Sabtu, Oktober 10, 2026
No Result
View All Result
INDONESIAAKTUAL
  • Beranda
  • Agribisnis
  • Bisnis
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Perbankan
  • Politik
  • Review
  • Sosok
  • Transportasi
  • Beranda
  • Agribisnis
  • Bisnis
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Perbankan
  • Politik
  • Review
  • Sosok
  • Transportasi
No Result
View All Result
Indonesiaaktual.com

Harmoni di Hutan Emas: Konservasi dan Stasiun Riset Tambang Emas Martabe di Batang Toru

Admin by Admin
10 November 2025
in Bisnis
0
Harmoni di Hutan Emas: Konservasi dan Stasiun Riset Tambang Emas Martabe di Batang Toru

Stasiun Riset Tambang Emas Martabe di Batang Toru (foto: dokumen Onrizal)

Medan, 10/11 (indonesiaaktual.com) – Di Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, sebuah Stasiun Riset Tambang Emas Martabe pada area kawasan konservasi perusahaan itu, bisa menjadi contoh nyata bagaimana industri pertambangan dapat berjalan harmonis dengan alam.

Tidak berlebihan juga, kalau stasiun riset yang dibangun PT Agincourt Resources (PTAR) itupun kelak bisa membuat Batang Toru, menjadi simbol keseimbangan antara kemakmuran ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Stasiun Riset Tambang Emas Martabe di Batang Toru itu juga membuktikan bahwa pertambangan dan konservasi dapat berjalan beriringan.

Kenapa tidak? Terletak di dalam area konservasi yang baru dikembangkan perusahaan, Stasiun Riset Tambang Emas Martabe itu dirancang PTAR untuk menjadi pusat penelitian yang mendalami aspek penting terkait lingkungan hidup, konservasi, habitat alami, dan kelangsungan hidup berbagai spesies yang ada, baik flora mau pun fauna.

Dengan fasilitas dan kolaborasi bersama lembaga riset ternama serta perguruan tinggi, stasiun riset yang beroperasi awal tahun 2025, setelah disiapkan sejak 2024, akan berperan sebagai pionir dalam upaya pelestarian lingkungan hidup, keanekaragaman hayati dan pengelolaan habitat serta ekosistem yang berkelanjutan.

Mahasiswa, peneliti, pegiat lingkungan, dan masyarakat umum berkesempatan untuk belajar langsung di lapangan, memahami pentingnya menjaga keseimbangan alam, serta terlibat aktif dalam berbagai program konservasi.

Harmoni di Hutan Emas: Konservasi dan Stasiun Riset Tambang Emas Martabe di Batang Toru
Onrizal (kiri) bersama tim melakukan riset di Stasiun Riset Tambang Emas Martabe di Batang Toru.
(foto dok: Onrizal)


Manfaat Stasiun Riset


Salah satu anggota Biodiversity Advisory Panel (BAP), Onrizal, Ph.D mengaku sudah merasakan manfaat Stasiun Riset Martabe itu.

Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Sumatra Utara (USU) itu misalnya mengaku sudah melakukan berbagai penelitian di stasiun riset tersebut.
Mulai menyangkut keanekaragaman hayati, seperti jenis-jenis flora (tumbuhan) yang ada di Batang Toru hingga fauna.

Onrizal mengaku, dia dan timnya menemukan beragam pohon di kawasan pusat penelitian itu.

Mulai pohon rambai putih atau Baccaurea Brevipes. Rambai itu adalah salah satu buah yang dikonsumsi/dimakan Orang Utan Tapanuli.

Keberadaan tanaman itu, katanya, tentu saja bisa membantu kelestarian Orang Utan Tapanuli di kawasan tersebut.
Kemudian, ada pohon mempisang atau Polyalthia Cauliflora, yang buahnya juga jadi makanan orang utan.

“Tanaman itu tentu saja harus dipertahankan bahkan dikembangkan agar Orang Utan Tapanuli masih bertahan dan berkembang di Batang Toru,” ujar Onrizal.

Pohon Dryobalanops Aromatica yang resinnya sebagai bahan baku untuk kamper atau kapur barus termasuk meranti juga masih ditemukan di kawasan itu.

