Medan, 6/1 (indonesiaaktual.com) –
Sumatera Utara (Sumut) pada Desember 2025 mengalami inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 4,66 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Asim Saputra di Medan, Senin (5/1/2026) mengatakan inflasi di Sumut menunjukkan variasi yang cukup signifikan antarwilayah pantauan.
Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kota Gunungsitoli atau sebesar 10,84 persen dengan indeks harga konsumen (IHK ) 119,24.
Adapun inflasi terendah tercatat di Kabupaten Karo sebesar 3,15 persen dengan IHK 111,20.
Asim Saputra mengatakan, kenaikan inflasi tahunan itu dipicu oleh naiknya indeks harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang kenaikan tertinggi, disusul oleh sektor pangan.
Sektor itu melonjak hingga 14,83 persen, sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik sebesar 8,44 persen.
Beberapa kelompok lain juga memberikan kontribusi terhadap inflasi, seperti sektor kesehatan yang naik 3,15 persen dan sektor pendidikan.
Asim menyebutkan ada dua kelompok yang mengalami deflasi atau penurunan indeks. Pertama kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga.
Kelompok itu turun sebesar 0,28 persen.
Kemudian kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang turun 0,02 persen. (lis)










