Sabtu, Oktober 3, 2026
No Result
View All Result
INDONESIAAKTUAL
  • Beranda
  • Agribisnis
  • Bisnis
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Perbankan
  • Politik
  • Review
  • Sosok
  • Transportasi
  • Beranda
  • Agribisnis
  • Bisnis
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Perbankan
  • Politik
  • Review
  • Sosok
  • Transportasi
No Result
View All Result
Indonesiaaktual.com

Pendapatan Konsolidasi Telkom Meningkat 3,9% YoY, Laba Bersih Normalisasi Tumbuh 6,2%

Admin by Admin
1 Agustus 2026
in Bisnis
0
Pendapatan Konsolidasi Telkom Meningkat 3,9% YoY, Laba Bersih Normalisasi Tumbuh 6,2%

Related posts

CMK Gelar Guest Lecture di Universitas Ciputra, Bahas Topik Mendorong Pertumbuhan Bisnis melalui Pengembangan Talenta

CMK Gelar Guest Lecture di Universitas Ciputra, Bahas Topik Mendorong Pertumbuhan Bisnis melalui Pengembangan Talenta

2 Oktober 2026
Wali Kota Medan Siapkan Lapangan Merdeka Jadi Panggung Kreativitas Anak Muda, Dukung Penuh Revora 2026,

Wali Kota Medan Siapkan Lapangan Merdeka Jadi Panggung Kreativitas Anak Muda, Dukung Penuh Revora 2026,

1 Oktober 2026

Medan, 1/8 (indonesiaaktual.com) – Menutup semester pertama tahun 2026, Telkom berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun, tumbuh 3,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY).
“Sejalan dengan kinerja tersebut, EBITDA Perseroan meningkat 3,8% YoY menjadi Rp37,5 triliun dengan EBITDA margin sebesar 49,4%,” ujar Direktur Utama Telkom.Dian Siswarini di Jakarta, Sabtu (8/7)
Menurut dia, laba bersih juga tumbuh 1,4% YoY menjadi Rp10,6 triliun, dengan margin laba bersih sebesar 14,0%.
Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp11,3 triliun atau tumbuh 6,2% YoY, dengan margin sebesar 14,9%, mencerminkan ketahanan kinerja operasional Perseroan yang didukung oleh pemulihan bisnis mobile.

Dian menyebutkan, Perseroan juga membukukan arus kas operasional yang kuat sebesar Rp34,9 triliun atau tumbuh 7,0% YoY, didukung oleh implementasi program efisiensi berkelanjutan serta disiplin dalam pengelolaan biaya.
“Komitmen dan dedikasi kami dalam mengakselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30 tercermin dari pertumbuhan yang berhasil kami capai pada semester pertama tahun ini. Pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme kami untuk terus mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia,” ujar Dian Siswarini.

# Profitabilitas Segmen B2C Kian Kuat, Laba Bersih Meningkat 8.3% YoY #

Pada Segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband), Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp55,6 triliun atau tumbuh 3,3% YoY, didorong oleh pertumbuhan pendapatan Digital Business Data sebesar 11,0% pada semester pertama 2026. Kinerja tersebut mencerminkan berlanjutnya pemulihan industri mobile yang didukung oleh implementasi strategi komersial secara disiplin melalui penetapan harga, optimalisasi portofolio produk, dan pengelolaan nilai pelanggan.

Sejalan dengan hal tersebut, Average Revenue Per User ARPU) mobile meningkat menjadiRp45.600 atau tumbuh 9,0% YoY. Selain itu, payload data juga terus bertumbuh seiring meningkatnya konsumsi digital masyarakat selama momen liburan sekolah dan penyelenggaraan Piala Piala Dunia, yang semakin mendorong tingginya kebutuhan pelanggan terhadap layanan data berkualitas.

Pada layanan fixed broadband, Telkomsel terus memperkuat kualitas layanan melalui kalibrasi strategis basis pelanggan.
Sebagai hasil dari upaya tersebut, jumlah pelanggan tercatat menjadi 9,5 juta dibandingkan 10,1 juta pada semester pertama 2025, dengan dampak yang terbatas terhadap pendapatan pada kuartal berjalan. Secara kuartalan, ARPU IndiHome meningkat 3,4% menjadi Rp211.000.

Adapun secara semesteran ARPU IndiHome tercatat sebesar Rp207.000, di tengah persaingan harga yang masih berlangsung di pasar. Meski demikian, rasio konvergensi terus meningkat menjadi 65%.

Langkah itu merupakan bagian dari strategi Telkom untuk membangun basis pelanggan yang lebih berkualitas, meningkatkan efektivitas monetisasi layanan, serta memperkuat pertumbuhan yang berkelanjutan.

Berbekal fondasi bisnis B2C yang semakin kuat, Telkomsel akan terus mengakselerasi strategi quality growth dengan menempatkan pengalaman pelanggan sebagai prioritas utama, sekaligus memperluas kapabilitas digital melalui pengembangan ekosistem. “Upaya tersebut akan diperkuat melalui pemanfaatan teknologi AI dan 5G, serta pengembangan solusi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan individu maupun pelaku usaha yang terus berkembang,” ujar Dian.                               Berbagai inisiatif itu diharapkan semakin memperkuat posisi Telkomsel sebagai pemimpin pasar sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.

# Penguatan Infrastruktur Digital Dorong Akselerasi Pertumbuhan Segmen B2B #

Total pendapatan Segmen B2B Infrastructure tumbuh 19,0% YoY menjadi Rp33,1 triliun pada semester pertama 2026, dengan pendapatan eksternal meningkat 4,9% YoY menjadi Rp4,7 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan pendapatan Data, Internet, dan IT Service.

Pada bisnis menara telekomunikasi dan Fiber-to-the-Tower (FTTT), Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp4,7 triliun atau tumbuh 2,1% YoY, dengan Tower-Related Business tetap menjadi penopang utama pendapatan. Selain itu, total tenant meningkat menjadi 63.866 atau tumbuh 4,9% YoY sehingga mendorong rasio penyewaan (tenancy ratio) menara menjadi 1,57x.

Pada bisnis data center, Telkom terus memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital regional melalui NeutraDC.

Didukung meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur digital, Perseroan terus memperkuat bisnis ini melalui inisiatif konsolidasi yang akan menjadikan NeutraDC sebagai pengelola terpusat seluruh aset data center TelkomGroup.

Menurut dia, langkah tersebut diharapkan mampu memperluas layanan, mengoptimalkan monetisasi aset, serta mendorong pertumbuhan melalui kolaborasi dengan mitra strategis. Sementara pada Segmen B2B ICT, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp7,3 triliun, tumbuh 35,7% QoQ meskipun masih terdampak oleh proses restrukturisasi portofolio dan streamlining yang tengah berlangsung.

Pada Segmen International Business, pendapatan tercatat sebesar Rp5,7 triliun pada periode ini.                                                         Seiring pergeseran portofolio bisnis menuju layanan konektivitas dan solusi digital dengan margin yang lebih tinggi serta berkurangnya ketergantungan pada bisnis traditional voice hubbing, Perseroan optimistis langkah tersebut akan mendorong peningkatan margin EBITDA dalam beberapa tahun ke depan.

Saat ini, permintaan terhadap kapasitas baru kabel bawah laut internasional terus meningkat, didorong oleh dinamika geopolitik global serta kebutuhan berbagai perusahaan teknologi besar dunia dalam mendukung adopsi teknologi AI.

# Konsisten Transformasi Perusahaan untuk Penciptaan Nilai di Masa Depan #

Eksekusi strategi TLKM 30 pada semester pertama 2026 menunjukkan kemajuan yang signifikan pada keempat pilar transformasi. Dari sisi Operational & Service Excellence, Perseroan melaporkan pertumbuhan arus kas operasional sebesar 9,5% YoY serta terus meningkatkan efisiensi biaya operasional (OPEX) dan menerapkan pengelolaan belanja modal (CAPEX) secara prudent.

Selain itu, implementasi Early Retirement Program (ERP) yang disertai mobilitas karyawan sebagai bagian dari upaya perampingan bisnis turut meningkatkan efektivitas pengelolaan biaya pegawai. Di sisi lain, Perseroan juga menuntaskan Streamlining terhadap 10 entitas sebagai upaya menyederhanakan struktur grup dan penataan portofolio bisnis.

Melalui skema divestasi, merger, dan likuidasi, langkah itu semakin memperkuat fokus Telkom pada bisnis inti serta membangun organisasi yang lebih tangkas. Sejalan dengan upaya tersebut, Perseroan merealisasikan belanja modal sebesar Rp10,8 triliun, dimana lebih dari 96% difokuskan pada pengembangan area bisnis prioritas di segmen B2C, B2B Infrastructure, dan International Business.

