Kamis, Juli 9, 2026
No Result
View All Result
Indonesiaaktual.com
  • Beranda
  • Agribisnis
  • Bisnis
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Perbankan
  • Politik
  • Review
  • Sosok
  • Transportasi
  • Beranda
  • Agribisnis
  • Bisnis
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Perbankan
  • Politik
  • Review
  • Sosok
  • Transportasi
No Result
View All Result
Indonesiaaktual.com

Hutama Karya Gelar Operasi Keselamatan Secara Berkala di Seluruh Ruas Tol Kelolaan

Admin by Admin
Juli 8, 2026
in Peristiwa
0
Hutama Karya Gelar Operasi Keselamatan Secara Berkala di Seluruh Ruas Tol Kelolaan

Related posts

61 Tahun Telkom Indonesia, Gelorakan Semangat Transformasi Digital Nasional

61 Tahun Telkom Indonesia, Gelorakan Semangat Transformasi Digital Nasional

Juli 8, 2026
Gubernur Sumut Bobby Nasution Jajaki Kerja Sama Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik dengan Finlandia

Gubernur Sumut Bobby Nasution Jajaki Kerja Sama Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik dengan Finlandia

Juni 20, 2026

Medan, 8/7 (indonesiaaktual.com) – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menggelar Operasi Keselamatan secara berkala di seluruh ruas tol kelolaan. “Hutama Karya terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan keselamatan berkendara di jalan tol serta mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas, terutama yang disebabkan oleh faktor kelelahan dan mengantuk saat berkendara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Operasi Microsleep dan Operasi Simpatik secara berkala di ruas-ruas tol yang dikelola, “ujar Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani di Jakarta, Rabu (8/7). Menurut dia, Operasi Microsleep dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk memastikan pengguna jalan berada dalam kondisi prima sebelum melanjutkan perjalanan, khususnya pada periode rawan malam hingga dini hari. Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan kesiapan pengemudi melalui sejumlah pertanyaan sederhana untuk mengidentifikasi tanda-tanda kelelahan atau microsleep. Pengguna jalan yang terindikasi mengantuk atau mengalami penurunan konsentrasi diimbau untuk beristirahat terlebih dahulu di rest area terdekat, sementara pengguna jalan yang tidak terindikasi dapat melanjutkan perjalanan dengan tetap berhati-hati.

Sementara itu, Operasi Simpatik dilakukan melalui pendekatan edukatif dan persuasif kepada pengguna jalan, antara lain dengan memberikan imbauan keselamatan secara langsung, membagikan materi edukasi, snack, dan kopi, serta mengingatkan pengguna jalan untuk mematuhi tata tertib berkendara di jalan tol. Kegiatan itu bertujuan membangun kesadaran pengguna jalan agar lebih disiplin, waspada, dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama selama berkendara. Selain pemeriksaan kondisi pengemudi dan edukasi keselamatan, kegiatan itu juga dilengkapi dengan pemasangan stiker scotlight atau reflektif pada kendaraan angkutan guna meningkatkan visibilitas kendaraan, terutama saat berkendara pada malam hari. Adapun materi edukasi yang disampaikan mencakup tata tertib berkendara di jalan tol, kewaspadaan terhadap microsleep, informasi peta Jalan Tol Trans Sumatera, serta “call center” Jalan Tol Hutama Karya. Hamdani menegaskan, pelaksanaan Operasi Microsleep dan Operasi Simpatik dilakukan sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam membangun budaya keselamatan berkendara, baik dari sisi kesiapan pengemudi maupun kelayakan kendaraan.

“Melalui pelaksanaan Operasi Microsleep_ dan Operasi Simpatik di ruas-ruas tol yang dikelola Hutama Karya, kami ingin meningkatkan kesadaran pengguna jalan bahwa keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan, tetapi juga kondisi fisik pengemudi. Mengantuk, lelah, dan memaksakan perjalanan merupakan risiko yang harus dihindari, “katanya. Oleh karena itu, ujar Hamdani, Hutama Karya mengajak seluruh pengguna jalan untuk memanfaatkan rest area sebagai tempat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Dia menegaskan, operasi keselamatan itu merupakan kegiatan yang dilakukan secara berkala setiap bulan di seluruh ruas tol yang dikelola Hutama Karya. Pemilihan lokasi dan waktu pelaksanaan kegiatan di masing-masing ruas tol dilakukan berdasarkan hasil analisis terhadap jam-jam rawan, karakteristik lalu lintas, potensi kepadatan, serta pola perjalanan pengguna jalan. Dengan demikian, katanya, kegiatan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran, khususnya pada waktu dan lokasi yang memiliki potensi risiko keselamatan lebih tinggi. Pada Juni 2026, rangkaian kegiatan keselamatan tersebut telah dilaksanakan di sejumlah provinsi. Di Provinsi DKI Jakarta, kegiatan dilakukan pada 24 Juni di Jalan Tol JORR-S dan pada 26 Juni di Jalan Tol Akses Tanjung Priok.

Di Provinsi Lampung dan Sumatra Selatan, kegiatan dilakukan pada 13 Juni di Rest Area KM 269 B dan pada 16 Juni di Rest Area KM 163 A, Jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung. Sementara itu, di Provinsi Sumatra Selatan, kegiatan juga dilakukan pada 19 Juni di Jalan Tol Indralaya – Prabumulih, serta pada 30 Juni di Jalan Tol Palembang – Indralaya. Di Provinsi Bengkulu, kegiatan dilakukan pada 26 Juni di Jalan Tol Bengkulu – Taba Penanjung. Di Provinsi Jambi, kegiatan dilakukan di Jalan Tol Betung – Tempino – Jambi pada 24 Juni. Di Provinsi Sumatra Barat, kegiatan dilakukan di Jalan Tol Padang – Sicincin, pada 18 Juni.Sementara itu, di Provinsi Aceh, kegiatan dilakukan pada 22 Juni di Jalan Tol Sigli – Banda Aceh. Di Provinsi Riau, kegiatan dilakukan pada 12 Juni an (19/06) di Jalan Tol Pekanbaru – Dumai, tepatnya di Rest Area KM 45 A dan Rest Area KM 46 B. Sementara itu, di Jalan Tol Pekanbaru – XIII Koto Kampar, kegiatan dilaksanakan di Akses Gerbang Tol XIII Koto Kampar pada 12-19 Juni. Di Provinsi Sumatra Utara, kegiatan dilakukan di Ruas Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat pada 17 Juni. Pada 23 Juni dilakukan di Jalan Tol Indrapura – Kisaran, serta pada 23 Juni digelar Jalan Tol Binjai – Langsa.

Di luar pelaksanaan operasi keselamatan secara berkala, patroli rutin juga dilakukan setiap hari oleh petugas di sepanjang ruas jalan tol. Apabila petugas menemukan kendaraan yang terindikasi dikemudikan oleh pengemudi yang mengantuk atau mengalami kelelahan, kendaraan akan diarahkan untuk menepi agar pengemudi dapat beristirahat sejenak serta diberikan kopi sebagai upaya pencegahan risiko microsleep. Melalui pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara berkala tersebut, Hutama Karya berharap kesadaran pengguna jalan terhadap pentingnya keselamatan berkendara dapat terus meningkat.”Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk edukasi dan imbauan, tetapi juga upaya preventif untuk menekan potensi kecelakaan akibat kelelahan, mengantuk, kurangnya visibilitas kendaraan, maupun rendahnya kepatuhan terhadap tata tertib berkendara di jalan tol, ” ujar Hamdani. Hamdani menambahkan bahwa keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dibangun secara konsisten melalui kepatuhan, kewaspadaan, dan kesadaran pengguna jalan untuk tidak memaksakan perjalanan. “Kami mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan laik jalan, menjaga kondisi fisik tetap prima, serta tidak ragu beristirahat apabila mulai merasa lelah atau mengantuk. Keselamatan harus menjadi prioritas utama, karena tujuan terbaik dari setiap perjalanan adalah sampai dengan selamat,” ujar Hamdani.

