Samosir, Sumut , 27/5 (indonesiaaktual.com) –
PT Agincourt Resources (PTAR) pada 2024 mengalokasikan 2,7 juta Dolar AS untuk program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat
(PPM) termasuk pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal.
“PTAR juga terus membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
Langkah -langkah itu dilakukan sebagai upaya dan komitmen untuk menjadi perusahaan berkelanjutan,”ujar Presiden Direktur PTAR, Muliady Sutio, di Samosir, Senin (26/5/2025).
Dia berbicara pada kegiatan Media Capacity Building PTAR di Samosir, Sumut yang dimulai 26 – 28 Mei 2025.
Menurut da, saat ini, sebanyak 76% dari total karyawan dan kontraktor PTAR merupakan tenaga kerja lokal.
Dari upaya-upaya keberlanjutan tersebut, PTAR dinobatkan sebagai Pemenang Terbaik Penerapan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik (Good Mining Practice/GMP) 2024 Kelompok Perusahaan Pertambangan Komoditas Mineral Logam oleh Kementerian ESDM.
PTAR bahkan juga berhasil membawa pulang 7 penghargaan lain di ajang tersebut, antara lain Penghargaan Trofi Aspek Pengelolaan Konservasi Pertambangan Minerba dan Piagam Penghargaan Aditama Aspek Pengelolaan Lingkungan Hidup Pertambangan Minerba.
Dia menegaskan, beroperasi di kawasan Batang Toru, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumut, PTAR tidak hanya berfokus pada pencapaian produksi emas dan perak.
Lebih dari itu, PTAR berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara kegiatan tambang dan kelestarian lingkungan.
Muliady Sutio, mengatakan, “Living in Harmony” adalah semangat dan komitmen PTAR dalam mengintegrasikan praktik berkelanjutan di seluruh aspek kegiatan operasional.
Living in Harmony menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan aktivitas bisnis.
“Melalui inisiatif yang berfokus pada perlindungan keanekaragaman hayati, pengurangan dampak lingkungan, dan kolaborasi pemangku kepentingan, kami ingin menciptakan masa depan yang memungkinkan masyarakat dan
ekosistem berkembang bersama,”ujar Muliady.
Hal itu tercermin dalam penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik (good mining practice), pengelolaan tailings yang aman, reklamasi lahan bekas tambang.
“Juga pengembangan area konservasi
di sekitar Tambang Emas Martabe,”ujarnya.
Tahun 2024, PTAR mencatatkan total kontribusi kepada negara dan daerah sebesar 108 juta dolar AS, dimana 50% di antaranya dialokasikan sebagai pembayaran royalti kepada pemerintah pusat dan daerah.
Royalti yang dibayarkan sebesar 53,5 juta dolar AS dengan rincian 20% untuk pemerintah pusat, 16% untuk Provinsi Sumut, dan 64% untuk Kabupaten Tapanuli Selatan dan kabupaten lainnya. Di sisi lain, pengelolaan lingkungan menjadi fokus utama perusahaan.
Kapasitas waste dan tailings storage yang semakin terbatas menjadi tantangan tersendiri pada masa depan.
“Untuk itu, kami tengah mengimplementasikan sistem pengelolaan tailings kering sebagai solusi untuk mengurangi risiko lingkungan dan memastikan keberlanjutan operasional jangka panjang,”ujar Muliady.
PTAR mengalokasikan lahan di Batang Toru sebagai zona konservasi untuk melindungi habitat spesies, terutama spesies endemik.
“Kami juga menjalin kerja sama dengan universitas untuk melakukan penelitian terkait ekosistem Batang Toru dan dampak kegiatan tambang terhadap keanekaragaman hayati,” ujarnya.
PTAR membentuk Biodiversity Advisory Panel (BAP), yaitu panel independen
terdiri dari para ilmuwan dan praktisi konservasi yang memberi masukan terkait isu-isu keanekaragaman hayati dan melakukan pengawasan yang ketat berbasis sains terhadap operasional
PTAR.
Dengan aksi nyata dan komitmen berkelanjutan, industri, masyarakat, dan alam tidak hanya bisa berdampingan, mereka bisa tumbuh bersama dalam harmoni.
“Kami percaya, keberlanjutan adalah investasi jangka panjang yang tidak hanya berdampak pada perusahaan, tetapi juga pada masyarakat sekitar,” ujar Muliady. (lis)









