Medan, 13/10 (indonesiaaktual.com) –
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara sukses menggelar North Sumatera Investment, Industry, Trade & Halal Expo (NSIIHE) 2025 dan Kadinfes.
NSIIHE 2025 dan Kadinfes yang digelar Kadin Sumut 11- 13 Oktober 2025 di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Jalan Gatot Subtoto Medan itu untuk
mendukung kemajuan investasi serta sektor industri sekaligus produk halal di daerah tersebut.
Selain menggelar expo dan festival, Kadin Sumut juga menggelar Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Sumatera Utara Tahun 2025.
Ketua Umum Kadin Sumatera Utara Firsal Dida Mutyra mengatakan, acara Kadin Sumatera Utara itu berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
“Acara itu juga merupakan lanjutan dari event Mendadak Festival (Menfest) yang di gelar September lalu,” ujar Dida, panggilan akrab Firsal Mutyara.
Expo dan Kadinfest itu telah mengelar banyak rangkaian acara, seperti seminar Halal, potensi investasi Sumatera Utara, diskusi ekonomi, pameran produk halal, Bazar UMKM, Gerakan Pangan Murah serta beberapa iven hiburan untuk warga Sumatera Utara.
Acara itu juga mempertemukan pembuat kebijakan, investor domestik dan internasional, pelaku industri, hingga UMKM.
Kadin, ujar Dida, berharap, acara tersebut mampu membangkitkan investasi, ekonomi baru di Sumatera Utara .
Sekaligus menjadikan Sumatera Utara sebagai salah satu daerah penerapan produk halal dan ajang promosi bagi UMKM sekaligus optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi dan investasi serta perdagangan.
“Event itu juga sebagai wujud kolaborasi strategis antara pemerintah dengan dunia usaha. Kami percaya, dengan adanya sinergi antar stakeholder mampu menguatkan ekonomi Sumatera Utara,” katanya.
Tamu kehormatan yang diundang dan hadir seperti para Konsulat Jendral, Konsul Kehormatan, Organisasi Bisnis India, IMT-GT sebagai langkah strategis perkembangan ekonomi dunia khususnya Kawasan Asia diharapkan bisa membuka peluang kerja sama dan bisnis.
Dida berharap NSIITHE 2025 akan menjadi cerminan nyata dari semangat dan optimisme KADIN Sumatera Utara terhadap potensi ekonomi daerah Sumut yang luar biasa.
Ke depan, katanya, NSIITHE harus bertransformasi menjadi wadah konkret yang mampu menghasilkan kesepakatan investasi yang berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kadin akan terus bekerja keras menjadikan Sumatera Utara sebagai gerbang investasi terdepan di Indonesia Barat, memastikan bahwa kegiatan dunia usaha dapat memberikan dampak yang sebesar-besarnya bagi masyarakat luas dan mendorong kemajuan menuju Indonesia Emas 2045.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Hukum dan Komunikasi Kadin Sumatera Utara, Yudha Johansyah menyampaikan selain event North Sumatra Investment, Industry, Trade and Halal Expo 2025 juga dirangkai dengan penyelenggaraan Rapimprov Kadin Sumatera Utara.
Rapimprov Kadin Sumatera Utara itu menjadi forum penting bagi seluruh jajaran kepengurusan Kadin Sumatera Utara, Kadin kabupaten/kota terkait capaian dan merumuskan program kerja strategis ke depan.
Rapimprov adalah jantung dari aktivitas organisasi.
“Di Rapimprov, kita bersama-sama hadir untuk menyampaikan pandangan umum, saran masukan agar ke depan Kadin tetap bisa berjalan beriringan bersama pemerintah dalam memajukan perekonomian daerah,” ujarnya.
Kadin Sumatera Utara akan terus menjadi mesin pendorong kolaborasi yang solid, memastikan bahwa setiap kebijakan dan program kerja selaras dengan kebutuhan anggota dan mendukung visi pembangunan daerah yang lebih baik.
Ketua Organizing Committee (OC) NSIITHE 2025, Dian AP Harahap mengatakan, kegiatan EXPO dan Kadin Festival 2025 itu dirancang tidak hanya sebagai event biasa, tetapi sebagai sebuah platform akselerasi bisnis yang berkelanjutan.