Implementasi pilar Unlock Value juga terus mencatatkan kemajuan.
Sepanjang semester pertama 2026, Telkom telah menyelesaikan sejumlah tahapan persiapan strategis dalam pelaksanaan pengalihan aset InfraNexia Tahap 2, yang hingga kini tetap berjalan sesuai rencana dan ditargetkan rampung pada semester kedua 2026.
Pada pilar Modus-operandi Shift, Telkom terus memperkuat implementasi model Strategic Hold-Co melalui pengelolaan portofolio dan operasional bisnis yang terintegrasi pada empat segmen bisnis utama.
Dia menegaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan akan sangat ditentukan oleh kekuatan infrastruktur digital yang kita bangun hari ini.
“Oleh karena itu, Telkom sebagai bagian dari Danantara Indonesia akan terus mengakselerasi transformasi dan memperkuat investasi pada kapabilitas digital guna menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus menjadi katalis pertumbuhan lintas sektor dan memperkuat ketahanan ekonomi digital nasional,”ujar Dian. (lis)

 

 

 

 

 

Medan, 1/8 (indonesiaaktual.com) – Menutup semester pertama tahun 2026, Telkom berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun, tumbuh 3,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY).
“Sejalan dengan kinerja tersebut, EBITDA Perseroan meningkat 3,8% YoY menjadi Rp37,5 triliun dengan EBITDA margin sebesar 49,4%,” ujar Direktur Utama Telkom.Dian Siswarini di Jakarta, Sabtu (8/7)
Menurut dia, laba bersih juga tumbuh 1,4% YoY menjadi Rp10,6 triliun, dengan margin laba bersih sebesar 14,0%.
Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp11,3 triliun atau tumbuh 6,2% YoY, dengan margin sebesar 14,9%, mencerminkan ketahanan kinerja operasional Perseroan yang didukung oleh pemulihan bisnis mobile.

Dian menyebutkan, Perseroan juga membukukan arus kas operasional yang kuat sebesar Rp34,9 triliun atau tumbuh 7,0% YoY, didukung oleh implementasi program efisiensi berkelanjutan serta disiplin dalam pengelolaan biaya.
“Komitmen dan dedikasi kami dalam mengakselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30 tercermin dari pertumbuhan yang berhasil kami capai pada semester pertama tahun ini. Pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme kami untuk terus mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia,” ujar Dian Siswarini.

# Profitabilitas Segmen B2C Kian Kuat, Laba Bersih Meningkat 8.3% YoY #

Pada Segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband), Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp55,6 triliun atau tumbuh 3,3% YoY, didorong oleh pertumbuhan pendapatan Digital Business Data sebesar 11,0% pada semester pertama 2026. Kinerja tersebut mencerminkan berlanjutnya pemulihan industri mobile yang didukung oleh implementasi strategi komersial secara disiplin melalui penetapan harga, optimalisasi portofolio produk, dan pengelolaan nilai pelanggan.

Sejalan dengan hal tersebut, Average Revenue Per User ARPU) mobile meningkat menjadiRp45.600 atau tumbuh 9,0% YoY. Selain itu, payload data juga terus bertumbuh seiring meningkatnya konsumsi digital masyarakat selama momen liburan sekolah dan penyelenggaraan Piala Piala Dunia, yang semakin mendorong tingginya kebutuhan pelanggan terhadap layanan data berkualitas.

Pada layanan fixed broadband, Telkomsel terus memperkuat kualitas layanan melalui kalibrasi strategis basis pelanggan.
Sebagai hasil dari upaya tersebut, jumlah pelanggan tercatat menjadi 9,5 juta dibandingkan 10,1 juta pada semester pertama 2025, dengan dampak yang terbatas terhadap pendapatan pada kuartal berjalan. Secara kuartalan, ARPU IndiHome meningkat 3,4% menjadi Rp211.000.

Adapun secara semesteran ARPU IndiHome tercatat sebesar Rp207.000, di tengah persaingan harga yang masih berlangsung di pasar. Meski demikian, rasio konvergensi terus meningkat menjadi 65%.

Langkah itu merupakan bagian dari strategi Telkom untuk membangun basis pelanggan yang lebih berkualitas, meningkatkan efektivitas monetisasi layanan, serta memperkuat pertumbuhan yang berkelanjutan.

Berbekal fondasi bisnis B2C yang semakin kuat, Telkomsel akan terus mengakselerasi strategi quality growth dengan menempatkan pengalaman pelanggan sebagai prioritas utama, sekaligus memperluas kapabilitas digital melalui pengembangan ekosistem. “Upaya tersebut akan diperkuat melalui pemanfaatan teknologi AI dan 5G, serta pengembangan solusi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan individu maupun pelaku usaha yang terus berkembang,” ujar Dian.                               Berbagai inisiatif itu diharapkan semakin memperkuat posisi Telkomsel sebagai pemimpin pasar sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.

# Penguatan Infrastruktur Digital Dorong Akselerasi Pertumbuhan Segmen B2B #

Total pendapatan Segmen B2B Infrastructure tumbuh 19,0% YoY menjadi Rp33,1 triliun pada semester pertama 2026, dengan pendapatan eksternal meningkat 4,9% YoY menjadi Rp4,7 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan pendapatan Data, Internet, dan IT Service.

Pada bisnis menara telekomunikasi dan Fiber-to-the-Tower (FTTT), Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp4,7 triliun atau tumbuh 2,1% YoY, dengan Tower-Related Business tetap menjadi penopang utama pendapatan. Selain itu, total tenant meningkat menjadi 63.866 atau tumbuh 4,9% YoY sehingga mendorong rasio penyewaan (tenancy ratio) menara menjadi 1,57x.

Pada bisnis data center, Telkom terus memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital regional melalui NeutraDC.

Didukung meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur digital, Perseroan terus memperkuat bisnis ini melalui inisiatif konsolidasi yang akan menjadikan NeutraDC sebagai pengelola terpusat seluruh aset data center TelkomGroup.

Menurut dia, langkah tersebut diharapkan mampu memperluas layanan, mengoptimalkan monetisasi aset, serta mendorong pertumbuhan melalui kolaborasi dengan mitra strategis. Sementara pada Segmen B2B ICT, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp7,3 triliun, tumbuh 35,7% QoQ meskipun masih terdampak oleh proses restrukturisasi portofolio dan streamlining yang tengah berlangsung.

Pada Segmen International Business, pendapatan tercatat sebesar Rp5,7 triliun pada periode ini.                                                         Seiring pergeseran portofolio bisnis menuju layanan konektivitas dan solusi digital dengan margin yang lebih tinggi serta berkurangnya ketergantungan pada bisnis traditional voice hubbing, Perseroan optimistis langkah tersebut akan mendorong peningkatan margin EBITDA dalam beberapa tahun ke depan.

Saat ini, permintaan terhadap kapasitas baru kabel bawah laut internasional terus meningkat, didorong oleh dinamika geopolitik global serta kebutuhan berbagai perusahaan teknologi besar dunia dalam mendukung adopsi teknologi AI.

# Konsisten Transformasi Perusahaan untuk Penciptaan Nilai di Masa Depan #

Eksekusi strategi TLKM 30 pada semester pertama 2026 menunjukkan kemajuan yang signifikan pada keempat pilar transformasi. Dari sisi Operational & Service Excellence, Perseroan melaporkan pertumbuhan arus kas operasional sebesar 9,5% YoY serta terus meningkatkan efisiensi biaya operasional (OPEX) dan menerapkan pengelolaan belanja modal (CAPEX) secara prudent.

Selain itu, implementasi Early Retirement Program (ERP) yang disertai mobilitas karyawan sebagai bagian dari upaya perampingan bisnis turut meningkatkan efektivitas pengelolaan biaya pegawai. Di sisi lain, Perseroan juga menuntaskan Streamlining terhadap 10 entitas sebagai upaya menyederhanakan struktur grup dan penataan portofolio bisnis.

Melalui skema divestasi, merger, dan likuidasi, langkah itu semakin memperkuat fokus Telkom pada bisnis inti serta membangun organisasi yang lebih tangkas. Sejalan dengan upaya tersebut, Perseroan merealisasikan belanja modal sebesar Rp10,8 triliun, dimana lebih dari 96% difokuskan pada pengembangan area bisnis prioritas di segmen B2C, B2B Infrastructure, dan International Business.