Hutama Karya terus mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku di jalan tol, berkendara sesuai batas kecepatan yang berlaku di masing-masing ruas, mengecek kondisi kendaraan sebelum berkendara, memastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima, tidak mengemudi dalam kondisi mengantuk, serta selalu SETUJU bahwa keselamatan adalah nomor satu. Pengguna jalan juga diimbau untuk segera beristirahat di rest area terdekat apabila mulai merasakan tanda-tanda kelelahan, mengantuk, kehilangan fokus, atau mengalami microsleep. Untuk mendukung perjalanan yang lebih aman dan terencana, pengguna jalan dapat memanfaatkan aplikasi “Mozy” yang dilengkapi berbagai informasi seputar jalan tol Hutama Karya, termasuk fitur untuk mengecek rest area terdekat. Saat ini, “Mozy juga memiliki fitur Reminder Notification yang dapat mengingatkan pengguna jalan untuk beristirahat setiap 30 menit sekali, sehingga membantu pengguna jalan menjaga kewaspadaan selama berkendara ujarnya . Jika mengalami kendala atau membutuhkan bantuan di jalan tol, pengguna jalan dapat menghubungi call center terintegrasi Jalan Tol Hutama Karya di 150-700 atau WhatsApp 08112-77000, serta menggunakan aplikasi Mozy untuk memperoleh informasi perjalanan secara lebih mudah.

Medan, 8/7 (indonesiaaktual.com) – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menggelar Operasi Keselamatan secara berkala di seluruh ruas tol kelolaan. “Hutama Karya terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan keselamatan berkendara di jalan tol serta mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas, terutama yang disebabkan oleh faktor kelelahan dan mengantuk saat berkendara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Operasi Microsleep dan Operasi Simpatik secara berkala di ruas-ruas tol yang dikelola, “ujar Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani di Jakarta, Rabu (8/7). Menurut dia, Operasi Microsleep dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk memastikan pengguna jalan berada dalam kondisi prima sebelum melanjutkan perjalanan, khususnya pada periode rawan malam hingga dini hari. Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan kesiapan pengemudi melalui sejumlah pertanyaan sederhana untuk mengidentifikasi tanda-tanda kelelahan atau microsleep. Pengguna jalan yang terindikasi mengantuk atau mengalami penurunan konsentrasi diimbau untuk beristirahat terlebih dahulu di rest area terdekat, sementara pengguna jalan yang tidak terindikasi dapat melanjutkan perjalanan dengan tetap berhati-hati.

Sementara itu, Operasi Simpatik dilakukan melalui pendekatan edukatif dan persuasif kepada pengguna jalan, antara lain dengan memberikan imbauan keselamatan secara langsung, membagikan materi edukasi, snack, dan kopi, serta mengingatkan pengguna jalan untuk mematuhi tata tertib berkendara di jalan tol. Kegiatan itu bertujuan membangun kesadaran pengguna jalan agar lebih disiplin, waspada, dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama selama berkendara. Selain pemeriksaan kondisi pengemudi dan edukasi keselamatan, kegiatan itu juga dilengkapi dengan pemasangan stiker scotlight atau reflektif pada kendaraan angkutan guna meningkatkan visibilitas kendaraan, terutama saat berkendara pada malam hari. Adapun materi edukasi yang disampaikan mencakup tata tertib berkendara di jalan tol, kewaspadaan terhadap microsleep, informasi peta Jalan Tol Trans Sumatera, serta “call center” Jalan Tol Hutama Karya. Hamdani menegaskan, pelaksanaan Operasi Microsleep dan Operasi Simpatik dilakukan sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam membangun budaya keselamatan berkendara, baik dari sisi kesiapan pengemudi maupun kelayakan kendaraan.

“Melalui pelaksanaan Operasi Microsleep_ dan Operasi Simpatik di ruas-ruas tol yang dikelola Hutama Karya, kami ingin meningkatkan kesadaran pengguna jalan bahwa keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan, tetapi juga kondisi fisik pengemudi. Mengantuk, lelah, dan memaksakan perjalanan merupakan risiko yang harus dihindari, “katanya. Oleh karena itu, ujar Hamdani, Hutama Karya mengajak seluruh pengguna jalan untuk memanfaatkan rest area sebagai tempat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Dia menegaskan, operasi keselamatan itu merupakan kegiatan yang dilakukan secara berkala setiap bulan di seluruh ruas tol yang dikelola Hutama Karya. Pemilihan lokasi dan waktu pelaksanaan kegiatan di masing-masing ruas tol dilakukan berdasarkan hasil analisis terhadap jam-jam rawan, karakteristik lalu lintas, potensi kepadatan, serta pola perjalanan pengguna jalan. Dengan demikian, katanya, kegiatan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran, khususnya pada waktu dan lokasi yang memiliki potensi risiko keselamatan lebih tinggi. Pada Juni 2026, rangkaian kegiatan keselamatan tersebut telah dilaksanakan di sejumlah provinsi. Di Provinsi DKI Jakarta, kegiatan dilakukan pada 24 Juni di Jalan Tol JORR-S dan pada 26 Juni di Jalan Tol Akses Tanjung Priok.

Di Provinsi Lampung dan Sumatra Selatan, kegiatan dilakukan pada 13 Juni di Rest Area KM 269 B dan pada 16 Juni di Rest Area KM 163 A, Jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung. Sementara itu, di Provinsi Sumatra Selatan, kegiatan juga dilakukan pada 19 Juni di Jalan Tol Indralaya – Prabumulih, serta pada 30 Juni di Jalan Tol Palembang – Indralaya. Di Provinsi Bengkulu, kegiatan dilakukan pada 26 Juni di Jalan Tol Bengkulu – Taba Penanjung. Di Provinsi Jambi, kegiatan dilakukan di Jalan Tol Betung – Tempino – Jambi pada 24 Juni. Di Provinsi Sumatra Barat, kegiatan dilakukan di Jalan Tol Padang – Sicincin, pada 18 Juni.Sementara itu, di Provinsi Aceh, kegiatan dilakukan pada 22 Juni di Jalan Tol Sigli – Banda Aceh. Di Provinsi Riau, kegiatan dilakukan pada 12 Juni an (19/06) di Jalan Tol Pekanbaru – Dumai, tepatnya di Rest Area KM 45 A dan Rest Area KM 46 B. Sementara itu, di Jalan Tol Pekanbaru – XIII Koto Kampar, kegiatan dilaksanakan di Akses Gerbang Tol XIII Koto Kampar pada 12-19 Juni. Di Provinsi Sumatra Utara, kegiatan dilakukan di Ruas Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat pada 17 Juni. Pada 23 Juni dilakukan di Jalan Tol Indrapura – Kisaran, serta pada 23 Juni digelar Jalan Tol Binjai – Langsa.

Di luar pelaksanaan operasi keselamatan secara berkala, patroli rutin juga dilakukan setiap hari oleh petugas di sepanjang ruas jalan tol. Apabila petugas menemukan kendaraan yang terindikasi dikemudikan oleh pengemudi yang mengantuk atau mengalami kelelahan, kendaraan akan diarahkan untuk menepi agar pengemudi dapat beristirahat sejenak serta diberikan kopi sebagai upaya pencegahan risiko microsleep. Melalui pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara berkala tersebut, Hutama Karya berharap kesadaran pengguna jalan terhadap pentingnya keselamatan berkendara dapat terus meningkat.”Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk edukasi dan imbauan, tetapi juga upaya preventif untuk menekan potensi kecelakaan akibat kelelahan, mengantuk, kurangnya visibilitas kendaraan, maupun rendahnya kepatuhan terhadap tata tertib berkendara di jalan tol, ” ujar Hamdani. Hamdani menambahkan bahwa keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dibangun secara konsisten melalui kepatuhan, kewaspadaan, dan kesadaran pengguna jalan untuk tidak memaksakan perjalanan. “Kami mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan laik jalan, menjaga kondisi fisik tetap prima, serta tidak ragu beristirahat apabila mulai merasa lelah atau mengantuk. Keselamatan harus menjadi prioritas utama, karena tujuan terbaik dari setiap perjalanan adalah sampai dengan selamat,” ujar Hamdani.

Hutama Karya terus mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku di jalan tol, berkendara sesuai batas kecepatan yang berlaku di masing-masing ruas, mengecek kondisi kendaraan sebelum berkendara, memastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima, tidak mengemudi dalam kondisi mengantuk, serta selalu SETUJU bahwa keselamatan adalah nomor satu. Pengguna jalan juga diimbau untuk segera beristirahat di rest area terdekat apabila mulai merasakan tanda-tanda kelelahan, mengantuk, kehilangan fokus, atau mengalami microsleep. Untuk mendukung perjalanan yang lebih aman dan terencana, pengguna jalan dapat memanfaatkan aplikasi “Mozy” yang dilengkapi berbagai informasi seputar jalan tol Hutama Karya, termasuk fitur untuk mengecek rest area terdekat. Saat ini, “Mozy juga memiliki fitur Reminder Notification yang dapat mengingatkan pengguna jalan untuk beristirahat setiap 30 menit sekali, sehingga membantu pengguna jalan menjaga kewaspadaan selama berkendara ujarnya . Jika mengalami kendala atau membutuhkan bantuan di jalan tol, pengguna jalan dapat menghubungi call center terintegrasi Jalan Tol Hutama Karya di 150-700 atau WhatsApp 08112-77000, serta menggunakan aplikasi Mozy untuk memperoleh informasi perjalanan secara lebih mudah.

