Medan, 21/9 (indonesiaaktual.com) – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan, Airin Rico Waas, Sabtu (19/9) meresmikan Gallery Torose di Komplek Ruko Citra Garden, Medan.
Peresmian yang berlangsung meriah itu menjadi momentum dalam mengangkat kekayaan budaya Karo ke panggung dunia fesyen Nusantara.
Suasana semakin semarak saat para model membawakan peragaan busana bernuansa etnik, salah satunya koleksi Torose X Ethnic by Irma Siregar.
Rangkaian busana tersebut memadukan kain tenun tradisional Karo (Uis Karo) dengan sentuhan desain modern yang dinamis tanpa menghilangkan identitas aslinya.
Airin Rico Waas dalam sambutannya, mengapresiasi kehadiran Gallery Torose.
DIa menilai langkah itu bukan sekadar pembukaan tempat usaha biasa, melainkan sebuah gerakan nyata dalam melestarikan budaya lokal.
“Budaya akan tetap hidup, kalau tidak hanya disimpan sebagai warisan, tetapi juga digunakan, dikembangkan, dan diperkenalkan dalam kehidupan sehari-hari. Saya berharap kain Uis Karo semakin dikenal dan semakin banyak dipakai oleh semua kalangan, bukan hanya dalam kegiatan adat, tetapi juga dalam berbagai kesempatan,” ujar Airin Rico Waas.
Dia juga menegaskan bahwa saat seseorang mengenakan kain tradisional, mereka tidak hanya berpakaian, tetapi juga membawa narasi, nilai-nilai, serta identitas sejarah di dalamnya.
Maka dari itu, Airin Rico Waas, mengajak masyarakat untuk bangga mengenakan wastra Nusantara.
Terlebih, produk-produk Torose telah mengantongi perlindungan Hak Cipta dan Hak Desain Industri.
“Ini membuktikan bahwa karya berbasis tradisi mampu beradaptasi dan berinovasi di era modern tanpa kehilangan akar budayanya,” ujarnya.
Airin Rico Waas mengingatkan pentingnya melestarikan budaya secara menyeluruh, mulai dari kain, musik, bahasa, hingga adat istiadat agar generasi mendatang tidak kehilangan jati diri di tengah kemajuan zaman.
“Selamat kepada keluarga besar Torose atas lokasi barunya. Semoga tempat ini membawa semangat dan rezeki yang baru, serta semakin banyak masyarakat yang mencintai tenun Karo. Kemajuan usaha akan terasa lebih bermakna jika berjalan beriringan dengan pelestarian budaya,” ujar Airin Rico Waas. (lis)