Implementasi pilar Unlock Value juga terus mencatatkan kemajuan.
Sepanjang semester pertama 2026, Telkom telah menyelesaikan sejumlah tahapan persiapan strategis dalam pelaksanaan pengalihan aset InfraNexia Tahap 2, yang hingga kini tetap berjalan sesuai rencana dan ditargetkan rampung pada semester kedua 2026.
Pada pilar Modus-operandi Shift, Telkom terus memperkuat implementasi model Strategic Hold-Co melalui pengelolaan portofolio dan operasional bisnis yang terintegrasi pada empat segmen bisnis utama.
Dia menegaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan akan sangat ditentukan oleh kekuatan infrastruktur digital yang kita bangun hari ini.
“Oleh karena itu, Telkom sebagai bagian dari Danantara Indonesia akan terus mengakselerasi transformasi dan memperkuat investasi pada kapabilitas digital guna menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus menjadi katalis pertumbuhan lintas sektor dan memperkuat ketahanan ekonomi digital nasional,”ujar Dian. (lis)

 

 

 

 

 

Medan, 1/8 (indonesiaaktual.com) – Menutup semester pertama tahun 2026, Telkom berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun, tumbuh 3,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY).
“Sejalan dengan kinerja tersebut, EBITDA Perseroan meningkat 3,8% YoY menjadi Rp37,5 triliun dengan EBITDA margin sebesar 49,4%,” ujar Direktur Utama Telkom.Dian Siswarini di Jakarta, Sabtu (8/7)
Menurut dia, laba bersih juga tumbuh 1,4% YoY menjadi Rp10,6 triliun, dengan margin laba bersih sebesar 14,0%.
Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp11,3 triliun atau tumbuh 6,2% YoY, dengan margin sebesar 14,9%, mencerminkan ketahanan kinerja operasional Perseroan yang didukung oleh pemulihan bisnis mobile.

Dian menyebutkan, Perseroan juga membukukan arus kas operasional yang kuat sebesar Rp34,9 triliun atau tumbuh 7,0% YoY, didukung oleh implementasi program efisiensi berkelanjutan serta disiplin dalam pengelolaan biaya.
“Komitmen dan dedikasi kami dalam mengakselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30 tercermin dari pertumbuhan yang berhasil kami capai pada semester pertama tahun ini. Pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme kami untuk terus mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia,” ujar Dian Siswarini.

# Profitabilitas Segmen B2C Kian Kuat, Laba Bersih Meningkat 8.3% YoY #

Pada Segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband), Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp55,6 triliun atau tumbuh 3,3% YoY, didorong oleh pertumbuhan pendapatan Digital Business Data sebesar 11,0% pada semester pertama 2026. Kinerja tersebut mencerminkan berlanjutnya pemulihan industri mobile yang didukung oleh implementasi strategi komersial secara disiplin melalui penetapan harga, optimalisasi portofolio produk, dan pengelolaan nilai pelanggan.

Sejalan dengan hal tersebut, Average Revenue Per User ARPU) mobile meningkat menjadiRp45.600 atau tumbuh 9,0% YoY. Selain itu, payload data juga terus bertumbuh seiring meningkatnya konsumsi digital masyarakat selama momen liburan sekolah dan penyelenggaraan Piala Piala Dunia, yang semakin mendorong tingginya kebutuhan pelanggan terhadap layanan data berkualitas.

Pada layanan fixed broadband, Telkomsel terus memperkuat kualitas layanan melalui kalibrasi strategis basis pelanggan.
Sebagai hasil dari upaya tersebut, jumlah pelanggan tercatat menjadi 9,5 juta dibandingkan 10,1 juta pada semester pertama 2025, dengan dampak yang terbatas terhadap pendapatan pada kuartal berjalan. Secara kuartalan, ARPU IndiHome meningkat 3,4% menjadi Rp211.000.

Adapun secara semesteran ARPU IndiHome tercatat sebesar Rp207.000, di tengah persaingan harga yang masih berlangsung di pasar. Meski demikian, rasio konvergensi terus meningkat menjadi 65%.

Langkah itu merupakan bagian dari strategi Telkom untuk membangun basis pelanggan yang lebih berkualitas, meningkatkan efektivitas monetisasi layanan, serta memperkuat pertumbuhan yang berkelanjutan.

Berbekal fondasi bisnis B2C yang semakin kuat, Telkomsel akan terus mengakselerasi strategi quality growth dengan menempatkan pengalaman pelanggan sebagai prioritas utama, sekaligus memperluas kapabilitas digital melalui pengembangan ekosistem. “Upaya tersebut akan diperkuat melalui pemanfaatan teknologi AI dan 5G, serta pengembangan solusi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan individu maupun pelaku usaha yang terus berkembang,” ujar Dian.                               Berbagai inisiatif itu diharapkan semakin memperkuat posisi Telkomsel sebagai pemimpin pasar sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.

# Penguatan Infrastruktur Digital Dorong Akselerasi Pertumbuhan Segmen B2B #

Total pendapatan Segmen B2B Infrastructure tumbuh 19,0% YoY menjadi Rp33,1 triliun pada semester pertama 2026, dengan pendapatan eksternal meningkat 4,9% YoY menjadi Rp4,7 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan pendapatan Data, Internet, dan IT Service.

Pada bisnis menara telekomunikasi dan Fiber-to-the-Tower (FTTT), Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp4,7 triliun atau tumbuh 2,1% YoY, dengan Tower-Related Business tetap menjadi penopang utama pendapatan. Selain itu, total tenant meningkat menjadi 63.866 atau tumbuh 4,9% YoY sehingga mendorong rasio penyewaan (tenancy ratio) menara menjadi 1,57x.

Pada bisnis data center, Telkom terus memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital regional melalui NeutraDC.

Didukung meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur digital, Perseroan terus memperkuat bisnis ini melalui inisiatif konsolidasi yang akan menjadikan NeutraDC sebagai pengelola terpusat seluruh aset data center TelkomGroup.

Menurut dia, langkah tersebut diharapkan mampu memperluas layanan, mengoptimalkan monetisasi aset, serta mendorong pertumbuhan melalui kolaborasi dengan mitra strategis. Sementara pada Segmen B2B ICT, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp7,3 triliun, tumbuh 35,7% QoQ meskipun masih terdampak oleh proses restrukturisasi portofolio dan streamlining yang tengah berlangsung.

Pada Segmen International Business, pendapatan tercatat sebesar Rp5,7 triliun pada periode ini.                                                         Seiring pergeseran portofolio bisnis menuju layanan konektivitas dan solusi digital dengan margin yang lebih tinggi serta berkurangnya ketergantungan pada bisnis traditional voice hubbing, Perseroan optimistis langkah tersebut akan mendorong peningkatan margin EBITDA dalam beberapa tahun ke depan.

Saat ini, permintaan terhadap kapasitas baru kabel bawah laut internasional terus meningkat, didorong oleh dinamika geopolitik global serta kebutuhan berbagai perusahaan teknologi besar dunia dalam mendukung adopsi teknologi AI.

# Konsisten Transformasi Perusahaan untuk Penciptaan Nilai di Masa Depan #

Eksekusi strategi TLKM 30 pada semester pertama 2026 menunjukkan kemajuan yang signifikan pada keempat pilar transformasi. Dari sisi Operational & Service Excellence, Perseroan melaporkan pertumbuhan arus kas operasional sebesar 9,5% YoY serta terus meningkatkan efisiensi biaya operasional (OPEX) dan menerapkan pengelolaan belanja modal (CAPEX) secara prudent.

Selain itu, implementasi Early Retirement Program (ERP) yang disertai mobilitas karyawan sebagai bagian dari upaya perampingan bisnis turut meningkatkan efektivitas pengelolaan biaya pegawai. Di sisi lain, Perseroan juga menuntaskan Streamlining terhadap 10 entitas sebagai upaya menyederhanakan struktur grup dan penataan portofolio bisnis.

Melalui skema divestasi, merger, dan likuidasi, langkah itu semakin memperkuat fokus Telkom pada bisnis inti serta membangun organisasi yang lebih tangkas. Sejalan dengan upaya tersebut, Perseroan merealisasikan belanja modal sebesar Rp10,8 triliun, dimana lebih dari 96% difokuskan pada pengembangan area bisnis prioritas di segmen B2C, B2B Infrastructure, dan International Business.

Implementasi pilar Unlock Value juga terus mencatatkan kemajuan.
Sepanjang semester pertama 2026, Telkom telah menyelesaikan sejumlah tahapan persiapan strategis dalam pelaksanaan pengalihan aset InfraNexia Tahap 2, yang hingga kini tetap berjalan sesuai rencana dan ditargetkan rampung pada semester kedua 2026.
Pada pilar Modus-operandi Shift, Telkom terus memperkuat implementasi model Strategic Hold-Co melalui pengelolaan portofolio dan operasional bisnis yang terintegrasi pada empat segmen bisnis utama.
Dia menegaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan akan sangat ditentukan oleh kekuatan infrastruktur digital yang kita bangun hari ini.
“Oleh karena itu, Telkom sebagai bagian dari Danantara Indonesia akan terus mengakselerasi transformasi dan memperkuat investasi pada kapabilitas digital guna menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus menjadi katalis pertumbuhan lintas sektor dan memperkuat ketahanan ekonomi digital nasional,”ujar Dian. (lis)

 

 

 

 

 

Medan, 1/8 (indonesiaaktual.com) – Menutup semester pertama tahun 2026, Telkom berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun, tumbuh 3,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY).
“Sejalan dengan kinerja tersebut, EBITDA Perseroan meningkat 3,8% YoY menjadi Rp37,5 triliun dengan EBITDA margin sebesar 49,4%,” ujar Direktur Utama Telkom.Dian Siswarini di Jakarta, Sabtu (8/7)
Menurut dia, laba bersih juga tumbuh 1,4% YoY menjadi Rp10,6 triliun, dengan margin laba bersih sebesar 14,0%.
Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp11,3 triliun atau tumbuh 6,2% YoY, dengan margin sebesar 14,9%, mencerminkan ketahanan kinerja operasional Perseroan yang didukung oleh pemulihan bisnis mobile.

