Medan, 2/3 (indonesiaaktual.com) – PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) ruas tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Kutepat) berkomitmen untuk terus memastikan dan meningkatkan layanan sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah ditetapkan oleh Badan Pengatur Jalan Tol BPJT, Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Langkah itu dilakukan untuk mendukung kelancaran lalu lintas pada periode libur Lebaran tahun 2026.
Corporate Secretary Hamawas, Ergy Pramadipta di Jakarta, Senin (2/3) mengatakan bahwa peningkatan pelayanan tersebut mencakup kegiatan beautifikasi serta pemeliharaan yang dilakukan secara rutin maupun non rutin di KM 91+400, KM 103+200, dan KM 104+400, pada ruas tol Tebing Tinggi – Indrapura dengan melakukan perbaikan Rigid Pavement, Flexible Pavement, serta penanganan
lubang yang disebabkan oleh faktor cuaca maupun muatan kendaraan berlebih.
“Pemeliharaan pada jalan tol secara keseluruhan telah rampung pada akhir bulan Februari 2026 dengan metode _Scraping, Filling & Overlay_ (SFO) yaitu pengelupasan lapisan perkerasan lama yang kualitasnya menurun, kemudian diganti dengan material baru untuk mengembalikan kondisi struktur agar lebih optimal dan tahan lama,”katanya.
Beautifikasi juga dilakukan secara rutin pada fasilitas penunjang lainnya.
Mulai pengecatan ulang pada marka jalan, concreate barrier atau pembatas jalan, penggantian lampu Penerangan Jalan Umum (PJU), pembersihan drainase atau saluran air serta melakukan pembersihan sampah dan penyapuan jalan setiap harinya untuk mendapatkan visibilitas yang maksimal ketika di malam hari.
Upaya penghijauan di sepanjang ruas jalan tol juga dilakukan secara rutin melalui program penanaman pohon setiap bulannya. Langkah itu bertujuan untuk menciptakan lingkungan jalan tol yang lebih asri, teduh, dan nyaman bagi pengguna jalan sekaligus mendukung kelestarian lingkungan serta meningkatkan kualitas udara di sekitar ruas tol.
Penanaman pohon yang dilakukan juga bertujuan untuk menciptakan jalan tol yang hijau, asri, dan ramah lingkungan. “Upaya itu menjadi bagian dari komitmen perusahaan bahwa pengembangan infrastruktur tidak hanya berfokus pada konektivitas dan kelancaran mobilitas, tetapi juga harus selaras dengan prinsip pelestarian lingkungan yang berkelanjutan,” ujar Ergy Pramadipta.
Untuk memastikan kesiapan layanan menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026, BPJT juga turut melakukan peninjauan langsung ke ruas tol Sinaksak –Simpang Panei serta Rest Area yang berada di KM 99 ruas Tol Tebing Tinggi – Indrapura pada 26 Februari.
Pada kegiatan peninjauan tersebut, BPJT turut melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi ruas tol, meliputi perkerasan jalan, marka dan rambu lalu lintas, guardrail, drainase, serta PJU. Selain itu, juga dilakukan pemeriksaan terhadap fungsi peralatan tol, seperti gardu dan mesin toll gate, sistem transaksi dan tapping, cctv,variable message sign (VMS), hingga
kesiapan sentra komunikasi dalam memantau arus lalu lintas secara real-time.
Kesiapan sarana pendukung di rest area juga dilakukan pengecekan standar pelayanan meliputi fasilitas parkir, toilet, tempat ibadah, tenant usaha mikro kecil menengah (UMKM) serta sistem pengamanan dan pelayanan pengguna jalan.
Hasil peninjauan secara keseluruhan menunjukkan bahwa ruas tol dan fasilitas pendukung telah memenuhi standar pelayanan dan siap mendukung untuk kelancaran arus mudik selama periode Lebaran 2026.
Kunjungan tersebut menjadi wujud sinergi dan komitmen bersama antara pemerintah dan Badan Usaha dalam memastikan kesiapan konstruksi maupun operasional ruas tol, sehingga manfaat dari ruas tol Kutepat dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat Sumut. (lis)








