Medan, 26/6 (indonesiaaktual.com) – PT Railink terus menunjukkan komitmen menyediakan kemudahan dan kenyamanan akses transportasi publik melalui pengelolaan sejumlah stasiun strategis seperti Stasiun Kuala Bingai yang terletak di Banyumas, Stabat, Kabupaten Langkat, Sumut.
“Berada pada ketinggian +20 meter, Stasiun Kuala Bingai merupakan satu-satunya stasiun aktif di jalur reaktivasi Besitang–Binjai, serta menjadi titik awal penting dalam konektivitas masyarakat Kabupaten Langkat menuju Kota Medan dan Bandara Internasional Kualanamu, “ujar Manager Komunikasi Perusahaan PT Railink, Ayep Hanapi di Jakarta, Kamis (26/6/2025).
Keberadaan Stasiun Kuala Bingai merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperluas aksesibilitas layanan kereta api yang terjangkau dan nyaman bagi masyarakat Sumut, khususnya untuk koneksi ke pusat kota dan bandara.
Dia menjelaskan, Stasiun Kuala Bingai
termasuk dalam wilayah kerja Divisi Regional I Sumut dan Aceh, dan dikelola langsung oleh PT Railink.
Meskipun secara geografis tidak berada tepat di dalam Kelurahan Kuala Bingai, katanya, stasiun ini berlokasi di perbatasan dua kelurahan dan tetap menjadi simpul mobilitas utama di kawasan tersebut.
Peran strategisnya menjadikan Stasiun Kuala Bingai sebagai pilihan utama bagi warga yang ingin mengakses transportasi kereta api dengan mudah dan terjangkau.
Railink mencatat dari Januari hingga Mei 2025 , jumlah penumpang dari dan ke Stasiun Kuala Bingei mencapai 37.561 dengan rincian jumlah penumpang relasi Kuala Bingei ke Medan dan sebaliknya sebanyak 21.002.
Adapun penumpang relasi Kuala Bingai ke Binjai dan sebaliknya sebanyak 16.559.
Saat ini, Stasiun Kuala Bingai melayani Kereta Api Sri Lelawangsa relasi Kuala Bingai – Medan pergi-pulang sebanyak empat perjalanan setiap harinya.
Keberangkatan dari Kuala Bingai menuju Medan dijadwalkan pada pukul 06.45 WIB dan 18.25 WIB, sedangkan dari Medan menuju Kuala Bingai berangkat pukul 17.15 WIB dengan waktu tiba di Kuala Bingai pada pukul 07.01 WIB dan 18.41 WIB.
Tarif untuk sekali perjalanan ditetapkan sebesar Rp7.000, baik untuk arah Medan maupun Kuala Bingai.
Kereta Api Sri Lelawangsa reguler itu dioperasikan dengan formasi satu unit lokomotif, enam kereta kelas ekonomi (K3), dan satu kereta pembangkit, dengan kapasitas total mencapai 480 tempat duduk.
Saeluruh kereta dilengkapi fasilitas toilet yang bersih dan nyaman demi menunjang kenyamanan penumpang selama perjalanan.
Stasiun Kuala Bingai juga telah terintegrasi dengan layanan transportasi publik, termasuk transportasi online, sehingga memudahkan penumpang untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai tujuan.
Di samping itu, stasiun itu menyediakan berbagai fasilitas umum seperti toilet, area merokok, mushola, dan fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Ayep Hanapi mengatakan, keberadaan Stasiun Kuala Bingai merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperluas aksesibilitas layanan kereta api yang terjangkau dan nyaman bagi masyarakat Sumut, khususnya untuk koneksi ke pusat kota dan bandara.
“Stasiun Kuala Bingai merupakan salah satu simpul penting yang dikelola PT Railink, mempermudah masyarakat untuk menjangkau pusat Kota Medan hingga Bandara Kualanamu dengan tarif terjangkau dan fasilitas yang nyaman,” ujar Ayep.
Lebih lanjut, Stasiun Kuala Bingai menjadi bagian dari jaringan layanan PT Railink di Sumut yang juga mencakup Stasiun Binjai, Stasiun Medan, Stasiun Bandar Khalifah, Stasiun Batang Kuis, Stasiun Araskabu, dan Stasiun Bandara Kualanamu.
“Dengan kehadiran Stasiun Kuala Bingai, PT Railink berharap dapat terus mendukung konektivitas antarwilayah serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal melalui layanan kereta api yang andal dan berkualitas,”ujar Ayep.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tarif, dan pemesanan tiket KAI Bandara, masyarakat dapat mengakses situs resmi PT Railink di www.railink.co.id, atau melalui media sosial resmi di Instagram @kabandararailink, Facebook @KABandaraRailink, Twitter @KAIBandara, serta melalui email di humas@railink.co.id. (lis)
.