Dian menyebutkan, Perseroan juga membukukan arus kas operasional yang kuat sebesar Rp34,9 triliun atau tumbuh 7,0% YoY, didukung oleh implementasi program efisiensi berkelanjutan serta disiplin dalam pengelolaan biaya.
“Komitmen dan dedikasi kami dalam mengakselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30 tercermin dari pertumbuhan yang berhasil kami capai pada semester pertama tahun ini. Pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme kami untuk terus mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia,” ujar Dian Siswarini.

# Profitabilitas Segmen B2C Kian Kuat, Laba Bersih Meningkat 8.3% YoY #

Pada Segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband), Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp55,6 triliun atau tumbuh 3,3% YoY, didorong oleh pertumbuhan pendapatan Digital Business Data sebesar 11,0% pada semester pertama 2026. Kinerja tersebut mencerminkan berlanjutnya pemulihan industri mobile yang didukung oleh implementasi strategi komersial secara disiplin melalui penetapan harga, optimalisasi portofolio produk, dan pengelolaan nilai pelanggan.

Sejalan dengan hal tersebut, Average Revenue Per User ARPU) mobile meningkat menjadiRp45.600 atau tumbuh 9,0% YoY. Selain itu, payload data juga terus bertumbuh seiring meningkatnya konsumsi digital masyarakat selama momen liburan sekolah dan penyelenggaraan Piala Piala Dunia, yang semakin mendorong tingginya kebutuhan pelanggan terhadap layanan data berkualitas.

Pada layanan fixed broadband, Telkomsel terus memperkuat kualitas layanan melalui kalibrasi strategis basis pelanggan.
Sebagai hasil dari upaya tersebut, jumlah pelanggan tercatat menjadi 9,5 juta dibandingkan 10,1 juta pada semester pertama 2025, dengan dampak yang terbatas terhadap pendapatan pada kuartal berjalan. Secara kuartalan, ARPU IndiHome meningkat 3,4% menjadi Rp211.000.

Adapun secara semesteran ARPU IndiHome tercatat sebesar Rp207.000, di tengah persaingan harga yang masih berlangsung di pasar. Meski demikian, rasio konvergensi terus meningkat menjadi 65%.

Langkah itu merupakan bagian dari strategi Telkom untuk membangun basis pelanggan yang lebih berkualitas, meningkatkan efektivitas monetisasi layanan, serta memperkuat pertumbuhan yang berkelanjutan.

Berbekal fondasi bisnis B2C yang semakin kuat, Telkomsel akan terus mengakselerasi strategi quality growth dengan menempatkan pengalaman pelanggan sebagai prioritas utama, sekaligus memperluas kapabilitas digital melalui pengembangan ekosistem. “Upaya tersebut akan diperkuat melalui pemanfaatan teknologi AI dan 5G, serta pengembangan solusi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan individu maupun pelaku usaha yang terus berkembang,” ujar Dian.                               Berbagai inisiatif itu diharapkan semakin memperkuat posisi Telkomsel sebagai pemimpin pasar sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.

# Penguatan Infrastruktur Digital Dorong Akselerasi Pertumbuhan Segmen B2B #

Total pendapatan Segmen B2B Infrastructure tumbuh 19,0% YoY menjadi Rp33,1 triliun pada semester pertama 2026, dengan pendapatan eksternal meningkat 4,9% YoY menjadi Rp4,7 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan pendapatan Data, Internet, dan IT Service.

Pada bisnis menara telekomunikasi dan Fiber-to-the-Tower (FTTT), Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp4,7 triliun atau tumbuh 2,1% YoY, dengan Tower-Related Business tetap menjadi penopang utama pendapatan. Selain itu, total tenant meningkat menjadi 63.866 atau tumbuh 4,9% YoY sehingga mendorong rasio penyewaan (tenancy ratio) menara menjadi 1,57x.

Pada bisnis data center, Telkom terus memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital regional melalui NeutraDC.

Didukung meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur digital, Perseroan terus memperkuat bisnis ini melalui inisiatif konsolidasi yang akan menjadikan NeutraDC sebagai pengelola terpusat seluruh aset data center TelkomGroup.

Menurut dia, langkah tersebut diharapkan mampu memperluas layanan, mengoptimalkan monetisasi aset, serta mendorong pertumbuhan melalui kolaborasi dengan mitra strategis. Sementara pada Segmen B2B ICT, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp7,3 triliun, tumbuh 35,7% QoQ meskipun masih terdampak oleh proses restrukturisasi portofolio dan streamlining yang tengah berlangsung.

Pada Segmen International Business, pendapatan tercatat sebesar Rp5,7 triliun pada periode ini.                                                         Seiring pergeseran portofolio bisnis menuju layanan konektivitas dan solusi digital dengan margin yang lebih tinggi serta berkurangnya ketergantungan pada bisnis traditional voice hubbing, Perseroan optimistis langkah tersebut akan mendorong peningkatan margin EBITDA dalam beberapa tahun ke depan.

Saat ini, permintaan terhadap kapasitas baru kabel bawah laut internasional terus meningkat, didorong oleh dinamika geopolitik global serta kebutuhan berbagai perusahaan teknologi besar dunia dalam mendukung adopsi teknologi AI.

# Konsisten Transformasi Perusahaan untuk Penciptaan Nilai di Masa Depan #

Eksekusi strategi TLKM 30 pada semester pertama 2026 menunjukkan kemajuan yang signifikan pada keempat pilar transformasi. Dari sisi Operational & Service Excellence, Perseroan melaporkan pertumbuhan arus kas operasional sebesar 9,5% YoY serta terus meningkatkan efisiensi biaya operasional (OPEX) dan menerapkan pengelolaan belanja modal (CAPEX) secara prudent.

Selain itu, implementasi Early Retirement Program (ERP) yang disertai mobilitas karyawan sebagai bagian dari upaya perampingan bisnis turut meningkatkan efektivitas pengelolaan biaya pegawai. Di sisi lain, Perseroan juga menuntaskan Streamlining terhadap 10 entitas sebagai upaya menyederhanakan struktur grup dan penataan portofolio bisnis.

Melalui skema divestasi, merger, dan likuidasi, langkah itu semakin memperkuat fokus Telkom pada bisnis inti serta membangun organisasi yang lebih tangkas. Sejalan dengan upaya tersebut, Perseroan merealisasikan belanja modal sebesar Rp10,8 triliun, dimana lebih dari 96% difokuskan pada pengembangan area bisnis prioritas di segmen B2C, B2B Infrastructure, dan International Business.

Implementasi pilar Unlock Value juga terus mencatatkan kemajuan.
Sepanjang semester pertama 2026, Telkom telah menyelesaikan sejumlah tahapan persiapan strategis dalam pelaksanaan pengalihan aset InfraNexia Tahap 2, yang hingga kini tetap berjalan sesuai rencana dan ditargetkan rampung pada semester kedua 2026.
Pada pilar Modus-operandi Shift, Telkom terus memperkuat implementasi model Strategic Hold-Co melalui pengelolaan portofolio dan operasional bisnis yang terintegrasi pada empat segmen bisnis utama.
Dia menegaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan akan sangat ditentukan oleh kekuatan infrastruktur digital yang kita bangun hari ini.
“Oleh karena itu, Telkom sebagai bagian dari Danantara Indonesia akan terus mengakselerasi transformasi dan memperkuat investasi pada kapabilitas digital guna menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus menjadi katalis pertumbuhan lintas sektor dan memperkuat ketahanan ekonomi digital nasional,”ujar Dian. (lis)

 

 

 

 

 

Medan, 1/8 (indonesiaaktual.com) – Menutup semester pertama tahun 2026, Telkom berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun, tumbuh 3,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY).
“Sejalan dengan kinerja tersebut, EBITDA Perseroan meningkat 3,8% YoY menjadi Rp37,5 triliun dengan EBITDA margin sebesar 49,4%,” ujar Direktur Utama Telkom.Dian Siswarini di Jakarta, Sabtu (8/7)
Menurut dia, laba bersih juga tumbuh 1,4% YoY menjadi Rp10,6 triliun, dengan margin laba bersih sebesar 14,0%.
Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp11,3 triliun atau tumbuh 6,2% YoY, dengan margin sebesar 14,9%, mencerminkan ketahanan kinerja operasional Perseroan yang didukung oleh pemulihan bisnis mobile.

