Medan, 15 /1 (indonesiaaktual.com) –
Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru (Satgas Nataru) 2025/2026 Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera bagian utara (Sumbagut) berakhir dan manajemen memastikan energi tetap mengalir lancar pascamasa satgas.
“Satgas Nataru 2025/2026 yang dimulai sejak 13 November 2025 sudah berakhir 11 Januari 2026. Pertamina
Patra Niaga Sumbagut mengapresiasi sinergi yang membuat distribusi/layanan energi di Nataru berjalan lancar,” ujar Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi di Medan, Kamis (15/1/2026).
Meski sudah berakhir, Pertamina Patra Niaga Sumbagut memastikan stok dan distribusi energi tetap aman.
Dia menegaskan, penutupan Satgas Nataru 2025/2026 itu menjadi momentum evaluasi atas pengamanan pasokan energi selama periode meningkatnya mobilitas masyarakat pada libur akhir tahun.
Selama pelaksanaan Satgas, penyaluran BBM dan LPG di wilayah Sumbagut secara umum berjalan aman dan terkendali.
“Secara regional, realisasi penyaluran BBM jenis Gasoline tercatat meningkat sekitar 1,1 persen, sementara penyaluran Avtur mengalami peningkatan hingga 17 persen dibandingkan rerata normal, seiring meningkatnya aktivitas transportasi darat dan udara,” ujar Sunardi.
Dari sisi ketahanan stok, hingga pertengahan Januari 2026, kondisi BBM dan LPG di wilayah Sumbagut berada dalam status aman dengan coverage days berkisar antara 6,2 hingga 36 hari.
Dinamika konsumsi energi selama Satgas Nataru menunjukkan variasi di masing-masing provinsi. Provinsi Riau misalnya tercatat terjadi peningkatan konsumsi Gasoline yang paling menonjol di wilayah Sumbagut, yakni sekitar 5,8 persen sejalan dengan tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur. Konsumsi LPG di provinsi itu juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan sekitar 1,9 persen.
Di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), konsumsi Gasoline tercatat meningkat sekitar 1,2 persen, disertai kenaikan konsumsi LPG sekitar 2,2 persen.
Peningkatan LPG di Sumut yang 2,2 persen itu tercatat tertinggi di wilayah Sumbagut. Kenaikan itu mencerminkan aktivitas rumah tangga dan pergerakan masyarakat yang tetap tinggi selama masa libur Nataru.
Sementara itu, di Kepulauan Riau, konsumsi Gasoline menunjukkan pertumbuhan sekitar 2, 0 persen dengan distribusi LPG yang relatif stabil dan terkendali, didukung oleh penguatan distribusi energi di wilayah kepulauan.
Untuk Provinsi Sumatera Barat, distribusi BBM dan LPG selama pelaksanaan Satgas Nataru juga tetap berjalan stabil dan terkendali.
Berdasarkan hasil evaluasi, konsumsi Gasoline di Sumatera Barat tercatat meningkat sekitar 0,2 persen, sementara konsumsi LPG mengalami kenaikan sekitar 1,2 persen dibandingkan rata – rata normal.
Kondisi itu menunjukkan bahwa kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi di tengah dinamika libur akhir tahun.
Pertamina Patra Niaga Sumbagut juga memastikan kelancaran distribusi energi di Sumatera Barat meskipun terdapat tantangan kebencanaan di sejumlah wilayah, melalui penguatan pengawasan dan koordinasi dengan pemangku kepentingan setempat.
Adapun di Provinsi Aceh, konsumsi energi menunjukkan dinamika yang lebih terkendali. Konsumsi Gasoline relatif stabil, sementara konsumsi LPG tercatat -7,6 persen, sejalan dengan kondisi kebencanaan dan pengendalian distribusi di wilayah terdampak. Meski demikian, pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga dan layanan publik dapat terus berjalan.
Sunardi menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pemangku kepentingan selama pelaksanaan Satgas Nataru.
“Berakhirnya Satgas Nataru 2025/2026 merupakan hasil sinergi yang solid antara Pertamina, pemerintah daerah, aparat, serta seluruh mitra kerja. Meskipun dinamika konsumsi di tiap provinsi berbeda, secara keseluruhan pasokan BBM dan LPG di wilayah Sumbagut dapat kami jaga tetap aman dan andal,” ujar Sunardi.
Group Head Operation Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Basuki Santoso, menegaskan berakhirnya Satgas Nataru tidak mengurangi intensitas pengawasan distribusi energi.
“Pasca penutupan Satgas, pengawasan distribusi tetap kami lanjutkan dalam pola operasi normal. Evaluasi selama Satgas menjadi bekal penting untuk menjaga keandalan penyaluran BBM dan LPG, termasuk dalam menghadapi dinamika konsumsi dan kondisi cuaca ke depan,”ujar Basuki.
Dengan berakhirnya Satgas Nataru 2025/2026, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keandalan pasokan dan kualitas layanan energi, serta memastikan energi tetap mengalir bagi masyarakat di seluruh wilayah Sumbagut. (lis)