Medan, 8/7 (indonesiaaktual.com) – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menggelar Operasi Keselamatan secara berkala di seluruh ruas tol kelolaan. “Hutama Karya terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan keselamatan berkendara di jalan tol serta mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas, terutama yang disebabkan oleh faktor kelelahan dan mengantuk saat berkendara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Operasi Microsleep dan Operasi Simpatik secara berkala di ruas-ruas tol yang dikelola, “ujar Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani di Jakarta, Rabu (8/7). Menurut dia, Operasi Microsleep dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk memastikan pengguna jalan berada dalam kondisi prima sebelum melanjutkan perjalanan, khususnya pada periode rawan malam hingga dini hari. Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan kesiapan pengemudi melalui sejumlah pertanyaan sederhana untuk mengidentifikasi tanda-tanda kelelahan atau microsleep. Pengguna jalan yang terindikasi mengantuk atau mengalami penurunan konsentrasi diimbau untuk beristirahat terlebih dahulu di rest area terdekat, sementara pengguna jalan yang tidak terindikasi dapat melanjutkan perjalanan dengan tetap berhati-hati.

Sementara itu, Operasi Simpatik dilakukan melalui pendekatan edukatif dan persuasif kepada pengguna jalan, antara lain dengan memberikan imbauan keselamatan secara langsung, membagikan materi edukasi, snack, dan kopi, serta mengingatkan pengguna jalan untuk mematuhi tata tertib berkendara di jalan tol. Kegiatan itu bertujuan membangun kesadaran pengguna jalan agar lebih disiplin, waspada, dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama selama berkendara. Selain pemeriksaan kondisi pengemudi dan edukasi keselamatan, kegiatan itu juga dilengkapi dengan pemasangan stiker scotlight atau reflektif pada kendaraan angkutan guna meningkatkan visibilitas kendaraan, terutama saat berkendara pada malam hari. Adapun materi edukasi yang disampaikan mencakup tata tertib berkendara di jalan tol, kewaspadaan terhadap microsleep, informasi peta Jalan Tol Trans Sumatera, serta “call center” Jalan Tol Hutama Karya. Hamdani menegaskan, pelaksanaan Operasi Microsleep dan Operasi Simpatik dilakukan sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam membangun budaya keselamatan berkendara, baik dari sisi kesiapan pengemudi maupun kelayakan kendaraan.

“Melalui pelaksanaan Operasi Microsleep_ dan Operasi Simpatik di ruas-ruas tol yang dikelola Hutama Karya, kami ingin meningkatkan kesadaran pengguna jalan bahwa keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan, tetapi juga kondisi fisik pengemudi. Mengantuk, lelah, dan memaksakan perjalanan merupakan risiko yang harus dihindari, “katanya. Oleh karena itu, ujar Hamdani, Hutama Karya mengajak seluruh pengguna jalan untuk memanfaatkan rest area sebagai tempat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Dia menegaskan, operasi keselamatan itu merupakan kegiatan yang dilakukan secara berkala setiap bulan di seluruh ruas tol yang dikelola Hutama Karya. Pemilihan lokasi dan waktu pelaksanaan kegiatan di masing-masing ruas tol dilakukan berdasarkan hasil analisis terhadap jam-jam rawan, karakteristik lalu lintas, potensi kepadatan, serta pola perjalanan pengguna jalan. Dengan demikian, katanya, kegiatan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran, khususnya pada waktu dan lokasi yang memiliki potensi risiko keselamatan lebih tinggi. Pada Juni 2026, rangkaian kegiatan keselamatan tersebut telah dilaksanakan di sejumlah provinsi. Di Provinsi DKI Jakarta, kegiatan dilakukan pada 24 Juni di Jalan Tol JORR-S dan pada 26 Juni di Jalan Tol Akses Tanjung Priok.

Di Provinsi Lampung dan Sumatra Selatan, kegiatan dilakukan pada 13 Juni di Rest Area KM 269 B dan pada 16 Juni di Rest Area KM 163 A, Jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung. Sementara itu, di Provinsi Sumatra Selatan, kegiatan juga dilakukan pada 19 Juni di Jalan Tol Indralaya – Prabumulih, serta pada 30 Juni di Jalan Tol Palembang – Indralaya. Di Provinsi Bengkulu, kegiatan dilakukan pada 26 Juni di Jalan Tol Bengkulu – Taba Penanjung. Di Provinsi Jambi, kegiatan dilakukan di Jalan Tol Betung – Tempino – Jambi pada 24 Juni. Di Provinsi Sumatra Barat, kegiatan dilakukan di Jalan Tol Padang – Sicincin, pada 18 Juni.Sementara itu, di Provinsi Aceh, kegiatan dilakukan pada 22 Juni di Jalan Tol Sigli – Banda Aceh. Di Provinsi Riau, kegiatan dilakukan pada 12 Juni an (19/06) di Jalan Tol Pekanbaru – Dumai, tepatnya di Rest Area KM 45 A dan Rest Area KM 46 B. Sementara itu, di Jalan Tol Pekanbaru – XIII Koto Kampar, kegiatan dilaksanakan di Akses Gerbang Tol XIII Koto Kampar pada 12-19 Juni. Di Provinsi Sumatra Utara, kegiatan dilakukan di Ruas Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat pada 17 Juni. Pada 23 Juni dilakukan di Jalan Tol Indrapura – Kisaran, serta pada 23 Juni digelar Jalan Tol Binjai – Langsa.

Di luar pelaksanaan operasi keselamatan secara berkala, patroli rutin juga dilakukan setiap hari oleh petugas di sepanjang ruas jalan tol. Apabila petugas menemukan kendaraan yang terindikasi dikemudikan oleh pengemudi yang mengantuk atau mengalami kelelahan, kendaraan akan diarahkan untuk menepi agar pengemudi dapat beristirahat sejenak serta diberikan kopi sebagai upaya pencegahan risiko microsleep. Melalui pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara berkala tersebut, Hutama Karya berharap kesadaran pengguna jalan terhadap pentingnya keselamatan berkendara dapat terus meningkat.”Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk edukasi dan imbauan, tetapi juga upaya preventif untuk menekan potensi kecelakaan akibat kelelahan, mengantuk, kurangnya visibilitas kendaraan, maupun rendahnya kepatuhan terhadap tata tertib berkendara di jalan tol, ” ujar Hamdani. Hamdani menambahkan bahwa keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dibangun secara konsisten melalui kepatuhan, kewaspadaan, dan kesadaran pengguna jalan untuk tidak memaksakan perjalanan. “Kami mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan laik jalan, menjaga kondisi fisik tetap prima, serta tidak ragu beristirahat apabila mulai merasa lelah atau mengantuk. Keselamatan harus menjadi prioritas utama, karena tujuan terbaik dari setiap perjalanan adalah sampai dengan selamat,” ujar Hamdani.

Hutama Karya terus mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku di jalan tol, berkendara sesuai batas kecepatan yang berlaku di masing-masing ruas, mengecek kondisi kendaraan sebelum berkendara, memastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima, tidak mengemudi dalam kondisi mengantuk, serta selalu SETUJU bahwa keselamatan adalah nomor satu. Pengguna jalan juga diimbau untuk segera beristirahat di rest area terdekat apabila mulai merasakan tanda-tanda kelelahan, mengantuk, kehilangan fokus, atau mengalami microsleep. Untuk mendukung perjalanan yang lebih aman dan terencana, pengguna jalan dapat memanfaatkan aplikasi “Mozy” yang dilengkapi berbagai informasi seputar jalan tol Hutama Karya, termasuk fitur untuk mengecek rest area terdekat. Saat ini, “Mozy juga memiliki fitur Reminder Notification yang dapat mengingatkan pengguna jalan untuk beristirahat setiap 30 menit sekali, sehingga membantu pengguna jalan menjaga kewaspadaan selama berkendara ujarnya . Jika mengalami kendala atau membutuhkan bantuan di jalan tol, pengguna jalan dapat menghubungi call center terintegrasi Jalan Tol Hutama Karya di 150-700 atau WhatsApp 08112-77000, serta menggunakan aplikasi Mozy untuk memperoleh informasi perjalanan secara lebih mudah.

