga film ini bisa menghadirkan warna unik yang memperkaya katalog perfilman Indonesia yang kian beragam,” ujar produser eksekutif “Perang Kota” Willawati dari Kaninga Pictures.

Romansa di Tengah Perang

Chicco Jerikho, yang memerankan Isa mengungkapkan karakternya memiliki dimensi berlapis. Pada satu sisi, Isa harus menghadapi masalah impotensinya, namun di satu sisi ia juga harus tetap berjuang melawan penjajah dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.

“Isa di film ini memiliki spektrum yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan yang ada di bukunya. Mouly memberikan multi-dimensi untuk karakter Isa yang harus saya refleksikan di dalam film. Ia sosok yang flamboyan, pejuang, tetapi juga punya perjuangannya sendiri di rumah tangganya bersama Fatimah. Dengan sisi tragisnya yang tak ada ujungnya,” kata Chicco Jerikho.

Sementara itu, Ariel Tatum mengatakan karakter Fatimah di film ini tidak ditempatkan sebagai sepenuhnya antagonis, meski ia melakukan pengkhinatan terhadap suaminya, Isa. Fatimah harus berjuang dengan kegundahan batinnya dalam mengurus urusan domestik, juga mengurus anak yang dibawa Isa ke dalam rumah mereka.

“Di bukunya, Fatimah adalah ibu rumah tangga yang berselingkuh dengan Hazil, teman seperjuangan suaminya, Hazil.

Ko-produksi dengan para rumah produksi dan kru internasional memberi nilai tambah bagi Film “Perang Kota”.

Secara production value juga menjadi lebih Ada kontribusi dengan berko-produksi bersama para kru-kru internasional d kru perfilman Indonesia. Terutama untuk VFX, yang menjadikan film “Perang Kota” merepresentasikan visual Jakarta 1946 menjadi lebih sempurna.

“Lewat internasional ini juga menjadi pertukaran informasi dan pengetahuan pekerja film kita,”ujar produser Rama Adi dari Cinesurya.

“Perang Kota” sekaligus menjadi komitmen bagi Starvision untuk mendukur yang menjelajahi tema-tema yang jarang dieksplorasi oleh sineas Indonesia sebagai upaya memberikan keragaman genre dan tema untuk mendorong pe industri perfilman Indonesia.

Starvision selalu percaya dengan visi yang dibawa oleh sineas dengan daya terhadap penceritaan yang menawarkan perspektif baru dalam sinema Indonesia.

“Surya memberikan kita sebuah karya yang akan memantik kemungkinan-ke baru yang jarang diceritakan lewat film ini,”ujar produser Chan Servia dari Starvision.

Kaninga selalu mendukung film-film dengan kisah kompleks, dan memilil kuat dan “Perang Kota” memiliki hal itu.

Sebuah kehormatan, katanya, untuk bisa bekerja sama dengan Cinesurya, kali ini dengan skala produksi yang lebih besar.

Produser eksekutif “Perang Kota” Willawati dari Pictures berharap film itu bisa menghadirkan warna unik yang memperkaya katalog perfilman Indonesi beragam.

//Romansa di Tengah Peran//

Chicco Jerikho, yang memerankan Isa mengungkapkan karakternya memiliki dimensi berlapis.

Pada satu sisi, Isa harus menghadapi masalah impotensinya, namun di satu sisi ia juga harus tetap berjuang melawan penjajah dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.

“Isa di film ini memiliki spektrum yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan yang ada di bukunya. Mouly memberikan multi-dimensi untuk karakter Isa yang harus saya refleksikan di dalam film,” ujarnya.

lsa, katanya, sosok yang flamboyan, pejuang, tetapi juga punya perjuangannya sendiri di rumah tangganya bersama Fatimah.

Dengan sisi tragisnya yang tak ada ujungnya.

Sementara itu, Ariel Tatum mengatakan karakter Fatimah di film itu tidak ditempatkan sebagai sepenuhnya antagonis, meski ia melakukan pengkhinatan terhadap suaminya, Isa.