“Segala jenis tanaman itu, peranannya sangat penting untuk ekosistem karena menyediakan oksigen, makanan, dan habitat bagi makhluk hidup lain seperti Orang Utan Tapanuli, salah satu spesies orang utan paling langka di dunia,” katanya.

Related posts

IM3 Istimewa Hadir dengan Lebih Banyak Manfaat dalam Satu Paket Prabayar, Dekatkan Ke Pelanggan Kota Medan Dengan Dukungan Indosat 5G

IM3 Istimewa Hadir dengan Lebih Banyak Manfaat dalam Satu Paket Prabayar, Dekatkan Ke Pelanggan Kota Medan Dengan Dukungan Indosat 5G

9 Oktober 2026
PGN Siap Integrasikan Biomethane ke Infrastruktur Gas, Dorong Pemanfaatan Energi Rendah Karbon

PGN Siap Integrasikan Biomethane ke Infrastruktur Gas, Dorong Pemanfaatan Energi Rendah Karbon

6 Oktober 2026
Harmoni di Hutan Emas: Konservasi dan Stasiun Riset Tambang Emas Martabe di Batang Toru
Buah rambai putih, makanan orang utan
(Foto dok: Onrizal)


Hasil Riset


Onrizal menyebutkan, hasil riset itu bukan saja untuk memberikan masukan kepada PTAR terkait pengelolaan biodiversitas di areal tambang dengan tujuan agar kelak Batang Toru menjadi kawasan yang berguna meski Tambang Emas Martabe tidak ada lagi.

Hasil-hasil penelitian antara lain juga diterbitkan menjadi buku dan dibagikan ke berbagai sekolah dan instansi di Tapanuli Selatan dan sekitarnya.

Tujuannya, agar semuanya mengenal kekayan hayati di Batang Toru dan punya satu persepsi untuk menjaga kekayaan alam yang diberikan “Sang Pencipta”.


Untuk Masyarakat dan PTAR


Stasiun Riset Tambang Emas Martabe diyakini BAP akan sama -sama bermanfaat bagi masyarakat, pemerintah dan termasuk PTAR.

Manfaat bagi masyarakat sekitar antara lain sebagai sarana pendidikan dan pelatihan.

Stasiun riset berfungsi sebagai sarana pembelajaran dan praktik lapangan bagi pelajar dan peneliti lokal. Langkah itu mendorong keterlibatan masyarakat dalam isu-isu lingkungan di wilayah mereka.

Masyarakat juga bisa menjadi “guide” atau pendamping peneliti yang melakukan penemberdayaan ekonomi.
Stasiun Riset Martabe itu juga berpotensi untuk mengembangkan ekowisata dan eduwisata di wilayah tersebut.

Dengan konsep itu, stasiun riset tersebut, ujar Onrizal bisa menciptakan peluang ekonomi baru dan berkontribusi pada pariwisata yang berkelanjutan.

“Yang paling penting, stasiun riset mendorong peningkatan pemahaman lingkungan: masyarakat khususnya tentang pentingnya konservasi, keanekaragaman hayati, dan perlindungan ekosistem Batang Toru, yang merupakan habitat penting, termasuk bagi Orang Utan Tapanuli”ujar Onrizal.

Stasiun Riset Martabe yang mewujudkan kolaborasi antara masyarakat dengan para ahli dalam program konservasi jangka panjang bisa menjaga kelestarian ekosistem Batang Toru.

Adapun bagi PTAR, ujar Onrizal, manfaat stasiun riset itu antara lain mendukung keberlanjutan perusahaan.

Sebagai perusahaan tambang, PTAR , katanya, telah menunjukkan komitmennya terhadap praktik penambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Tentu saja hal itu memperkuat reputasi PTAR di mata investor, pemerintah, dan masyarakat.

Stasiun riset itu juga membangun hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat.

“Stasiun riset mencerminkan tema strategis perusahaan, Living in Harmony, yang menekankan keseimbangan antara kegiatan tambang, alam, dan masyarakat,” ujar Onrizal.

Tidak kalah penting, Stasiun riset itu menerapkan manajemen berbasis ilmu pengetahuan.

