Medan, 30/6 (indonesiaaktual.com) –
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Area Medan menyalurkan gas bumi ke UMKM Snoppen Bakery and Cake
di Jalan DI Panjaitan, Medan.
“Menjadi penopang ekonomi negeri, UMKM memang wajib diperhatikan. Kontribusinya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya di Kota Medan harus didukung agar terus berkembang,” ujar Area Head PGN Medan, Agus Kurniawan di Medan, Senin (30/6/2025).
Snoppen Bakery and Cake merupakan Pelanggan Kecil 2 (PK-2) dengan rata-rata konsumsinya 800 m3 dalam sebulan.
“Harganya saat ini Rp 10.000 per m3, jadi sebulan sekitar Rp 8 juta. Bisa dibilang bisa menghemat sampai 70 persen,” ujarnya.
PGN, ujar dia, terus berupaya meningkatkan layanan dan pengembangan infrastruktur gas bumi agar manfaatnya bisa semakin luas dirasakan oleh masyarakat khususnya pelaku UMKM.
PGN berusaha terus meningkatkan pelayanan dan mengembanhkan infrastruktur gas bumi.
“Sejauh ini, jumlah pelanggan kecil PGN Area Medan ada 437 pelanggan, ditambah Snoppen Bakery dan dua pelanggan lainnya jadi totalnya 340 pelanggan,” katanya.
Dia menambahkan, PGN saat menyalurkan gas bumi ke pelanggan juga tidak lupa memberikan edukasi kepada pelanggan terkait dengan keamanan dan pemakaian gas yang tepat. “Kita lakukan simulasi dan edukasi sebelum gas tersambung,” ujarnya.
Untuk itulah PGN Area Medan menyediakan sumber energi yang bersih, ekonomis dan memberikan efisiensi sumber bahan bakar seiring meningkatnya harga bahan baku dan ketatnya persaingan usaha. Pada Rabu (25/6/2025) PGN Area Medan menyalurkan gas bumi ke dapur UMKM, toko kue Snoppen Bakery and Cake itu.
Owner Snoppen Bakery and Cake, Dewi Sartika mengatakan, mereka telah lama menanti gas bumi bisa masuk ke dapurnya. Menurut dia, selain faktor keamanan dan harga yang lebih hemat, gas bumi bisa mengalir 24 jam.
Dengan sudah mendapat aliran gas, katanya, Snoppen Bakery and Cake, tidak perlu lagi khawatir saat menerima orderan dari para customer.
“Kami beberapa kali pernah kesulitan saat banyak orderan, gas kosong di luar, nyarik-nyarik lagikan buang waktu. Jadi kalau ada orderan dengan jumlah besar kami sering khawatir nerimanya,” katanya
Setelah pakai gas bumi ini, dia meyakini mereka tidak khawatir lagi.Dia menyebutkan, dalam sehari toko kuenya bisa menghabiskan sebanyak 3 sampai 4 tabung elpiji ukuran 12 kg.
“Jadi sekitar sehari Rp600 ribu lebih keluar untuk gas.Dengan pakai gas bumi ini, kami berharap bisa lebih murah lagi,” katanya. (lis)
.