Medan, 8/7 (indonesiaaktual.com) – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menggelar Operasi Keselamatan secara berkala di seluruh ruas tol kelolaan. “Hutama Karya terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan keselamatan berkendara di jalan tol serta mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas, terutama yang disebabkan oleh faktor kelelahan dan mengantuk saat berkendara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Operasi Microsleep dan Operasi Simpatik secara berkala di ruas-ruas tol yang dikelola, “ujar Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani di Jakarta, Rabu (8/7). Menurut dia, Operasi Microsleep dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk memastikan pengguna jalan berada dalam kondisi prima sebelum melanjutkan perjalanan, khususnya pada periode rawan malam hingga dini hari. Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan kesiapan pengemudi melalui sejumlah pertanyaan sederhana untuk mengidentifikasi tanda-tanda kelelahan atau microsleep. Pengguna jalan yang terindikasi mengantuk atau mengalami penurunan konsentrasi diimbau untuk beristirahat terlebih dahulu di rest area terdekat, sementara pengguna jalan yang tidak terindikasi dapat melanjutkan perjalanan dengan tetap berhati-hati.

Sementara itu, Operasi Simpatik dilakukan melalui pendekatan edukatif dan persuasif kepada pengguna jalan, antara lain dengan memberikan imbauan keselamatan secara langsung, membagikan materi edukasi, snack, dan kopi, serta mengingatkan pengguna jalan untuk mematuhi tata tertib berkendara di jalan tol. Kegiatan itu bertujuan membangun kesadaran pengguna jalan agar lebih disiplin, waspada, dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama selama berkendara. Selain pemeriksaan kondisi pengemudi dan edukasi keselamatan, kegiatan itu juga dilengkapi dengan pemasangan stiker scotlight atau reflektif pada kendaraan angkutan guna meningkatkan visibilitas kendaraan, terutama saat berkendara pada malam hari. Adapun materi edukasi yang disampaikan mencakup tata tertib berkendara di jalan tol, kewaspadaan terhadap microsleep, informasi peta Jalan Tol Trans Sumatera, serta “call center” Jalan Tol Hutama Karya. Hamdani menegaskan, pelaksanaan Operasi Microsleep dan Operasi Simpatik dilakukan sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam membangun budaya keselamatan berkendara, baik dari sisi kesiapan pengemudi maupun kelayakan kendaraan.

“Melalui pelaksanaan Operasi Microsleep_ dan Operasi Simpatik di ruas-ruas tol yang dikelola Hutama Karya, kami ingin meningkatkan kesadaran pengguna jalan bahwa keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan, tetapi juga kondisi fisik pengemudi. Mengantuk, lelah, dan memaksakan perjalanan merupakan risiko yang harus dihindari, “katanya. Oleh karena itu, ujar Hamdani, Hutama Karya mengajak seluruh pengguna jalan untuk memanfaatkan rest area sebagai tempat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Dia menegaskan, operasi keselamatan itu merupakan kegiatan yang dilakukan secara berkala setiap bulan di seluruh ruas tol yang dikelola Hutama Karya. Pemilihan lokasi dan waktu pelaksanaan kegiatan di masing-masing ruas tol dilakukan berdasarkan hasil analisis terhadap jam-jam rawan, karakteristik lalu lintas, potensi kepadatan, serta pola perjalanan pengguna jalan. Dengan demikian, katanya, kegiatan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran, khususnya pada waktu dan lokasi yang memiliki potensi risiko keselamatan lebih tinggi. Pada Juni 2026, rangkaian kegiatan keselamatan tersebut telah dilaksanakan di sejumlah provinsi. Di Provinsi DKI Jakarta, kegiatan dilakukan pada 24 Juni di Jalan Tol JORR-S dan pada 26 Juni di Jalan Tol Akses Tanjung Priok.

Di Provinsi Lampung dan Sumatra Selatan, kegiatan dilakukan pada 13 Juni di Rest Area KM 269 B dan pada 16 Juni di Rest Area KM 163 A, Jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung. Sementara itu, di Provinsi Sumatra Selatan, kegiatan juga dilakukan pada 19 Juni di Jalan Tol Indralaya – Prabumulih, serta pada 30 Juni di Jalan Tol Palembang – Indralaya. Di Provinsi Bengkulu, kegiatan dilakukan pada 26 Juni di Jalan Tol Bengkulu – Taba Penanjung. Di Provinsi Jambi, kegiatan dilakukan di Jalan Tol Betung – Tempino – Jambi pada 24 Juni. Di Provinsi Sumatra Barat, kegiatan dilakukan di Jalan Tol Padang – Sicincin, pada 18 Juni.Sementara itu, di Provinsi Aceh, kegiatan dilakukan pada 22 Juni di Jalan Tol Sigli – Banda Aceh. Di Provinsi Riau, kegiatan dilakukan pada 12 Juni an (19/06) di Jalan Tol Pekanbaru – Dumai, tepatnya di Rest Area KM 45 A dan Rest Area KM 46 B. Sementara itu, di Jalan Tol Pekanbaru – XIII Koto Kampar, kegiatan dilaksanakan di Akses Gerbang Tol XIII Koto Kampar pada 12-19 Juni. Di Provinsi Sumatra Utara, kegiatan dilakukan di Ruas Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat pada 17 Juni. Pada 23 Juni dilakukan di Jalan Tol Indrapura – Kisaran, serta pada 23 Juni digelar Jalan Tol Binjai – Langsa.

Di luar pelaksanaan operasi keselamatan secara berkala, patroli rutin juga dilakukan setiap hari oleh petugas di sepanjang ruas jalan tol. Apabila petugas menemukan kendaraan yang terindikasi dikemudikan oleh pengemudi yang mengantuk atau mengalami kelelahan, kendaraan akan diarahkan untuk menepi agar pengemudi dapat beristirahat sejenak serta diberikan kopi sebagai upaya pencegahan risiko microsleep. Melalui pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara berkala tersebut, Hutama Karya berharap kesadaran pengguna jalan terhadap pentingnya keselamatan berkendara dapat terus meningkat.”Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk edukasi dan imbauan, tetapi juga upaya preventif untuk menekan potensi kecelakaan akibat kelelahan, mengantuk, kurangnya visibilitas kendaraan, maupun rendahnya kepatuhan terhadap tata tertib berkendara di jalan tol, ” ujar Hamdani. Hamdani menambahkan bahwa keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dibangun secara konsisten melalui kepatuhan, kewaspadaan, dan kesadaran pengguna jalan untuk tidak memaksakan perjalanan. “Kami mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan laik jalan, menjaga kondisi fisik tetap prima, serta tidak ragu beristirahat apabila mulai merasa lelah atau mengantuk. Keselamatan harus menjadi prioritas utama, karena tujuan terbaik dari setiap perjalanan adalah sampai dengan selamat,” ujar Hamdani.

Hutama Karya terus mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku di jalan tol, berkendara sesuai batas kecepatan yang berlaku di masing-masing ruas, mengecek kondisi kendaraan sebelum berkendara, memastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima, tidak mengemudi dalam kondisi mengantuk, serta selalu SETUJU bahwa keselamatan adalah nomor satu. Pengguna jalan juga diimbau untuk segera beristirahat di rest area terdekat apabila mulai merasakan tanda-tanda kelelahan, mengantuk, kehilangan fokus, atau mengalami microsleep. Untuk mendukung perjalanan yang lebih aman dan terencana, pengguna jalan dapat memanfaatkan aplikasi “Mozy” yang dilengkapi berbagai informasi seputar jalan tol Hutama Karya, termasuk fitur untuk mengecek rest area terdekat. Saat ini, “Mozy juga memiliki fitur Reminder Notification yang dapat mengingatkan pengguna jalan untuk beristirahat setiap 30 menit sekali, sehingga membantu pengguna jalan menjaga kewaspadaan selama berkendara ujarnya . Jika mengalami kendala atau membutuhkan bantuan di jalan tol, pengguna jalan dapat menghubungi call center terintegrasi Jalan Tol Hutama Karya di 150-700 atau WhatsApp 08112-77000, serta menggunakan aplikasi Mozy untuk memperoleh informasi perjalanan secara lebih mudah.

Medan, 8/7 (indonesiaaktual.com) – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menggelar Operasi Keselamatan secara berkala di seluruh ruas tol kelolaan. “Hutama Karya terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan keselamatan berkendara di jalan tol serta mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas, terutama yang disebabkan oleh faktor kelelahan dan mengantuk saat berkendara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Operasi Microsleep dan Operasi Simpatik secara berkala di ruas-ruas tol yang dikelola, “ujar Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani di Jakarta, Rabu (8/7). Menurut dia, Operasi Microsleep dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk memastikan pengguna jalan berada dalam kondisi prima sebelum melanjutkan perjalanan, khususnya pada periode rawan malam hingga dini hari. Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan kesiapan pengemudi melalui sejumlah pertanyaan sederhana untuk mengidentifikasi tanda-tanda kelelahan atau microsleep. Pengguna jalan yang terindikasi mengantuk atau mengalami penurunan konsentrasi diimbau untuk beristirahat terlebih dahulu di rest area terdekat, sementara pengguna jalan yang tidak terindikasi dapat melanjutkan perjalanan dengan tetap berhati-hati.