Fasilitas riset menjadi sumber data ilmiah yang mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti dalam manajemen lingkungan dan keanekaragaman hayati.

“Stasiun riset itu juga mendukung kepatuhan terhadap standar internasional,” katanya.

Pendirian Stasiun Riset Tambang Emas Martabe sejalan dengan standar lingkungan yang diakui secara global, seperti standar kinerja International Finance Corporation (IFC) tentang Perlindungan Keanekaragaman Hayati.


Stasiun Riset Pertama Sektor Pertambangan Swasta di Indonesia


Superintendent Environmental Site Support PT Agincourt Resources, Syaiful Anwar mengatakan, PTAR memang telah membangun stasiun riset di kawasan ekosistem Batang Toru, Tapanuli Selatan.

Dia pun mengklaim bahwa stasiun riset itu merupakan yang pertama didirikan oleh sektor perusahaan swasta pertambangan di Indonesia.

Stasiun Riset itu fokus pada penelitian bidang lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati, termasuk Orang Utan Tapanuli dan spesies lain.

“Terletak di dalam area konservasi yang baru dikembangkan, stasiun riset itu dirancang untuk menjadi pusat penelitian yang mendalami aspek penting terkait lingkungan hidup, konservasi, habitat alami, dan kelangsungan hidup berbagai spesies yang ada baik flora dan fauna,” katanya.

Dia memastikan, dengan fasilitas dan kolaborasi bersama lembaga riset ternama serta perguruan tinggi, stasiun riset itu akan berperan sebagai pionir dalam upaya pelestarian lingkungan hidup, keanekaragaman hayati dan pengelolaan habitat serta ekosistem yang berkelanjutan.

Mahasiswa, peneliti, pegiat lingkungan, dan masyarakat umum berkesempatan untuk belajar langsung di lapangan, memahami pentingnya menjaga keseimbangan alam, serta terlibat aktif dalam berbagai program konservasi.
Stasiun riset itu dapat menampung hingga 30 peneliti.

Syaiful Anwar menegaskan, stasiun riset itu dibangun dengan empat tujuan utama.

Pertama, konservasi dan pelestarian .
Stasiun riset itu menjadi pusat riset yang mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati dan pelestarian lingkungan hidup, serta memperkuat keseimbangan antara operasional tambang dan perlindungan ekosistem Batang Toru khususnya menuju co-existence atau hidup berdampingan yang harmonis.

Kedua adalah sebagai pendidikan dan pelatihan. Stasiun riset menyediakan ruang belajar dan praktik lapangan untuk mahasiswa, pegiat lingkungan dan peneliti, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam penyelesaian isu-isu lingkungan.

Ketiga, sebagai pengelolaan berbasis sains. Stasiun riset menjadi sumber data ilmiah untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti ilmiah dalam pengelolaan lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati.

Ke empat, sebagai ekowisata dan eduwisata. Stasiun riset mengembangkan potensi kawasan sebagai destinasi wisata edukatif dan ekologis yang turut mendukung pariwisata berkelanjutan.


Living in Harmony


Pembangunan stasiun riset itu, ujar Syaiful Anwar juga sejalan dengan tema strategis Agincourt Resources, yakni “Living in Harmony”.

Konsep itu, katanya, menegaskan pentingnya keselarasan antara kegiatan operasional tambang dengan tanggung jawab terhadap aspek sosial, lingkungan, dan keselamatan kerja.

Komitmen itu juga tercermin dalam berbagai program konservasi yang telah dijalankan oleh perusahaan di ekosistem Batang Toru.

Seperti pembangunan jembatan kanopi (canopy bridge) untuk satwa primata, pelepasliaran satwa endemik ke habitat alaminya, pembibitan dan penanaman pohon pada area reklamasi dan konservasi.

Serta penelitian keanekaragaman hayati flora dan fauna, hingga patroli rutin untuk memantau diversitas keanekaragaman hayati.

“PTAR bekerja sama dengan pemangku kepentingan regional utama, termasuk masyarakat setempat, pemerintah, lembaga penelitian, perguruan tinggi, LSM, dan pihak korporasi lainnya untuk melindungi area ekosistem yang lebih luas,” ujar Syaiful Anwar.