“Kami berkomitmen untuk memastikan setiap hari dari acara memberikan nilai tambah yang konkret bagi pelaku usaha,” ujarnya.
Mulai dari Pasar Halal, Pangan Murah, senam sehat, konser musik hingga puncaknya hari ini sebagai hari ketiga event.
Acara EXPO NSIITHE 2025 yang menggabungkan kemegahan seremoni dan agenda investasi yang sangat padat itu berstandar nasional, dibuka bersama oleh Ketua DPD RI, Sutan Bachtiar Najamudin, Gubernur Sumatera Utara, M. Bobby Afif Nasution, SE., MM., Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya N Bakrie, WKU Koordinator Wilayah I Sumatera, Ivan Iskandar Batubara dan Ketua Umum Kadin Sumatera Utara, Firsal Dida Mutyara.
Acara yang spektakuler ini turut dihadiri oleh Dewan Pengurus Kadin Indonesia seperti Taufan Eko Nugroho Rotorasiko, Titi Koiriah, DE Pipin Moh Syaiful Arifin, para Konjen dan Konsul Negara Sahabat, jajaran bupati wakil bupati, walikota, wakil walikota, Forkopimda dari Polda, Pangdam, Pangkosek, Danlatamal, Pengadilan Tinggi TUN Medan, BI, OJK, LPS, Bulog, BPS, jajaran kepala dinas, pimpinan perbankan, pimpinan perusahaan dan Asosiasi Himpunan ALB Kadin.
Event itu berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan ESDM Provinsi Sumut dan didukung oleh Bank Sumut, Bank Indonesia, Bank Mandiri, BRI, Inalum, Fireworks Media Group, dan lainnya.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Republik Indonesia, Anindya Bakrie mendorong dan berharap Provinsi Sumatera Utara menjadi garda terdepan dalam perekonomian di Pulau Sumatera.
“Sayang kalau Sumut tidak jadi garda terdepan Sumatera, karena saya lihat Gubernur Sumut (Bobby Nasution) progresif, dan Ketua Kadin Sumut (Firsal Dida Mutyara) hubungannya baik, dan ingin berbuat untuk Sumut,” kata Anindya.
Anindya melihat potensi yang ada di Sumut sangat banyak/besar sekali.
Bahkan, katanya, dirinya sempat merasa bingung dengan potensi-potensi yang ada di Sumut karena sangat banyak.
Dia menyebutkan di bawah tanah Sumut ada mineral, migas, sampai mineral kritis.
Sementara di atas tanah bisa membuat berbagai macam pembangkit listrik, dari geotermal, air, dan batubara.
“Sangat banyak potensinya sehingga sangat mendukung ekonomi Sumut,”ujar Anindya.
Tidak hanya itu, menurut Anindya para pengusaha Sumut juga tangguh-tangguh dan sumber daya manusia (SDM)-nya kuat.
Menurut Anindya, SDM nya tidak hanya tangguh untuk Sumut, tapi menjalar ke berbagai daerah di Indonesia.
“Jadi, sayang sekali kalau Sumut tidak bisa menjadi penggerak motor ekonomi Sumatera.Kadin mendorong,”ujarnya.
Anindya menilai, Sumut dengan caranya sendiri bisa mengorkestrasi provinsi-provinsi di Sumatera untuk mengelola potensi-potensi yang ada di daerah masing-masing.
Kalau Sumatera bergerak, bisa menjadi tulung punggung Indonesia.
Gubernur Sumut, Bobby Nasution mengatakan, untuk mewujudkan harapan bersama, pemerintah dengan dunia usaha jangan beda pandangan dan tujuan.
Bobby menegaskan, pemerintah dan pengusaha harus satu barisan, satu jalan yang sama, tujuannya untuk meningkatkan perekonomian daerah, untuk menyejahterakan masyarakat, karena masih in line semua dengan pertumbuhan ekonomi.
“Dengan semakin banyaknya dunia usaha yang berkembang, kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Jadi, itu dulu yang perlu kita lihat, lalu penyesuaiannya, dari Sumut baru ke Sumatera In Corporate,”ujar Bobby. (lis)