Dian menyebutkan, Perseroan juga membukukan arus kas operasional yang kuat sebesar Rp34,9 triliun atau tumbuh 7,0% YoY, didukung oleh implementasi program efisiensi berkelanjutan serta disiplin dalam pengelolaan biaya.
“Komitmen dan dedikasi kami dalam mengakselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30 tercermin dari pertumbuhan yang berhasil kami capai pada semester pertama tahun ini. Pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme kami untuk terus mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia,” ujar Dian Siswarini.

# Profitabilitas Segmen B2C Kian Kuat, Laba Bersih Meningkat 8.3% YoY #

Pada Segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband), Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp55,6 triliun atau tumbuh 3,3% YoY, didorong oleh pertumbuhan pendapatan Digital Business Data sebesar 11,0% pada semester pertama 2026. Kinerja tersebut mencerminkan berlanjutnya pemulihan industri mobile yang didukung oleh implementasi strategi komersial secara disiplin melalui penetapan harga, optimalisasi portofolio produk, dan pengelolaan nilai pelanggan.

Sejalan dengan hal tersebut, Average Revenue Per User ARPU) mobile meningkat menjadiRp45.600 atau tumbuh 9,0% YoY. Selain itu, payload data juga terus bertumbuh seiring meningkatnya konsumsi digital masyarakat selama momen liburan sekolah dan penyelenggaraan Piala Piala Dunia, yang semakin mendorong tingginya kebutuhan pelanggan terhadap layanan data berkualitas.

Pada layanan fixed broadband, Telkomsel terus memperkuat kualitas layanan melalui kalibrasi strategis basis pelanggan.
Sebagai hasil dari upaya tersebut, jumlah pelanggan tercatat menjadi 9,5 juta dibandingkan 10,1 juta pada semester pertama 2025, dengan dampak yang terbatas terhadap pendapatan pada kuartal berjalan. Secara kuartalan, ARPU IndiHome meningkat 3,4% menjadi Rp211.000.

Adapun secara semesteran ARPU IndiHome tercatat sebesar Rp207.000, di tengah persaingan harga yang masih berlangsung di pasar. Meski demikian, rasio konvergensi terus meningkat menjadi 65%.

Langkah itu merupakan bagian dari strategi Telkom untuk membangun basis pelanggan yang lebih berkualitas, meningkatkan efektivitas monetisasi layanan, serta memperkuat pertumbuhan yang berkelanjutan.

Berbekal fondasi bisnis B2C yang semakin kuat, Telkomsel akan terus mengakselerasi strategi quality growth dengan menempatkan pengalaman pelanggan sebagai prioritas utama, sekaligus memperluas kapabilitas digital melalui pengembangan ekosistem. “Upaya tersebut akan diperkuat melalui pemanfaatan teknologi AI dan 5G, serta pengembangan solusi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan individu maupun pelaku usaha yang terus berkembang,” ujar Dian.                               Berbagai inisiatif itu diharapkan semakin memperkuat posisi Telkomsel sebagai pemimpin pasar sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.

# Penguatan Infrastruktur Digital Dorong Akselerasi Pertumbuhan Segmen B2B #

Total pendapatan Segmen B2B Infrastructure tumbuh 19,0% YoY menjadi Rp33,1 triliun pada semester pertama 2026, dengan pendapatan eksternal meningkat 4,9% YoY menjadi Rp4,7 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan pendapatan Data, Internet, dan IT Service.

Pada bisnis menara telekomunikasi dan Fiber-to-the-Tower (FTTT), Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp4,7 triliun atau tumbuh 2,1% YoY, dengan Tower-Related Business tetap menjadi penopang utama pendapatan. Selain itu, total tenant meningkat menjadi 63.866 atau tumbuh 4,9% YoY sehingga mendorong rasio penyewaan (tenancy ratio) menara menjadi 1,57x.

Pada bisnis data center, Telkom terus memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital regional melalui NeutraDC.

Didukung meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur digital, Perseroan terus memperkuat bisnis ini melalui inisiatif konsolidasi yang akan menjadikan NeutraDC sebagai pengelola terpusat seluruh aset data center TelkomGroup.

Menurut dia, langkah tersebut diharapkan mampu memperluas layanan, mengoptimalkan monetisasi aset, serta mendorong pertumbuhan melalui kolaborasi dengan mitra strategis. Sementara pada Segmen B2B ICT, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp7,3 triliun, tumbuh 35,7% QoQ meskipun masih terdampak oleh proses restrukturisasi portofolio dan streamlining yang tengah berlangsung.

Pada Segmen International Business, pendapatan tercatat sebesar Rp5,7 triliun pada periode ini.                                                         Seiring pergeseran portofolio bisnis menuju layanan konektivitas dan solusi digital dengan margin yang lebih tinggi serta berkurangnya ketergantungan pada bisnis traditional voice hubbing, Perseroan optimistis langkah tersebut akan mendorong peningkatan margin EBITDA dalam beberapa tahun ke depan.

Saat ini, permintaan terhadap kapasitas baru kabel bawah laut internasional terus meningkat, didorong oleh dinamika geopolitik global serta kebutuhan berbagai perusahaan teknologi besar dunia dalam mendukung adopsi teknologi AI.

# Konsisten Transformasi Perusahaan untuk Penciptaan Nilai di Masa Depan #

Eksekusi strategi TLKM 30 pada semester pertama 2026 menunjukkan kemajuan yang signifikan pada keempat pilar transformasi. Dari sisi Operational & Service Excellence, Perseroan melaporkan pertumbuhan arus kas operasional sebesar 9,5% YoY serta terus meningkatkan efisiensi biaya operasional (OPEX) dan menerapkan pengelolaan belanja modal (CAPEX) secara prudent.

Selain itu, implementasi Early Retirement Program (ERP) yang disertai mobilitas karyawan sebagai bagian dari upaya perampingan bisnis turut meningkatkan efektivitas pengelolaan biaya pegawai. Di sisi lain, Perseroan juga menuntaskan Streamlining terhadap 10 entitas sebagai upaya menyederhanakan struktur grup dan penataan portofolio bisnis.

Melalui skema divestasi, merger, dan likuidasi, langkah itu semakin memperkuat fokus Telkom pada bisnis inti serta membangun organisasi yang lebih tangkas. Sejalan dengan upaya tersebut, Perseroan merealisasikan belanja modal sebesar Rp10,8 triliun, dimana lebih dari 96% difokuskan pada pengembangan area bisnis prioritas di segmen B2C, B2B Infrastructure, dan International Business.

Implementasi pilar Unlock Value juga terus mencatatkan kemajuan.
Sepanjang semester pertama 2026, Telkom telah menyelesaikan sejumlah tahapan persiapan strategis dalam pelaksanaan pengalihan aset InfraNexia Tahap 2, yang hingga kini tetap berjalan sesuai rencana dan ditargetkan rampung pada semester kedua 2026.
Pada pilar Modus-operandi Shift, Telkom terus memperkuat implementasi model Strategic Hold-Co melalui pengelolaan portofolio dan operasional bisnis yang terintegrasi pada empat segmen bisnis utama.
Dia menegaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan akan sangat ditentukan oleh kekuatan infrastruktur digital yang kita bangun hari ini.
“Oleh karena itu, Telkom sebagai bagian dari Danantara Indonesia akan terus mengakselerasi transformasi dan memperkuat investasi pada kapabilitas digital guna menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus menjadi katalis pertumbuhan lintas sektor dan memperkuat ketahanan ekonomi digital nasional,”ujar Dian. (lis)

 

 

 

 

 

Medan, 1/8 (indonesiaaktual.com) – Menutup semester pertama tahun 2026, Telkom berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun, tumbuh 3,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY).
“Sejalan dengan kinerja tersebut, EBITDA Perseroan meningkat 3,8% YoY menjadi Rp37,5 triliun dengan EBITDA margin sebesar 49,4%,” ujar Direktur Utama Telkom.Dian Siswarini di Jakarta, Sabtu (8/7)
Menurut dia, laba bersih juga tumbuh 1,4% YoY menjadi Rp10,6 triliun, dengan margin laba bersih sebesar 14,0%.
Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp11,3 triliun atau tumbuh 6,2% YoY, dengan margin sebesar 14,9%, mencerminkan ketahanan kinerja operasional Perseroan yang didukung oleh pemulihan bisnis mobile.

Dian menyebutkan, Perseroan juga membukukan arus kas operasional yang kuat sebesar Rp34,9 triliun atau tumbuh 7,0% YoY, didukung oleh implementasi program efisiensi berkelanjutan serta disiplin dalam pengelolaan biaya.
“Komitmen dan dedikasi kami dalam mengakselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30 tercermin dari pertumbuhan yang berhasil kami capai pada semester pertama tahun ini. Pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme kami untuk terus mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia,” ujar Dian Siswarini.