Hingga tahun ini, area konservasi PTAR sudah seluas 5.700 hektare.

Harmoni di Hutan Emas: Konservasi dan Stasiun Riset Tambang Emas Martabe di Batang Toru
PTAR memaparkan inisiatif untuk konservasi Batang Toru dan perlindungan Orang Utan Tapanuli di IUCN World Conservation Congress 2025, pada sesi bertajuk “Beyond Extraction: Exploring Biodiversity Refugia in Indonesian Production Landscapes di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Oktober lalu.
(foto: PTAR)


Strategi Dua Arah dengan Skala Signifikan


Wakil Presiden Direktur PT AR, Ruli Tanio pun dengan bangga mengumumkan komitmen kuat PTAR, pengelola Tambang Emas Martabe itu terhadap konservasi keanekaragaman hayati di dalam kawasan ekosistem Batang Toru tersebut ke dunia internasional.

Komitmen menjaga lingkungan/konservasi yang mencakup sekitar 5.700 hektare itu menjadi materi utama PT AR dalam IUCN World Conservation Congress 2025, pada sesi bertajuk “Beyond Extraction: Exploring Biodiversity Refugia in Indonesian Production Landscapes” di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pertengahan Oktober 2025.

Dalam penjelasannya yang disampaikan di rilis resmi PTAR, Ruli menyebutkan, untuk mencapai dampak positif bersih (net positive impact) terhadap keanekaragaman hayati , PTAR melakukan dalam dua inisiatif tata guna lahan berskala bentang alam.

Pertama, katanya, refugia di dalam konsesi tambang, PTAR secara resmi menetapkan sekitar 2.000 hektare wilayah dalam Kontrak Karya (CoW) sebagai kawasan Biodiversity Refugia yang dikelola secara aktif dan jangka panjang.

Area itu berfungsi sebagai zona penyangga penting dan koridor strategis ekologis utama untuk mendukung keberlangsungan dan pergerakan satwa liar, termasuk spesies primata kunci di kawasan tersebut.

Kedua, adalah proyek offset keanekaragaman hayati berskala besar.
Perusahaan itu berkomitmen mengembangkan proyek biodiversity offset berskala besar di luar area operasi tambang.

Proyek kompensasi yang diperkirakan mencakup sekitar 3.700 hektare, merupakan implementasi tahap akhir dari hierarki mitigasi internasional.

Kemudian dirancang untuk mengimbangi dampak keanekaragaman hayati yang tidak dapat dihindarkan dengan melindungi dan memulihkan kawasan yang lebih luas dan bernilai ekologis tinggi.

“Komitmen kami melampaui batas operasional tambang” ujarnya.

Dengan menetapkan 2.000 hektare area di dalam konsesi sebagai refugio yang dikelola, serta mengembangkan proyek offset berskala besar, PTAR memastikan perlindungan jangka panjang bagi ekosistem Batang Toru.

Langkah itu merupakan upaya ilmiah dan strategis untuk memberikan dampak positif bersih terhadap keanekaragaman hayati.

Komitmen PTAR terhadap perlindungan lahan ini diperkuat dengan berbagai inisiatif berbasis sains dan inovasi.
Seperti konektivitas ekologis dimana PTAR secara berkelanjutan memasang jembatan arboreal dilengkapi dengan kamera jebak (camera trap) di area-area yang terfragmentasi untuk memastikan pergerakan aman bagi satwa arboreal serta menyediakan data penting bagi riset konservasi.

Seluruh strategi konservasi PTAR diawasi oleh BAP yang terdiri atas ilmuwan terkemuka Indonesia dan internasional.
Kemudian pusat riset lapangan, dimana PTAR juga telah mendirikan Stasiun Riset Orang Utan dan laboratorium khusus di dalam area tambang untuk mendukung kegiatan riset berbasis bukti (evidence-based conservation) di ekosistem Batang Toru.

Jadi benarlah, dengan komitmen dan kerja sama yang kuat, semua dapat menjaga keseimbangan alam dan kemakmuran di Batang Toru.