Sementara itu, Operasi Simpatik dilakukan melalui pendekatan edukatif dan persuasif kepada pengguna jalan, antara lain dengan memberikan imbauan keselamatan secara langsung, membagikan materi edukasi, snack, dan kopi, serta mengingatkan pengguna jalan untuk mematuhi tata tertib berkendara di jalan tol. Kegiatan itu bertujuan membangun kesadaran pengguna jalan agar lebih disiplin, waspada, dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama selama berkendara. Selain pemeriksaan kondisi pengemudi dan edukasi keselamatan, kegiatan itu juga dilengkapi dengan pemasangan stiker scotlight atau reflektif pada kendaraan angkutan guna meningkatkan visibilitas kendaraan, terutama saat berkendara pada malam hari. Adapun materi edukasi yang disampaikan mencakup tata tertib berkendara di jalan tol, kewaspadaan terhadap microsleep, informasi peta Jalan Tol Trans Sumatera, serta “call center” Jalan Tol Hutama Karya. Hamdani menegaskan, pelaksanaan Operasi Microsleep dan Operasi Simpatik dilakukan sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam membangun budaya keselamatan berkendara, baik dari sisi kesiapan pengemudi maupun kelayakan kendaraan.

“Melalui pelaksanaan Operasi Microsleep_ dan Operasi Simpatik di ruas-ruas tol yang dikelola Hutama Karya, kami ingin meningkatkan kesadaran pengguna jalan bahwa keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan, tetapi juga kondisi fisik pengemudi. Mengantuk, lelah, dan memaksakan perjalanan merupakan risiko yang harus dihindari, “katanya. Oleh karena itu, ujar Hamdani, Hutama Karya mengajak seluruh pengguna jalan untuk memanfaatkan rest area sebagai tempat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Dia menegaskan, operasi keselamatan itu merupakan kegiatan yang dilakukan secara berkala setiap bulan di seluruh ruas tol yang dikelola Hutama Karya. Pemilihan lokasi dan waktu pelaksanaan kegiatan di masing-masing ruas tol dilakukan berdasarkan hasil analisis terhadap jam-jam rawan, karakteristik lalu lintas, potensi kepadatan, serta pola perjalanan pengguna jalan. Dengan demikian, katanya, kegiatan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran, khususnya pada waktu dan lokasi yang memiliki potensi risiko keselamatan lebih tinggi. Pada Juni 2026, rangkaian kegiatan keselamatan tersebut telah dilaksanakan di sejumlah provinsi. Di Provinsi DKI Jakarta, kegiatan dilakukan pada 24 Juni di Jalan Tol JORR-S dan pada 26 Juni di Jalan Tol Akses Tanjung Priok.

Di Provinsi Lampung dan Sumatra Selatan, kegiatan dilakukan pada 13 Juni di Rest Area KM 269 B dan pada 16 Juni di Rest Area KM 163 A, Jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung. Sementara itu, di Provinsi Sumatra Selatan, kegiatan juga dilakukan pada 19 Juni di Jalan Tol Indralaya – Prabumulih, serta pada 30 Juni di Jalan Tol Palembang – Indralaya. Di Provinsi Bengkulu, kegiatan dilakukan pada 26 Juni di Jalan Tol Bengkulu – Taba Penanjung. Di Provinsi Jambi, kegiatan dilakukan di Jalan Tol Betung – Tempino – Jambi pada 24 Juni. Di Provinsi Sumatra Barat, kegiatan dilakukan di Jalan Tol Padang – Sicincin, pada 18 Juni.Sementara itu, di Provinsi Aceh, kegiatan dilakukan pada 22 Juni di Jalan Tol Sigli – Banda Aceh. Di Provinsi Riau, kegiatan dilakukan pada 12 Juni an (19/06) di Jalan Tol Pekanbaru – Dumai, tepatnya di Rest Area KM 45 A dan Rest Area KM 46 B. Sementara itu, di Jalan Tol Pekanbaru – XIII Koto Kampar, kegiatan dilaksanakan di Akses Gerbang Tol XIII Koto Kampar pada 12-19 Juni. Di Provinsi Sumatra Utara, kegiatan dilakukan di Ruas Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat pada 17 Juni. Pada 23 Juni dilakukan di Jalan Tol Indrapura – Kisaran, serta pada 23 Juni digelar Jalan Tol Binjai – Langsa.

Di luar pelaksanaan operasi keselamatan secara berkala, patroli rutin juga dilakukan setiap hari oleh petugas di sepanjang ruas jalan tol. Apabila petugas menemukan kendaraan yang terindikasi dikemudikan oleh pengemudi yang mengantuk atau mengalami kelelahan, kendaraan akan diarahkan untuk menepi agar pengemudi dapat beristirahat sejenak serta diberikan kopi sebagai upaya pencegahan risiko microsleep. Melalui pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara berkala tersebut, Hutama Karya berharap kesadaran pengguna jalan terhadap pentingnya keselamatan berkendara dapat terus meningkat.”Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk edukasi dan imbauan, tetapi juga upaya preventif untuk menekan potensi kecelakaan akibat kelelahan, mengantuk, kurangnya visibilitas kendaraan, maupun rendahnya kepatuhan terhadap tata tertib berkendara di jalan tol, ” ujar Hamdani. Hamdani menambahkan bahwa keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dibangun secara konsisten melalui kepatuhan, kewaspadaan, dan kesadaran pengguna jalan untuk tidak memaksakan perjalanan. “Kami mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan laik jalan, menjaga kondisi fisik tetap prima, serta tidak ragu beristirahat apabila mulai merasa lelah atau mengantuk. Keselamatan harus menjadi prioritas utama, karena tujuan terbaik dari setiap perjalanan adalah sampai dengan selamat,” ujar Hamdani.

Hutama Karya terus mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku di jalan tol, berkendara sesuai batas kecepatan yang berlaku di masing-masing ruas, mengecek kondisi kendaraan sebelum berkendara, memastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima, tidak mengemudi dalam kondisi mengantuk, serta selalu SETUJU bahwa keselamatan adalah nomor satu. Pengguna jalan juga diimbau untuk segera beristirahat di rest area terdekat apabila mulai merasakan tanda-tanda kelelahan, mengantuk, kehilangan fokus, atau mengalami microsleep. Untuk mendukung perjalanan yang lebih aman dan terencana, pengguna jalan dapat memanfaatkan aplikasi “Mozy” yang dilengkapi berbagai informasi seputar jalan tol Hutama Karya, termasuk fitur untuk mengecek rest area terdekat. Saat ini, “Mozy juga memiliki fitur Reminder Notification yang dapat mengingatkan pengguna jalan untuk beristirahat setiap 30 menit sekali, sehingga membantu pengguna jalan menjaga kewaspadaan selama berkendara ujarnya . Jika mengalami kendala atau membutuhkan bantuan di jalan tol, pengguna jalan dapat menghubungi call center terintegrasi Jalan Tol Hutama Karya di 150-700 atau WhatsApp 08112-77000, serta menggunakan aplikasi Mozy untuk memperoleh informasi perjalanan secara lebih mudah.

Medan, 8/7 (indonesiaaktual.com) – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menggelar Operasi Keselamatan secara berkala di seluruh ruas tol kelolaan. “Hutama Karya terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan keselamatan berkendara di jalan tol serta mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas, terutama yang disebabkan oleh faktor kelelahan dan mengantuk saat berkendara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Operasi Microsleep dan Operasi Simpatik secara berkala di ruas-ruas tol yang dikelola, “ujar Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani di Jakarta, Rabu (8/7). Menurut dia, Operasi Microsleep dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk memastikan pengguna jalan berada dalam kondisi prima sebelum melanjutkan perjalanan, khususnya pada periode rawan malam hingga dini hari. Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan kesiapan pengemudi melalui sejumlah pertanyaan sederhana untuk mengidentifikasi tanda-tanda kelelahan atau microsleep. Pengguna jalan yang terindikasi mengantuk atau mengalami penurunan konsentrasi diimbau untuk beristirahat terlebih dahulu di rest area terdekat, sementara pengguna jalan yang tidak terindikasi dapat melanjutkan perjalanan dengan tetap berhati-hati.