# Profitabilitas Segmen B2C Kian Kuat, Laba Bersih Meningkat 8.3% YoY #

Pada Segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband), Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp55,6 triliun atau tumbuh 3,3% YoY, didorong oleh pertumbuhan pendapatan Digital Business Data sebesar 11,0% pada semester pertama 2026. Kinerja tersebut mencerminkan berlanjutnya pemulihan industri mobile yang didukung oleh implementasi strategi komersial secara disiplin melalui penetapan harga, optimalisasi portofolio produk, dan pengelolaan nilai pelanggan.

Sejalan dengan hal tersebut, Average Revenue Per User ARPU) mobile meningkat menjadiRp45.600 atau tumbuh 9,0% YoY. Selain itu, payload data juga terus bertumbuh seiring meningkatnya konsumsi digital masyarakat selama momen liburan sekolah dan penyelenggaraan Piala Piala Dunia, yang semakin mendorong tingginya kebutuhan pelanggan terhadap layanan data berkualitas.

Pada layanan fixed broadband, Telkomsel terus memperkuat kualitas layanan melalui kalibrasi strategis basis pelanggan.
Sebagai hasil dari upaya tersebut, jumlah pelanggan tercatat menjadi 9,5 juta dibandingkan 10,1 juta pada semester pertama 2025, dengan dampak yang terbatas terhadap pendapatan pada kuartal berjalan. Secara kuartalan, ARPU IndiHome meningkat 3,4% menjadi Rp211.000.

Adapun secara semesteran ARPU IndiHome tercatat sebesar Rp207.000, di tengah persaingan harga yang masih berlangsung di pasar. Meski demikian, rasio konvergensi terus meningkat menjadi 65%.

Langkah itu merupakan bagian dari strategi Telkom untuk membangun basis pelanggan yang lebih berkualitas, meningkatkan efektivitas monetisasi layanan, serta memperkuat pertumbuhan yang berkelanjutan.

Berbekal fondasi bisnis B2C yang semakin kuat, Telkomsel akan terus mengakselerasi strategi quality growth dengan menempatkan pengalaman pelanggan sebagai prioritas utama, sekaligus memperluas kapabilitas digital melalui pengembangan ekosistem. “Upaya tersebut akan diperkuat melalui pemanfaatan teknologi AI dan 5G, serta pengembangan solusi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan individu maupun pelaku usaha yang terus berkembang,” ujar Dian.                               Berbagai inisiatif itu diharapkan semakin memperkuat posisi Telkomsel sebagai pemimpin pasar sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.

# Penguatan Infrastruktur Digital Dorong Akselerasi Pertumbuhan Segmen B2B #

Total pendapatan Segmen B2B Infrastructure tumbuh 19,0% YoY menjadi Rp33,1 triliun pada semester pertama 2026, dengan pendapatan eksternal meningkat 4,9% YoY menjadi Rp4,7 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan pendapatan Data, Internet, dan IT Service.

Pada bisnis menara telekomunikasi dan Fiber-to-the-Tower (FTTT), Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp4,7 triliun atau tumbuh 2,1% YoY, dengan Tower-Related Business tetap menjadi penopang utama pendapatan. Selain itu, total tenant meningkat menjadi 63.866 atau tumbuh 4,9% YoY sehingga mendorong rasio penyewaan (tenancy ratio) menara menjadi 1,57x.

Pada bisnis data center, Telkom terus memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital regional melalui NeutraDC.

Didukung meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur digital, Perseroan terus memperkuat bisnis ini melalui inisiatif konsolidasi yang akan menjadikan NeutraDC sebagai pengelola terpusat seluruh aset data center TelkomGroup.

Menurut dia, langkah tersebut diharapkan mampu memperluas layanan, mengoptimalkan monetisasi aset, serta mendorong pertumbuhan melalui kolaborasi dengan mitra strategis. Sementara pada Segmen B2B ICT, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp7,3 triliun, tumbuh 35,7% QoQ meskipun masih terdampak oleh proses restrukturisasi portofolio dan streamlining yang tengah berlangsung.

Pada Segmen International Business, pendapatan tercatat sebesar Rp5,7 triliun pada periode ini.                                                         Seiring pergeseran portofolio bisnis menuju layanan konektivitas dan solusi digital dengan margin yang lebih tinggi serta berkurangnya ketergantungan pada bisnis traditional voice hubbing, Perseroan optimistis langkah tersebut akan mendorong peningkatan margin EBITDA dalam beberapa tahun ke depan.

Saat ini, permintaan terhadap kapasitas baru kabel bawah laut internasional terus meningkat, didorong oleh dinamika geopolitik global serta kebutuhan berbagai perusahaan teknologi besar dunia dalam mendukung adopsi teknologi AI.

# Konsisten Transformasi Perusahaan untuk Penciptaan Nilai di Masa Depan #

Eksekusi strategi TLKM 30 pada semester pertama 2026 menunjukkan kemajuan yang signifikan pada keempat pilar transformasi. Dari sisi Operational & Service Excellence, Perseroan melaporkan pertumbuhan arus kas operasional sebesar 9,5% YoY serta terus meningkatkan efisiensi biaya operasional (OPEX) dan menerapkan pengelolaan belanja modal (CAPEX) secara prudent.

Selain itu, implementasi Early Retirement Program (ERP) yang disertai mobilitas karyawan sebagai bagian dari upaya perampingan bisnis turut meningkatkan efektivitas pengelolaan biaya pegawai. Di sisi lain, Perseroan juga menuntaskan Streamlining terhadap 10 entitas sebagai upaya menyederhanakan struktur grup dan penataan portofolio bisnis.

Melalui skema divestasi, merger, dan likuidasi, langkah itu semakin memperkuat fokus Telkom pada bisnis inti serta membangun organisasi yang lebih tangkas. Sejalan dengan upaya tersebut, Perseroan merealisasikan belanja modal sebesar Rp10,8 triliun, dimana lebih dari 96% difokuskan pada pengembangan area bisnis prioritas di segmen B2C, B2B Infrastructure, dan International Business.

Implementasi pilar Unlock Value juga terus mencatatkan kemajuan.
Sepanjang semester pertama 2026, Telkom telah menyelesaikan sejumlah tahapan persiapan strategis dalam pelaksanaan pengalihan aset InfraNexia Tahap 2, yang hingga kini tetap berjalan sesuai rencana dan ditargetkan rampung pada semester kedua 2026.
Pada pilar Modus-operandi Shift, Telkom terus memperkuat implementasi model Strategic Hold-Co melalui pengelolaan portofolio dan operasional bisnis yang terintegrasi pada empat segmen bisnis utama.
Dia menegaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan akan sangat ditentukan oleh kekuatan infrastruktur digital yang kita bangun hari ini.
“Oleh karena itu, Telkom sebagai bagian dari Danantara Indonesia akan terus mengakselerasi transformasi dan memperkuat investasi pada kapabilitas digital guna menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus menjadi katalis pertumbuhan lintas sektor dan memperkuat ketahanan ekonomi digital nasional,”ujar Dian. (lis)

 

 

 

 

 

Medan, 1/8 (indonesiaaktual.com) – Menutup semester pertama tahun 2026, Telkom berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun, tumbuh 3,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY).
“Sejalan dengan kinerja tersebut, EBITDA Perseroan meningkat 3,8% YoY menjadi Rp37,5 triliun dengan EBITDA margin sebesar 49,4%,” ujar Direktur Utama Telkom.Dian Siswarini di Jakarta, Sabtu (8/7)
Menurut dia, laba bersih juga tumbuh 1,4% YoY menjadi Rp10,6 triliun, dengan margin laba bersih sebesar 14,0%.
Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp11,3 triliun atau tumbuh 6,2% YoY, dengan margin sebesar 14,9%, mencerminkan ketahanan kinerja operasional Perseroan yang didukung oleh pemulihan bisnis mobile.

Dian menyebutkan, Perseroan juga membukukan arus kas operasional yang kuat sebesar Rp34,9 triliun atau tumbuh 7,0% YoY, didukung oleh implementasi program efisiensi berkelanjutan serta disiplin dalam pengelolaan biaya.
“Komitmen dan dedikasi kami dalam mengakselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30 tercermin dari pertumbuhan yang berhasil kami capai pada semester pertama tahun ini. Pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme kami untuk terus mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia,” ujar Dian Siswarini.

# Profitabilitas Segmen B2C Kian Kuat, Laba Bersih Meningkat 8.3% YoY #

Pada Segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband), Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp55,6 triliun atau tumbuh 3,3% YoY, didorong oleh pertumbuhan pendapatan Digital Business Data sebesar 11,0% pada semester pertama 2026. Kinerja tersebut mencerminkan berlanjutnya pemulihan industri mobile yang didukung oleh implementasi strategi komersial secara disiplin melalui penetapan harga, optimalisasi portofolio produk, dan pengelolaan nilai pelanggan.

