Medan, 7/5 (indonesiaaktual.com) – 40 Komunitas Literasi dan Numarasi
dari Medan, Binjai, Deliserdang, antusias mengikuti Dialog Publik Peningkatan Literasi dan Numerasi Sumatra Utara yang digelar Tanoto Foundation bekerja sama dengan
Pemerintah Kota Pematangsiantar dan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, di Medan, Kamis (7/5).
Dialog Publik, Peningkatan Literasi dan Numerasi Sumatra Utara yang menghadirkan pembicara Regional Lead Tanoto Foundation, Medi Yunda, Walikota Pematang Siantar, Wesly Silalahi, SH, MKn diwakili Sekda Junaedi Antonius Sitanggang, SSTP MSi dan Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumut, DR Asrif berlangsung aktif.
Para peserta yang juga diikuti Forum Jurnalis Peduli Sumatera Utara, terlihat aktif dengan berbagai pertanyaan ke pemateri.
“Tanoto memang terus berkomitmen pada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.Tantangan literasi dan numerasi yang masih menjadi persoalan mendasar, mendorong kami untuk melakukan inisiasi partisipasi semesta untuk pendidikan bermutu,” ujar Regional Lead Tanoto Foundation, Medi Yusva di acara itu.
Kolaborasi multipihak yakni Pemkot Pematangsiantar dan Balai Bahasa, katanya, diharapkan semakin mendorong peningkatan literasi dan numeralsi di Sumut dan secara nasional. Medi menegaskan, Tanoto Foundation menilai pentingnya literasi dan numerasi sebagai fondasi utama pendidikan dalam menyiapkan masa depan anak.
Dia menjelaskan, hasil PISA 2022 menunjukkan Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam dunia pendidikan.
Misalnya, hanya 25 persen siswa mencapai rata-rata literasi membaca dan hanya 18 persen rata-rata matematika.
Menurut dia, penguatan kemampuan dasar harus dilakukan sejak kelas awal agar siswa mampu memahami pelajaran yang lebih kompleks.
Medi menyebutkan, Kemendikdasmen menggandeng Tanoto Foundation bersama Gates Foundation dan UNICEF untuk percepatan literasi dan numerasi nasional.
“Di Sumut, program itu melibatkan Kota Medan dan Pematangsiantar,” katanya.
Secara nasional hingga 2029, program itu menargetkan pendampingan 500 SD Negeri, pelatihan 1.500 guru dan kepala sekolah, serta menjangkau sedikitnya 45.000 siswa.
“Kolaborasi untuk memperkuat literasi dan numerasi diperlukan untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam menguasai keterampilan dasar pendidikan,”ujar Medi
Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, DR Asrif, M Hum, mengatakan, penguatan literasi memang harus melibatkan komunitas. Balai Bahasa Sumut aktif mendampingi TBM melalui bantuan teknis dan hibah buku, serta membangun kolaborasi lewat forum literasi daerah bersama komunitas dan FTBM.
Selain itu, Balai Bahasa mendorong literasi berbasis bahasa ibu dan kearifan lokal, serta penguatan literasi digital agar masyarakat semakin cerdas memilah informasi dan memanfaatkan media sosial untuk konten positif.
Kolaborasi lintas sektor, ujar dia, menjadi kunci untuk memperkuat literasi dan numerasi secara merata di Sumatera Utara.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar, Junaedi Antonius Sitanggang, SSTP MSi, mengatakan, literasi bukan hanya soal membaca, tetapi strategi pembangunan daerah untuk meningkatkan daya saing masyarakat.
Untuk di Siantar, katanya, Skor Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) sudah naik dari 59,12 pada 2022, menjadi 60,52 pada 2023.
Skor itu terus naik atau melonjak drastis menjadi 89,92 pada 2024 dengan kategori sangat tinggi.
“Capaian tersebut didorong kolaborasi pemerintah, masyarakat, serta dukungan Tanoto Foundation,” katanya. Pemko Pematangsiantar, katanya juga menerbitkan Peraturan Wali Kota Nomor 30 Tahun 2024 sebagai payung hukum penguatan literasi yang disusun dengan metode Regulatory Impact Analysis (RIA). (lis)







