Medan, 10/3 (indonesiaaktual.com) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara memastikan layanan angkutan barang tetap beroperasi normal selama masa Angkutan Lebaran 2026, yang dijadwalkan berlangsung mulai 11 Maret hingga 1 April 2026.
“Kepastian itu untuk menjamin kelancaran distribusi logistik serta ketersediaan pasokan energi di wilayah Sumut ?(Sumatera Utara ) saat mobilitas masyarakat meningkat,” ujar Pelaksana tugas Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo di Medan, Selasa (10/3/2026).
Dia menjelaskan bahwa peran kereta api tidak hanya terbatas pada layanan mudik penumpang, tetapi juga menjadi tulang punggung stabilitas ekonomi daerah melalui rantai pasok komoditas.
“Operasional angkutan barang berjalan penuh untuk menyokong aktivitas ekonomi. Konsistensi ini penting agar kebutuhan pokok dan komoditas unggulan tetap tersedia di tengah kepadatan arus mudik,” ujar Anwar.
Dia mengatakan, salah satu prioritas utama adalah pengiriman Bahan Bakar Minyak (BBM).
KAI mengoperasikan hingga tiga perjalanan setiap harinya yang mengangkut 48 gerbong dengan total kapasitas mencapai 1.632 kiloliter. Distribusi itu melayani rute strategis dari Labuhan menuju Kisaran serta Siantar.
“Keandalan distribusi energi itu menjadi kunci untuk memastikan transportasi darat dan aktivitas warga tidak terhambat selama perayaan Idulfitri 1447 H,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, sepanjang Februari 2026, KAI Divre I Sumut mencatat volume angkutan barang sebesar 55.428 ton yang didominasi oleh komoditas BBM sebanyak 26.616 ton. Distribusi logistik itu juga didukung oleh pengiriman 19.994 ton petikemas serta 8.045 ton crude palm oil (CPO) untuk memenuhi kebutuhan industri dan ekspor.
Anwar menambahkan bahwa perusahaan berkomitmen menjaga keseimbangan antara layanan penumpang dan barang.
Fokus utama tetap pada aspek keselamatan, keamanan, dan keandalan di seluruh lintas pelayanan. “KAI Divre I Sumut terus berupaya memastikan seluruh perjalanan kereta api berjalan lancar,” katanya.
Dengan distribusi logistik yang terjaga, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan mudik Lebaran dengan nyaman tanpa kendala pasokan kebutuhan pokok. (lis)