Sementara itu, Operasi Simpatik dilakukan melalui pendekatan edukatif dan persuasif kepada pengguna jalan, antara lain dengan memberikan imbauan keselamatan secara langsung, membagikan materi edukasi, snack, dan kopi, serta mengingatkan pengguna jalan untuk mematuhi tata tertib berkendara di jalan tol. Kegiatan itu bertujuan membangun kesadaran pengguna jalan agar lebih disiplin, waspada, dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama selama berkendara. Selain pemeriksaan kondisi pengemudi dan edukasi keselamatan, kegiatan itu juga dilengkapi dengan pemasangan stiker scotlight atau reflektif pada kendaraan angkutan guna meningkatkan visibilitas kendaraan, terutama saat berkendara pada malam hari. Adapun materi edukasi yang disampaikan mencakup tata tertib berkendara di jalan tol, kewaspadaan terhadap microsleep, informasi peta Jalan Tol Trans Sumatera, serta “call center” Jalan Tol Hutama Karya. Hamdani menegaskan, pelaksanaan Operasi Microsleep dan Operasi Simpatik dilakukan sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam membangun budaya keselamatan berkendara, baik dari sisi kesiapan pengemudi maupun kelayakan kendaraan.

“Melalui pelaksanaan Operasi Microsleep_ dan Operasi Simpatik di ruas-ruas tol yang dikelola Hutama Karya, kami ingin meningkatkan kesadaran pengguna jalan bahwa keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan, tetapi juga kondisi fisik pengemudi. Mengantuk, lelah, dan memaksakan perjalanan merupakan risiko yang harus dihindari, “katanya. Oleh karena itu, ujar Hamdani, Hutama Karya mengajak seluruh pengguna jalan untuk memanfaatkan rest area sebagai tempat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Dia menegaskan, operasi keselamatan itu merupakan kegiatan yang dilakukan secara berkala setiap bulan di seluruh ruas tol yang dikelola Hutama Karya. Pemilihan lokasi dan waktu pelaksanaan kegiatan di masing-masing ruas tol dilakukan berdasarkan hasil analisis terhadap jam-jam rawan, karakteristik lalu lintas, potensi kepadatan, serta pola perjalanan pengguna jalan. Dengan demikian, katanya, kegiatan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran, khususnya pada waktu dan lokasi yang memiliki potensi risiko keselamatan lebih tinggi. Pada Juni 2026, rangkaian kegiatan keselamatan tersebut telah dilaksanakan di sejumlah provinsi. Di Provinsi DKI Jakarta, kegiatan dilakukan pada 24 Juni di Jalan Tol JORR-S dan pada 26 Juni di Jalan Tol Akses Tanjung Priok.

Di Provinsi Lampung dan Sumatra Selatan, kegiatan dilakukan pada 13 Juni di Rest Area KM 269 B dan pada 16 Juni di Rest Area KM 163 A, Jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung. Sementara itu, di Provinsi Sumatra Selatan, kegiatan juga dilakukan pada 19 Juni di Jalan Tol Indralaya – Prabumulih, serta pada 30 Juni di Jalan Tol Palembang – Indralaya. Di Provinsi Bengkulu, kegiatan dilakukan pada 26 Juni di Jalan Tol Bengkulu – Taba Penanjung. Di Provinsi Jambi, kegiatan dilakukan di Jalan Tol Betung – Tempino – Jambi pada 24 Juni. Di Provinsi Sumatra Barat, kegiatan dilakukan di Jalan Tol Padang – Sicincin, pada 18 Juni.Sementara itu, di Provinsi Aceh, kegiatan dilakukan pada 22 Juni di Jalan Tol Sigli – Banda Aceh. Di Provinsi Riau, kegiatan dilakukan pada 12 Juni an (19/06) di Jalan Tol Pekanbaru – Dumai, tepatnya di Rest Area KM 45 A dan Rest Area KM 46 B. Sementara itu, di Jalan Tol Pekanbaru – XIII Koto Kampar, kegiatan dilaksanakan di Akses Gerbang Tol XIII Koto Kampar pada 12-19 Juni. Di Provinsi Sumatra Utara, kegiatan dilakukan di Ruas Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat pada 17 Juni. Pada 23 Juni dilakukan di Jalan Tol Indrapura – Kisaran, serta pada 23 Juni digelar Jalan Tol Binjai – Langsa.

Di luar pelaksanaan operasi keselamatan secara berkala, patroli rutin juga dilakukan setiap hari oleh petugas di sepanjang ruas jalan tol. Apabila petugas menemukan kendaraan yang terindikasi dikemudikan oleh pengemudi yang mengantuk atau mengalami kelelahan, kendaraan akan diarahkan untuk menepi agar pengemudi dapat beristirahat sejenak serta diberikan kopi sebagai upaya pencegahan risiko microsleep. Melalui pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara berkala tersebut, Hutama Karya berharap kesadaran pengguna jalan terhadap pentingnya keselamatan berkendara dapat terus meningkat.”Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk edukasi dan imbauan, tetapi juga upaya preventif untuk menekan potensi kecelakaan akibat kelelahan, mengantuk, kurangnya visibilitas kendaraan, maupun rendahnya kepatuhan terhadap tata tertib berkendara di jalan tol, ” ujar Hamdani. Hamdani menambahkan bahwa keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dibangun secara konsisten melalui kepatuhan, kewaspadaan, dan kesadaran pengguna jalan untuk tidak memaksakan perjalanan. “Kami mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan laik jalan, menjaga kondisi fisik tetap prima, serta tidak ragu beristirahat apabila mulai merasa lelah atau mengantuk. Keselamatan harus menjadi prioritas utama, karena tujuan terbaik dari setiap perjalanan adalah sampai dengan selamat,” ujar Hamdani.

Hutama Karya terus mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku di jalan tol, berkendara sesuai batas kecepatan yang berlaku di masing-masing ruas, mengecek kondisi kendaraan sebelum berkendara, memastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima, tidak mengemudi dalam kondisi mengantuk, serta selalu SETUJU bahwa keselamatan adalah nomor satu. Pengguna jalan juga diimbau untuk segera beristirahat di rest area terdekat apabila mulai merasakan tanda-tanda kelelahan, mengantuk, kehilangan fokus, atau mengalami microsleep. Untuk mendukung perjalanan yang lebih aman dan terencana, pengguna jalan dapat memanfaatkan aplikasi “Mozy” yang dilengkapi berbagai informasi seputar jalan tol Hutama Karya, termasuk fitur untuk mengecek rest area terdekat. Saat ini, “Mozy juga memiliki fitur Reminder Notification yang dapat mengingatkan pengguna jalan untuk beristirahat setiap 30 menit sekali, sehingga membantu pengguna jalan menjaga kewaspadaan selama berkendara ujarnya . Jika mengalami kendala atau membutuhkan bantuan di jalan tol, pengguna jalan dapat menghubungi call center terintegrasi Jalan Tol Hutama Karya di 150-700 atau WhatsApp 08112-77000, serta menggunakan aplikasi Mozy untuk memperoleh informasi perjalanan secara lebih mudah.

Medan, 8/7 (indonesiaaktual.com) – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menggelar Operasi Keselamatan secara berkala di seluruh ruas tol kelolaan. “Hutama Karya terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan keselamatan berkendara di jalan tol serta mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas, terutama yang disebabkan oleh faktor kelelahan dan mengantuk saat berkendara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Operasi Microsleep dan Operasi Simpatik secara berkala di ruas-ruas tol yang dikelola, “ujar Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani di Jakarta, Rabu (8/7). Menurut dia, Operasi Microsleep dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk memastikan pengguna jalan berada dalam kondisi prima sebelum melanjutkan perjalanan, khususnya pada periode rawan malam hingga dini hari. Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan kesiapan pengemudi melalui sejumlah pertanyaan sederhana untuk mengidentifikasi tanda-tanda kelelahan atau microsleep. Pengguna jalan yang terindikasi mengantuk atau mengalami penurunan konsentrasi diimbau untuk beristirahat terlebih dahulu di rest area terdekat, sementara pengguna jalan yang tidak terindikasi dapat melanjutkan perjalanan dengan tetap berhati-hati.