Fatimah harus berjuang dengan kegundahan batinnya dalam mengurus urusan domestik, juga mengurus anak yang dibawa Isa ke dalam rumah mereka.

“Di bukunya, Fatimah adalah ibu rumah tangga yang berselingkuh dengan Hazil, teman seperjuangan suaminya, .Namun Mouly memberikan sedikit transformasi di filmnya,” ujar Ariel.

Fatimah membawa persona sosok perempuan yang tangguh dan mewakili perempuan pada masanya.

Fatimah adalah sosok yang kuat, dan keras.

“Masa 1940-an tentu bukan masa yang mudah bagi perempuan, dan saya bangga Mouly menerjemahkan Fatimah sebagai sosok perempuan yang memiliki daya resiliensi tangguh di tengah perang yang berkecamuk,” kata Ariel Tatum

Film “Perang Kota” tayang di jaringan bioskop mulai 30 April 2025.

Ikuti perkembangan terbaru film “Perang Kota” persembahan Cinesurya, Starvision, dan Kaninga Pictures melalui akun Instagram @perangkotafilm, @cinesurya, dan @starvisionplus dan TikTok @Starvision Movie.    (lis)

Previous Post

KAI Sumut Beri Penghargaan Kepada Petugas Kebersihan Yang Gagalkan Aksi Pencurian Kebel Sinyal di Jalur Rel KA

Next Post

KAI Sumut Gandeng Komunitas IPKA Sumut Gelar Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang

Admin

Admin

Next Post
KAI Sumut Gandeng Komunitas IPKA Sumut Gelar Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang

KAI Sumut Gandeng Komunitas IPKA Sumut Gelar Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News

Gubernur Sumut Lantik Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kepala Biro Umum dan Kepala Biro Perekonomian

Gubernur Sumut Lantik Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kepala Biro Umum dan Kepala Biro Perekonomian

19 September 2026
PWI Sumut Bekerjasama dengan Dewan Pers Gelar UKW di Medan 8 Oktober

PWI Sumut Bekerjasama dengan Dewan Pers Gelar UKW di Medan 8 Oktober

18 September 2026
Bulog Sumut Terus Pasok Beras SPHP Dukung Gerakan Pangan Murah

Bulog Sumut Terus Pasok Beras SPHP Dukung Gerakan Pangan Murah

18 September 2026
Optimalkan Tata Kelola Digital, Biro Adpim Sumut Pastikan Administrasi Pimpinan Tak Terkendala Jarak

Optimalkan Tata Kelola Digital, Biro Adpim Sumut Pastikan Administrasi Pimpinan Tak Terkendala Jarak

18 September 2026

Arsip

  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Juni 2021
  • Maret 2021
  • Februari 2021
  • Desember 2020
  • Oktober 2020
  • September 2020
  • Juli 2020
  • Juni 2020
  • April 2020
  • Maret 2020
  • Februari 2020
  • Januari 2020
  • Desember 2019
  • September 2019
  • Agustus 2019
  • Juli 2019
  • Juni 2019

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Follow Us

Browse by Category

  • Agribisnis
  • Apps
  • Award
  • Bisnis
  • Business
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Health
  • Hukum
  • Lifestyle
  • Mobile
  • Movie
  • Music
  • News
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Perbankan
  • Peristiwa
  • Politics
  • Politik
  • Review
  • Science
  • Sosok
  • Sports
  • Startup
  • Tech
  • Transportasi
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Recent News

Gubernur Sumut Lantik Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kepala Biro Umum dan Kepala Biro Perekonomian

Gubernur Sumut Lantik Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kepala Biro Umum dan Kepala Biro Perekonomian

19 September 2026
PWI Sumut Bekerjasama dengan Dewan Pers Gelar UKW di Medan 8 Oktober

PWI Sumut Bekerjasama dengan Dewan Pers Gelar UKW di Medan 8 Oktober

18 September 2026
  • Ketentuan Pengguna
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.