Medan, 22/9 (indonesiaaktual.com) – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menerima tambahan 4.434 ton beras dari Jawa Timur (Jatim) untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Penambahan stok tersebut untuk memenuhi program bantuan pangan dan penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ke pasar,” ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto di Medan, Selasa (21/9).
Budi mengatakan, program bantuan pangan direncanakan kembali pada alokasi Oktober hingga Desember 2026 dengan sasaran sekitar 1,73 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
Menurut dia, kebutuhan beras untuk program tersebut mencapai sekitar 52.000 ton, sehingga tambahan pasokan dari Jatim diperlukan untuk memperkuat ketersediaan stok di gudang Bulog Sumut.
Setelah dari Jatim, akan ada pasokan dari Jakarta sebanyak 6.500 ton.
Budi menyebutkan Bulog Sumut juga menjaga ketersediaan stok beras di gudang sebanyak 41.235 ton untuk mendukung penyaluran bantuan pangan alokasi Juli hingga September 2026 serta program SPHP.
Dia menyebutkan, tambahan pasokan tersebut turut memperkuat cadangan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sumut hingga akhir 2026.
“Untuk itu, kami meyakini stok beras di Sumut dalam kondisi aman, baik untuk program SPHP maupun bantuan pangan,” ujarnya.
Bulog Sumut, kata Budi, memastikan harga beras SPHP tetap mengacu pada harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp13.100 per kilogram. (lis)