Sementara itu, Operasi Simpatik dilakukan melalui pendekatan edukatif dan persuasif kepada pengguna jalan, antara lain dengan memberikan imbauan keselamatan secara langsung, membagikan materi edukasi, snack, dan kopi, serta mengingatkan pengguna jalan untuk mematuhi tata tertib berkendara di jalan tol. Kegiatan itu bertujuan membangun kesadaran pengguna jalan agar lebih disiplin, waspada, dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama selama berkendara. Selain pemeriksaan kondisi pengemudi dan edukasi keselamatan, kegiatan itu juga dilengkapi dengan pemasangan stiker scotlight atau reflektif pada kendaraan angkutan guna meningkatkan visibilitas kendaraan, terutama saat berkendara pada malam hari. Adapun materi edukasi yang disampaikan mencakup tata tertib berkendara di jalan tol, kewaspadaan terhadap microsleep, informasi peta Jalan Tol Trans Sumatera, serta “call center” Jalan Tol Hutama Karya. Hamdani menegaskan, pelaksanaan Operasi Microsleep dan Operasi Simpatik dilakukan sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam membangun budaya keselamatan berkendara, baik dari sisi kesiapan pengemudi maupun kelayakan kendaraan.

“Melalui pelaksanaan Operasi Microsleep_ dan Operasi Simpatik di ruas-ruas tol yang dikelola Hutama Karya, kami ingin meningkatkan kesadaran pengguna jalan bahwa keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan, tetapi juga kondisi fisik pengemudi. Mengantuk, lelah, dan memaksakan perjalanan merupakan risiko yang harus dihindari, “katanya. Oleh karena itu, ujar Hamdani, Hutama Karya mengajak seluruh pengguna jalan untuk memanfaatkan rest area sebagai tempat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Dia menegaskan, operasi keselamatan itu merupakan kegiatan yang dilakukan secara berkala setiap bulan di seluruh ruas tol yang dikelola Hutama Karya. Pemilihan lokasi dan waktu pelaksanaan kegiatan di masing-masing ruas tol dilakukan berdasarkan hasil analisis terhadap jam-jam rawan, karakteristik lalu lintas, potensi kepadatan, serta pola perjalanan pengguna jalan. Dengan demikian, katanya, kegiatan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran, khususnya pada waktu dan lokasi yang memiliki potensi risiko keselamatan lebih tinggi. Pada Juni 2026, rangkaian kegiatan keselamatan tersebut telah dilaksanakan di sejumlah provinsi. Di Provinsi DKI Jakarta, kegiatan dilakukan pada 24 Juni di Jalan Tol JORR-S dan pada 26 Juni di Jalan Tol Akses Tanjung Priok.

Di Provinsi Lampung dan Sumatra Selatan, kegiatan dilakukan pada 13 Juni di Rest Area KM 269 B dan pada 16 Juni di Rest Area KM 163 A, Jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung. Sementara itu, di Provinsi Sumatra Selatan, kegiatan juga dilakukan pada 19 Juni di Jalan Tol Indralaya – Prabumulih, serta pada 30 Juni di Jalan Tol Palembang – Indralaya. Di Provinsi Bengkulu, kegiatan dilakukan pada 26 Juni di Jalan Tol Bengkulu – Taba Penanjung. Di Provinsi Jambi, kegiatan dilakukan di Jalan Tol Betung – Tempino – Jambi pada 24 Juni. Di Provinsi Sumatra Barat, kegiatan dilakukan di Jalan Tol Padang – Sicincin, pada 18 Juni.Sementara itu, di Provinsi Aceh, kegiatan dilakukan pada 22 Juni di Jalan Tol Sigli – Banda Aceh. Di Provinsi Riau, kegiatan dilakukan pada 12 Juni an (19/06) di Jalan Tol Pekanbaru – Dumai, tepatnya di Rest Area KM 45 A dan Rest Area KM 46 B. Sementara itu, di Jalan Tol Pekanbaru – XIII Koto Kampar, kegiatan dilaksanakan di Akses Gerbang Tol XIII Koto Kampar pada 12-19 Juni. Di Provinsi Sumatra Utara, kegiatan dilakukan di Ruas Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat pada 17 Juni. Pada 23 Juni dilakukan di Jalan Tol Indrapura – Kisaran, serta pada 23 Juni digelar Jalan Tol Binjai – Langsa.

Di luar pelaksanaan operasi keselamatan secara berkala, patroli rutin juga dilakukan setiap hari oleh petugas di sepanjang ruas jalan tol. Apabila petugas menemukan kendaraan yang terindikasi dikemudikan oleh pengemudi yang mengantuk atau mengalami kelelahan, kendaraan akan diarahkan untuk menepi agar pengemudi dapat beristirahat sejenak serta diberikan kopi sebagai upaya pencegahan risiko microsleep. Melalui pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara berkala tersebut, Hutama Karya berharap kesadaran pengguna jalan terhadap pentingnya keselamatan berkendara dapat terus meningkat.”Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk edukasi dan imbauan, tetapi juga upaya preventif untuk menekan potensi kecelakaan akibat kelelahan, mengantuk, kurangnya visibilitas kendaraan, maupun rendahnya kepatuhan terhadap tata tertib berkendara di jalan tol, ” ujar Hamdani. Hamdani menambahkan bahwa keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dibangun secara konsisten melalui kepatuhan, kewaspadaan, dan kesadaran pengguna jalan untuk tidak memaksakan perjalanan. “Kami mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan laik jalan, menjaga kondisi fisik tetap prima, serta tidak ragu beristirahat apabila mulai merasa lelah atau mengantuk. Keselamatan harus menjadi prioritas utama, karena tujuan terbaik dari setiap perjalanan adalah sampai dengan selamat,” ujar Hamdani.

Hutama Karya terus mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku di jalan tol, berkendara sesuai batas kecepatan yang berlaku di masing-masing ruas, mengecek kondisi kendaraan sebelum berkendara, memastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima, tidak mengemudi dalam kondisi mengantuk, serta selalu SETUJU bahwa keselamatan adalah nomor satu. Pengguna jalan juga diimbau untuk segera beristirahat di rest area terdekat apabila mulai merasakan tanda-tanda kelelahan, mengantuk, kehilangan fokus, atau mengalami microsleep. Untuk mendukung perjalanan yang lebih aman dan terencana, pengguna jalan dapat memanfaatkan aplikasi “Mozy” yang dilengkapi berbagai informasi seputar jalan tol Hutama Karya, termasuk fitur untuk mengecek rest area terdekat. Saat ini, “Mozy juga memiliki fitur Reminder Notification yang dapat mengingatkan pengguna jalan untuk beristirahat setiap 30 menit sekali, sehingga membantu pengguna jalan menjaga kewaspadaan selama berkendara ujarnya . Jika mengalami kendala atau membutuhkan bantuan di jalan tol, pengguna jalan dapat menghubungi call center terintegrasi Jalan Tol Hutama Karya di 150-700 atau WhatsApp 08112-77000, serta menggunakan aplikasi Mozy untuk memperoleh informasi perjalanan secara lebih mudah.

Medan, 8/7 (indonesiaaktual.com) – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menggelar Operasi Keselamatan secara berkala di seluruh ruas tol kelolaan. “Hutama Karya terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan keselamatan berkendara di jalan tol serta mengantisipasi potensi kecelakaan lalu lintas, terutama yang disebabkan oleh faktor kelelahan dan mengantuk saat berkendara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Operasi Microsleep dan Operasi Simpatik secara berkala di ruas-ruas tol yang dikelola, “ujar Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani di Jakarta, Rabu (8/7). Menurut dia, Operasi Microsleep dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk memastikan pengguna jalan berada dalam kondisi prima sebelum melanjutkan perjalanan, khususnya pada periode rawan malam hingga dini hari. Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan kesiapan pengemudi melalui sejumlah pertanyaan sederhana untuk mengidentifikasi tanda-tanda kelelahan atau microsleep. Pengguna jalan yang terindikasi mengantuk atau mengalami penurunan konsentrasi diimbau untuk beristirahat terlebih dahulu di rest area terdekat, sementara pengguna jalan yang tidak terindikasi dapat melanjutkan perjalanan dengan tetap berhati-hati.

Sementara itu, Operasi Simpatik dilakukan melalui pendekatan edukatif dan persuasif kepada pengguna jalan, antara lain dengan memberikan imbauan keselamatan secara langsung, membagikan materi edukasi, snack, dan kopi, serta mengingatkan pengguna jalan untuk mematuhi tata tertib berkendara di jalan tol. Kegiatan itu bertujuan membangun kesadaran pengguna jalan agar lebih disiplin, waspada, dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama selama berkendara. Selain pemeriksaan kondisi pengemudi dan edukasi keselamatan, kegiatan itu juga dilengkapi dengan pemasangan stiker scotlight atau reflektif pada kendaraan angkutan guna meningkatkan visibilitas kendaraan, terutama saat berkendara pada malam hari. Adapun materi edukasi yang disampaikan mencakup tata tertib berkendara di jalan tol, kewaspadaan terhadap microsleep, informasi peta Jalan Tol Trans Sumatera, serta “call center” Jalan Tol Hutama Karya. Hamdani menegaskan, pelaksanaan Operasi Microsleep dan Operasi Simpatik dilakukan sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam membangun budaya keselamatan berkendara, baik dari sisi kesiapan pengemudi maupun kelayakan kendaraan.