Sejalan dengan hal tersebut, Average Revenue Per User ARPU) mobile meningkat menjadiRp45.600 atau tumbuh 9,0% YoY. Selain itu, payload data juga terus bertumbuh seiring meningkatnya konsumsi digital masyarakat selama momen liburan sekolah dan penyelenggaraan Piala Piala Dunia, yang semakin mendorong tingginya kebutuhan pelanggan terhadap layanan data berkualitas.

Pada layanan fixed broadband, Telkomsel terus memperkuat kualitas layanan melalui kalibrasi strategis basis pelanggan.
Sebagai hasil dari upaya tersebut, jumlah pelanggan tercatat menjadi 9,5 juta dibandingkan 10,1 juta pada semester pertama 2025, dengan dampak yang terbatas terhadap pendapatan pada kuartal berjalan. Secara kuartalan, ARPU IndiHome meningkat 3,4% menjadi Rp211.000.

Adapun secara semesteran ARPU IndiHome tercatat sebesar Rp207.000, di tengah persaingan harga yang masih berlangsung di pasar. Meski demikian, rasio konvergensi terus meningkat menjadi 65%.

Langkah itu merupakan bagian dari strategi Telkom untuk membangun basis pelanggan yang lebih berkualitas, meningkatkan efektivitas monetisasi layanan, serta memperkuat pertumbuhan yang berkelanjutan.

Berbekal fondasi bisnis B2C yang semakin kuat, Telkomsel akan terus mengakselerasi strategi quality growth dengan menempatkan pengalaman pelanggan sebagai prioritas utama, sekaligus memperluas kapabilitas digital melalui pengembangan ekosistem. “Upaya tersebut akan diperkuat melalui pemanfaatan teknologi AI dan 5G, serta pengembangan solusi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan individu maupun pelaku usaha yang terus berkembang,” ujar Dian.                               Berbagai inisiatif itu diharapkan semakin memperkuat posisi Telkomsel sebagai pemimpin pasar sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.

# Penguatan Infrastruktur Digital Dorong Akselerasi Pertumbuhan Segmen B2B #

Total pendapatan Segmen B2B Infrastructure tumbuh 19,0% YoY menjadi Rp33,1 triliun pada semester pertama 2026, dengan pendapatan eksternal meningkat 4,9% YoY menjadi Rp4,7 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan pendapatan Data, Internet, dan IT Service.

Pada bisnis menara telekomunikasi dan Fiber-to-the-Tower (FTTT), Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp4,7 triliun atau tumbuh 2,1% YoY, dengan Tower-Related Business tetap menjadi penopang utama pendapatan. Selain itu, total tenant meningkat menjadi 63.866 atau tumbuh 4,9% YoY sehingga mendorong rasio penyewaan (tenancy ratio) menara menjadi 1,57x.

Pada bisnis data center, Telkom terus memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital regional melalui NeutraDC.

Didukung meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur digital, Perseroan terus memperkuat bisnis ini melalui inisiatif konsolidasi yang akan menjadikan NeutraDC sebagai pengelola terpusat seluruh aset data center TelkomGroup.

Menurut dia, langkah tersebut diharapkan mampu memperluas layanan, mengoptimalkan monetisasi aset, serta mendorong pertumbuhan melalui kolaborasi dengan mitra strategis. Sementara pada Segmen B2B ICT, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp7,3 triliun, tumbuh 35,7% QoQ meskipun masih terdampak oleh proses restrukturisasi portofolio dan streamlining yang tengah berlangsung.

Pada Segmen International Business, pendapatan tercatat sebesar Rp5,7 triliun pada periode ini.                                                         Seiring pergeseran portofolio bisnis menuju layanan konektivitas dan solusi digital dengan margin yang lebih tinggi serta berkurangnya ketergantungan pada bisnis traditional voice hubbing, Perseroan optimistis langkah tersebut akan mendorong peningkatan margin EBITDA dalam beberapa tahun ke depan.

Saat ini, permintaan terhadap kapasitas baru kabel bawah laut internasional terus meningkat, didorong oleh dinamika geopolitik global serta kebutuhan berbagai perusahaan teknologi besar dunia dalam mendukung adopsi teknologi AI.

# Konsisten Transformasi Perusahaan untuk Penciptaan Nilai di Masa Depan #

Eksekusi strategi TLKM 30 pada semester pertama 2026 menunjukkan kemajuan yang signifikan pada keempat pilar transformasi. Dari sisi Operational & Service Excellence, Perseroan melaporkan pertumbuhan arus kas operasional sebesar 9,5% YoY serta terus meningkatkan efisiensi biaya operasional (OPEX) dan menerapkan pengelolaan belanja modal (CAPEX) secara prudent.

Selain itu, implementasi Early Retirement Program (ERP) yang disertai mobilitas karyawan sebagai bagian dari upaya perampingan bisnis turut meningkatkan efektivitas pengelolaan biaya pegawai. Di sisi lain, Perseroan juga menuntaskan Streamlining terhadap 10 entitas sebagai upaya menyederhanakan struktur grup dan penataan portofolio bisnis.

Melalui skema divestasi, merger, dan likuidasi, langkah itu semakin memperkuat fokus Telkom pada bisnis inti serta membangun organisasi yang lebih tangkas. Sejalan dengan upaya tersebut, Perseroan merealisasikan belanja modal sebesar Rp10,8 triliun, dimana lebih dari 96% difokuskan pada pengembangan area bisnis prioritas di segmen B2C, B2B Infrastructure, dan International Business.

Implementasi pilar Unlock Value juga terus mencatatkan kemajuan.
Sepanjang semester pertama 2026, Telkom telah menyelesaikan sejumlah tahapan persiapan strategis dalam pelaksanaan pengalihan aset InfraNexia Tahap 2, yang hingga kini tetap berjalan sesuai rencana dan ditargetkan rampung pada semester kedua 2026.
Pada pilar Modus-operandi Shift, Telkom terus memperkuat implementasi model Strategic Hold-Co melalui pengelolaan portofolio dan operasional bisnis yang terintegrasi pada empat segmen bisnis utama.
Dia menegaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan akan sangat ditentukan oleh kekuatan infrastruktur digital yang kita bangun hari ini.
“Oleh karena itu, Telkom sebagai bagian dari Danantara Indonesia akan terus mengakselerasi transformasi dan memperkuat investasi pada kapabilitas digital guna menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus menjadi katalis pertumbuhan lintas sektor dan memperkuat ketahanan ekonomi digital nasional,”ujar Dian. (lis)

 

 

 

 

 

Medan, 1/8 (indonesiaaktual.com) – Menutup semester pertama tahun 2026, Telkom berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun, tumbuh 3,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY).
“Sejalan dengan kinerja tersebut, EBITDA Perseroan meningkat 3,8% YoY menjadi Rp37,5 triliun dengan EBITDA margin sebesar 49,4%,” ujar Direktur Utama Telkom.Dian Siswarini di Jakarta, Sabtu (8/7)
Menurut dia, laba bersih juga tumbuh 1,4% YoY menjadi Rp10,6 triliun, dengan margin laba bersih sebesar 14,0%.
Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp11,3 triliun atau tumbuh 6,2% YoY, dengan margin sebesar 14,9%, mencerminkan ketahanan kinerja operasional Perseroan yang didukung oleh pemulihan bisnis mobile.

Dian menyebutkan, Perseroan juga membukukan arus kas operasional yang kuat sebesar Rp34,9 triliun atau tumbuh 7,0% YoY, didukung oleh implementasi program efisiensi berkelanjutan serta disiplin dalam pengelolaan biaya.
“Komitmen dan dedikasi kami dalam mengakselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30 tercermin dari pertumbuhan yang berhasil kami capai pada semester pertama tahun ini. Pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme kami untuk terus mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia,” ujar Dian Siswarini.

# Profitabilitas Segmen B2C Kian Kuat, Laba Bersih Meningkat 8.3% YoY #

Pada Segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband), Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp55,6 triliun atau tumbuh 3,3% YoY, didorong oleh pertumbuhan pendapatan Digital Business Data sebesar 11,0% pada semester pertama 2026. Kinerja tersebut mencerminkan berlanjutnya pemulihan industri mobile yang didukung oleh implementasi strategi komersial secara disiplin melalui penetapan harga, optimalisasi portofolio produk, dan pengelolaan nilai pelanggan.

Sejalan dengan hal tersebut, Average Revenue Per User ARPU) mobile meningkat menjadiRp45.600 atau tumbuh 9,0% YoY. Selain itu, payload data juga terus bertumbuh seiring meningkatnya konsumsi digital masyarakat selama momen liburan sekolah dan penyelenggaraan Piala Piala Dunia, yang semakin mendorong tingginya kebutuhan pelanggan terhadap layanan data berkualitas.