Stasiun Riset Tambang Emas Martabe di Batang Toru akan membuktikan bahwa kita dapat memiliki emas, tanpa mengorbankan masa depan planet kita. (Evalisa Siregar)

Tags: Batang ToruHutan Emas: KonservasiStasiun Riset Tambang Emas Martabe
Previous Post

Dirut Bulog Sidak ke Pasar Tradisional dan Pabrik Minyakkita di Medan Untuk Memastikan Ketersediaan dan Menjaga Harga Jual Sesuai HET

Next Post

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Pastikan Kualitas BBM di SPBU Sekitar Kampung Lalang Medan Sesuai Spesifikasi

Admin

Admin

Next Post
Pertamina Patra Niaga Sumbagut Pastikan Kualitas BBM di SPBU Sekitar Kampung Lalang Medan Sesuai Spesifikasi

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Pastikan Kualitas BBM di SPBU Sekitar Kampung Lalang Medan Sesuai Spesifikasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News

IM3 Istimewa Hadir dengan Lebih Banyak Manfaat dalam Satu Paket Prabayar, Dekatkan Ke Pelanggan Kota Medan Dengan Dukungan Indosat 5G

IM3 Istimewa Hadir dengan Lebih Banyak Manfaat dalam Satu Paket Prabayar, Dekatkan Ke Pelanggan Kota Medan Dengan Dukungan Indosat 5G

9 Oktober 2026
Perum BULOG Kantor Wilayah Sumut Optimistis Capai Target Penyerapan GKP 2026, BULOG Cetak Rekor Pengadaan Beras di Atas 4 Juta Ton

Perum BULOG Kantor Wilayah Sumut Optimistis Capai Target Penyerapan GKP 2026, BULOG Cetak Rekor Pengadaan Beras di Atas 4 Juta Ton

9 Oktober 2026
Pemprov Sumut Salurkan Bantuan Keuangan Provinsi Rp325 Miliar, Percepat Pembangunan Kabupaten/Kota

Pemprov Sumut Salurkan Bantuan Keuangan Provinsi Rp325 Miliar, Percepat Pembangunan Kabupaten/Kota

9 Oktober 2026
Januari – September 2026, Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumatera Utara Sudah Angkut 2.061.785 Penumpang

Januari – September 2026, Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumatera Utara Sudah Angkut 2.061.785 Penumpang

9 Oktober 2026

Arsip

  • Oktober 2026
  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Juni 2021
  • Maret 2021
  • Februari 2021
  • Desember 2020
  • Oktober 2020
  • September 2020
  • Juli 2020
  • Juni 2020
  • April 2020
  • Maret 2020
  • Februari 2020
  • Januari 2020
  • Desember 2019
  • September 2019
  • Agustus 2019
  • Juli 2019
  • Juni 2019

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Follow Us

Browse by Category

  • Agribisnis
  • Apps
  • Award
  • Bisnis
  • Business
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Health
  • Hukum
  • Lifestyle
  • Mobile
  • Movie
  • Music
  • News
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Perbankan
  • Peristiwa
  • Politics
  • Politik
  • Review
  • Science
  • Sosok
  • Sports
  • Startup
  • Tech
  • Transportasi
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Recent News

IM3 Istimewa Hadir dengan Lebih Banyak Manfaat dalam Satu Paket Prabayar, Dekatkan Ke Pelanggan Kota Medan Dengan Dukungan Indosat 5G

IM3 Istimewa Hadir dengan Lebih Banyak Manfaat dalam Satu Paket Prabayar, Dekatkan Ke Pelanggan Kota Medan Dengan Dukungan Indosat 5G

9 Oktober 2026
Perum BULOG Kantor Wilayah Sumut Optimistis Capai Target Penyerapan GKP 2026, BULOG Cetak Rekor Pengadaan Beras di Atas 4 Juta Ton

Perum BULOG Kantor Wilayah Sumut Optimistis Capai Target Penyerapan GKP 2026, BULOG Cetak Rekor Pengadaan Beras di Atas 4 Juta Ton

9 Oktober 2026
  • Ketentuan Pengguna
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.