“Melalui pelaksanaan Operasi Microsleep_ dan Operasi Simpatik di ruas-ruas tol yang dikelola Hutama Karya, kami ingin meningkatkan kesadaran pengguna jalan bahwa keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan, tetapi juga kondisi fisik pengemudi. Mengantuk, lelah, dan memaksakan perjalanan merupakan risiko yang harus dihindari, “katanya. Oleh karena itu, ujar Hamdani, Hutama Karya mengajak seluruh pengguna jalan untuk memanfaatkan rest area sebagai tempat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Dia menegaskan, operasi keselamatan itu merupakan kegiatan yang dilakukan secara berkala setiap bulan di seluruh ruas tol yang dikelola Hutama Karya. Pemilihan lokasi dan waktu pelaksanaan kegiatan di masing-masing ruas tol dilakukan berdasarkan hasil analisis terhadap jam-jam rawan, karakteristik lalu lintas, potensi kepadatan, serta pola perjalanan pengguna jalan. Dengan demikian, katanya, kegiatan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran, khususnya pada waktu dan lokasi yang memiliki potensi risiko keselamatan lebih tinggi. Pada Juni 2026, rangkaian kegiatan keselamatan tersebut telah dilaksanakan di sejumlah provinsi. Di Provinsi DKI Jakarta, kegiatan dilakukan pada 24 Juni di Jalan Tol JORR-S dan pada 26 Juni di Jalan Tol Akses Tanjung Priok.

Di Provinsi Lampung dan Sumatra Selatan, kegiatan dilakukan pada 13 Juni di Rest Area KM 269 B dan pada 16 Juni di Rest Area KM 163 A, Jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung. Sementara itu, di Provinsi Sumatra Selatan, kegiatan juga dilakukan pada 19 Juni di Jalan Tol Indralaya – Prabumulih, serta pada 30 Juni di Jalan Tol Palembang – Indralaya. Di Provinsi Bengkulu, kegiatan dilakukan pada 26 Juni di Jalan Tol Bengkulu – Taba Penanjung. Di Provinsi Jambi, kegiatan dilakukan di Jalan Tol Betung – Tempino – Jambi pada 24 Juni. Di Provinsi Sumatra Barat, kegiatan dilakukan di Jalan Tol Padang – Sicincin, pada 18 Juni.Sementara itu, di Provinsi Aceh, kegiatan dilakukan pada 22 Juni di Jalan Tol Sigli – Banda Aceh. Di Provinsi Riau, kegiatan dilakukan pada 12 Juni an (19/06) di Jalan Tol Pekanbaru – Dumai, tepatnya di Rest Area KM 45 A dan Rest Area KM 46 B. Sementara itu, di Jalan Tol Pekanbaru – XIII Koto Kampar, kegiatan dilaksanakan di Akses Gerbang Tol XIII Koto Kampar pada 12-19 Juni. Di Provinsi Sumatra Utara, kegiatan dilakukan di Ruas Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat pada 17 Juni. Pada 23 Juni dilakukan di Jalan Tol Indrapura – Kisaran, serta pada 23 Juni digelar Jalan Tol Binjai – Langsa.

Di luar pelaksanaan operasi keselamatan secara berkala, patroli rutin juga dilakukan setiap hari oleh petugas di sepanjang ruas jalan tol. Apabila petugas menemukan kendaraan yang terindikasi dikemudikan oleh pengemudi yang mengantuk atau mengalami kelelahan, kendaraan akan diarahkan untuk menepi agar pengemudi dapat beristirahat sejenak serta diberikan kopi sebagai upaya pencegahan risiko microsleep. Melalui pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara berkala tersebut, Hutama Karya berharap kesadaran pengguna jalan terhadap pentingnya keselamatan berkendara dapat terus meningkat.”Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk edukasi dan imbauan, tetapi juga upaya preventif untuk menekan potensi kecelakaan akibat kelelahan, mengantuk, kurangnya visibilitas kendaraan, maupun rendahnya kepatuhan terhadap tata tertib berkendara di jalan tol, ” ujar Hamdani. Hamdani menambahkan bahwa keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dibangun secara konsisten melalui kepatuhan, kewaspadaan, dan kesadaran pengguna jalan untuk tidak memaksakan perjalanan. “Kami mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan laik jalan, menjaga kondisi fisik tetap prima, serta tidak ragu beristirahat apabila mulai merasa lelah atau mengantuk. Keselamatan harus menjadi prioritas utama, karena tujuan terbaik dari setiap perjalanan adalah sampai dengan selamat,” ujar Hamdani.

Hutama Karya terus mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku di jalan tol, berkendara sesuai batas kecepatan yang berlaku di masing-masing ruas, mengecek kondisi kendaraan sebelum berkendara, memastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima, tidak mengemudi dalam kondisi mengantuk, serta selalu SETUJU bahwa keselamatan adalah nomor satu. Pengguna jalan juga diimbau untuk segera beristirahat di rest area terdekat apabila mulai merasakan tanda-tanda kelelahan, mengantuk, kehilangan fokus, atau mengalami microsleep. Untuk mendukung perjalanan yang lebih aman dan terencana, pengguna jalan dapat memanfaatkan aplikasi “Mozy” yang dilengkapi berbagai informasi seputar jalan tol Hutama Karya, termasuk fitur untuk mengecek rest area terdekat. Saat ini, “Mozy juga memiliki fitur Reminder Notification yang dapat mengingatkan pengguna jalan untuk beristirahat setiap 30 menit sekali, sehingga membantu pengguna jalan menjaga kewaspadaan selama berkendara ujarnya . Jika mengalami kendala atau membutuhkan bantuan di jalan tol, pengguna jalan dapat menghubungi call center terintegrasi Jalan Tol Hutama Karya di 150-700 atau WhatsApp 08112-77000, serta menggunakan aplikasi Mozy untuk memperoleh informasi perjalanan secara lebih mudah.

Previous Post

61 Tahun Telkom Indonesia, Gelorakan Semangat Transformasi Digital Nasional

Next Post

KAI Bandara Layani 2,2 Juta Penumpang di Sumatera Utara Selama Semester I 2026

Admin

Admin

Next Post
KAI Bandara Layani 2,2 Juta Penumpang di Sumatera Utara Selama Semester I 2026

KAI Bandara Layani 2,2 Juta Penumpang di Sumatera Utara Selama Semester I 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News

Tanoto Foundation Buka Pendaftaran Program Beasiswa dan Pengembangan Kepemimpinan TELADAN Cohort 2027

Tanoto Foundation Buka Pendaftaran Program Beasiswa dan Pengembangan Kepemimpinan TELADAN Cohort 2027

Juli 8, 2026
KAI Bandara Layani 2,2 Juta Penumpang di Sumatera Utara Selama Semester I 2026

KAI Bandara Layani 2,2 Juta Penumpang di Sumatera Utara Selama Semester I 2026

Juli 8, 2026
Hutama Karya Gelar Operasi Keselamatan Secara Berkala di Seluruh Ruas Tol Kelolaan

Hutama Karya Gelar Operasi Keselamatan Secara Berkala di Seluruh Ruas Tol Kelolaan

Juli 8, 2026
61 Tahun Telkom Indonesia, Gelorakan Semangat Transformasi Digital Nasional

61 Tahun Telkom Indonesia, Gelorakan Semangat Transformasi Digital Nasional

Juli 8, 2026

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Follow Us

Browse by Category

  • Agribisnis
  • Apps
  • Award
  • Bisnis
  • Business
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Health
  • Hukum
  • Lifestyle
  • Mobile
  • Movie
  • Music
  • News
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Perbankan
  • Peristiwa
  • Politics
  • Politik
  • Review
  • Science
  • Sosok
  • Sports
  • Startup
  • Tech
  • Transportasi
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Recent News

Tanoto Foundation Buka Pendaftaran Program Beasiswa dan Pengembangan Kepemimpinan TELADAN Cohort 2027

Tanoto Foundation Buka Pendaftaran Program Beasiswa dan Pengembangan Kepemimpinan TELADAN Cohort 2027

Juli 8, 2026
KAI Bandara Layani 2,2 Juta Penumpang di Sumatera Utara Selama Semester I 2026

KAI Bandara Layani 2,2 Juta Penumpang di Sumatera Utara Selama Semester I 2026

Juli 8, 2026
  • Ketentuan Pengguna
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.