Pada layanan fixed broadband, Telkomsel terus memperkuat kualitas layanan melalui kalibrasi strategis basis pelanggan.
Sebagai hasil dari upaya tersebut, jumlah pelanggan tercatat menjadi 9,5 juta dibandingkan 10,1 juta pada semester pertama 2025, dengan dampak yang terbatas terhadap pendapatan pada kuartal berjalan. Secara kuartalan, ARPU IndiHome meningkat 3,4% menjadi Rp211.000.

Adapun secara semesteran ARPU IndiHome tercatat sebesar Rp207.000, di tengah persaingan harga yang masih berlangsung di pasar. Meski demikian, rasio konvergensi terus meningkat menjadi 65%.

Langkah itu merupakan bagian dari strategi Telkom untuk membangun basis pelanggan yang lebih berkualitas, meningkatkan efektivitas monetisasi layanan, serta memperkuat pertumbuhan yang berkelanjutan.

Berbekal fondasi bisnis B2C yang semakin kuat, Telkomsel akan terus mengakselerasi strategi quality growth dengan menempatkan pengalaman pelanggan sebagai prioritas utama, sekaligus memperluas kapabilitas digital melalui pengembangan ekosistem. “Upaya tersebut akan diperkuat melalui pemanfaatan teknologi AI dan 5G, serta pengembangan solusi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan individu maupun pelaku usaha yang terus berkembang,” ujar Dian.                               Berbagai inisiatif itu diharapkan semakin memperkuat posisi Telkomsel sebagai pemimpin pasar sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.

# Penguatan Infrastruktur Digital Dorong Akselerasi Pertumbuhan Segmen B2B #

Total pendapatan Segmen B2B Infrastructure tumbuh 19,0% YoY menjadi Rp33,1 triliun pada semester pertama 2026, dengan pendapatan eksternal meningkat 4,9% YoY menjadi Rp4,7 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan pendapatan Data, Internet, dan IT Service.

Pada bisnis menara telekomunikasi dan Fiber-to-the-Tower (FTTT), Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp4,7 triliun atau tumbuh 2,1% YoY, dengan Tower-Related Business tetap menjadi penopang utama pendapatan. Selain itu, total tenant meningkat menjadi 63.866 atau tumbuh 4,9% YoY sehingga mendorong rasio penyewaan (tenancy ratio) menara menjadi 1,57x.

Pada bisnis data center, Telkom terus memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital regional melalui NeutraDC.

Didukung meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur digital, Perseroan terus memperkuat bisnis ini melalui inisiatif konsolidasi yang akan menjadikan NeutraDC sebagai pengelola terpusat seluruh aset data center TelkomGroup.

Menurut dia, langkah tersebut diharapkan mampu memperluas layanan, mengoptimalkan monetisasi aset, serta mendorong pertumbuhan melalui kolaborasi dengan mitra strategis. Sementara pada Segmen B2B ICT, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp7,3 triliun, tumbuh 35,7% QoQ meskipun masih terdampak oleh proses restrukturisasi portofolio dan streamlining yang tengah berlangsung.

Pada Segmen International Business, pendapatan tercatat sebesar Rp5,7 triliun pada periode ini.                                                         Seiring pergeseran portofolio bisnis menuju layanan konektivitas dan solusi digital dengan margin yang lebih tinggi serta berkurangnya ketergantungan pada bisnis traditional voice hubbing, Perseroan optimistis langkah tersebut akan mendorong peningkatan margin EBITDA dalam beberapa tahun ke depan.

Saat ini, permintaan terhadap kapasitas baru kabel bawah laut internasional terus meningkat, didorong oleh dinamika geopolitik global serta kebutuhan berbagai perusahaan teknologi besar dunia dalam mendukung adopsi teknologi AI.

# Konsisten Transformasi Perusahaan untuk Penciptaan Nilai di Masa Depan #

Eksekusi strategi TLKM 30 pada semester pertama 2026 menunjukkan kemajuan yang signifikan pada keempat pilar transformasi. Dari sisi Operational & Service Excellence, Perseroan melaporkan pertumbuhan arus kas operasional sebesar 9,5% YoY serta terus meningkatkan efisiensi biaya operasional (OPEX) dan menerapkan pengelolaan belanja modal (CAPEX) secara prudent.

Selain itu, implementasi Early Retirement Program (ERP) yang disertai mobilitas karyawan sebagai bagian dari upaya perampingan bisnis turut meningkatkan efektivitas pengelolaan biaya pegawai. Di sisi lain, Perseroan juga menuntaskan Streamlining terhadap 10 entitas sebagai upaya menyederhanakan struktur grup dan penataan portofolio bisnis.

Melalui skema divestasi, merger, dan likuidasi, langkah itu semakin memperkuat fokus Telkom pada bisnis inti serta membangun organisasi yang lebih tangkas. Sejalan dengan upaya tersebut, Perseroan merealisasikan belanja modal sebesar Rp10,8 triliun, dimana lebih dari 96% difokuskan pada pengembangan area bisnis prioritas di segmen B2C, B2B Infrastructure, dan International Business.

Implementasi pilar Unlock Value juga terus mencatatkan kemajuan.
Sepanjang semester pertama 2026, Telkom telah menyelesaikan sejumlah tahapan persiapan strategis dalam pelaksanaan pengalihan aset InfraNexia Tahap 2, yang hingga kini tetap berjalan sesuai rencana dan ditargetkan rampung pada semester kedua 2026.
Pada pilar Modus-operandi Shift, Telkom terus memperkuat implementasi model Strategic Hold-Co melalui pengelolaan portofolio dan operasional bisnis yang terintegrasi pada empat segmen bisnis utama.
Dia menegaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan akan sangat ditentukan oleh kekuatan infrastruktur digital yang kita bangun hari ini.
“Oleh karena itu, Telkom sebagai bagian dari Danantara Indonesia akan terus mengakselerasi transformasi dan memperkuat investasi pada kapabilitas digital guna menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus menjadi katalis pertumbuhan lintas sektor dan memperkuat ketahanan ekonomi digital nasional,”ujar Dian. (lis)

 

 

 

 

 

Previous Post

KAI Bandara Catat Pertumbuhan Penumpang KA Srilelawangsa Relasi Medan–Araskabu, Perkuat Konektivitas dan Mobilitas Masyarakat

Next Post

Pertamina Patra Niaga Regional Turunkan Harga Pertamax di Wilayah Sumbagut Mulai 1 Agustus 2026

Admin

Admin

Next Post
Pertamina Patra Niaga Regional Turunkan Harga Pertamax di Wilayah Sumbagut Mulai 1 Agustus 2026

Pertamina Patra Niaga Regional Turunkan Harga Pertamax di Wilayah Sumbagut Mulai 1 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News

13.702 Keluarga Sudah Menerima Bantuan Pascabencana Sumut

13.702 Keluarga Sudah Menerima Bantuan Pascabencana Sumut

2 Oktober 2026
CMK Gelar Guest Lecture di Universitas Ciputra, Bahas Topik Mendorong Pertumbuhan Bisnis melalui Pengembangan Talenta

CMK Gelar Guest Lecture di Universitas Ciputra, Bahas Topik Mendorong Pertumbuhan Bisnis melalui Pengembangan Talenta

2 Oktober 2026
PGN Salurkan 149 Tabung Oksigen, Dukung Pemulihan Layanan Kesehatan di Sumatera Utara dan Aceh

PGN Salurkan 149 Tabung Oksigen, Dukung Pemulihan Layanan Kesehatan di Sumatera Utara dan Aceh

2 Oktober 2026
Menyambung Ruang Jelajah Gajah Sumatera

Menyambung Ruang Jelajah Gajah Sumatera

2 Oktober 2026

Arsip

  • Oktober 2026
  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Juni 2021
  • Maret 2021
  • Februari 2021
  • Desember 2020
  • Oktober 2020
  • September 2020
  • Juli 2020
  • Juni 2020
  • April 2020
  • Maret 2020
  • Februari 2020
  • Januari 2020
  • Desember 2019
  • September 2019
  • Agustus 2019
  • Juli 2019
  • Juni 2019

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Follow Us

Browse by Category

  • Agribisnis
  • Apps
  • Award
  • Bisnis
  • Business
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Health
  • Hukum
  • Lifestyle
  • Mobile
  • Movie
  • Music
  • News
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Perbankan
  • Peristiwa
  • Politics
  • Politik
  • Review
  • Science
  • Sosok
  • Sports
  • Startup
  • Tech
  • Transportasi
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Recent News

13.702 Keluarga Sudah Menerima Bantuan Pascabencana Sumut

13.702 Keluarga Sudah Menerima Bantuan Pascabencana Sumut

2 Oktober 2026
CMK Gelar Guest Lecture di Universitas Ciputra, Bahas Topik Mendorong Pertumbuhan Bisnis melalui Pengembangan Talenta

CMK Gelar Guest Lecture di Universitas Ciputra, Bahas Topik Mendorong Pertumbuhan Bisnis melalui Pengembangan Talenta

2 Oktober 2026
  • Ketentuan Pengguna
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.