Medan, 22/9 (indonesiaaktual.com) – PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) ruas tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat (KUTEPAT) berkolaborasi dengan PT Hakaaston selaku Jasa Layanan Operasi terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan manfaat dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yakni “Empowering UMKM Through Digital Innovation” yang dilaksanakan di Rest Area KM 99.Selasa (15/09)
Direktur Utama Hamawas, Dindin Solakhuddin di Jakarta, Selasa (22/9) mengatakan, kegiatan itu merupakan bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas dan kemandirian pelaku UMKM disabilitas agar dapat naik kelas.
Menurut dia, keterbatasan fisik bukanlah batasan untuk terus belajar, berkembang, dan berinovasi dalam mengembangkan usaha, terlebih dengan memanfaatkan peluang ekonomi melalui teknologi digital.
Para peserta mendapatkan edukasi dan pendampingan mengenai pemanfaatan platform digital untuk mendukung aktivitas usaha, mulai dari penggunaan media sosial sebagai sarana promosi, pembuatan konten sederhana, hingga pemanfaatan berbagai kanal digital untuk memperluas jangkauan pasar.
“Selain itu, kami juga memberikan paket stimulus yang dapat dimanfaatkan oleh para peserta sebagai dukungan awal dalam mengembangkan dan memulai aktivitas penjualan melalui media sosial,” ujar Dindin.
Kegiatan itu diikuti pelaku UMKM penyandang disabilitas yang berada di wilayah operasional ruas tol Kutepat.
Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari sesi edukasi, berbagi pengalaman, hingga praktik pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengembangan usaha.
Dindin berharap materi dan pendampingan yang diberikan dalam kegiatan tersebut dapat memberikan wawasan baru bagi para pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital secara tepat dan sesuai dengan kebutuhan usaha.
Dengan adanya kegiatan, diharsapkan dapat memberikan ‘insight’ baru bagi UMKM untuk semakin memahami bagaimana memanfaatkan teknologi termasuk ‘Artificial Intelligence’ (AI) secara tepat dan bijak dalam mendukung pengembangan usaha.
” Bukan hanya dapat dimanfaatkan untuk promosi, tetapi juga dapat membantu dalam menciptakan konten, mengenali kebutuhan pasar, meningkatkan efisiensi, serta membuka peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, “katanya.
Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, UMKM di sekitar ruas tol Kutepat dapat semakin berdaya saing dan memiliki usaha yang berkelanjutan.
Dindin.menegaskan, kegiatan TJSL itu sekaligus mencerminkan komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip “Environmental, Social, and Governance” (ESG), khususnya pada aspek sosial melalui pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas, serta penciptaan kesempatan yang setara bagi kelompok masyarakat, termasuk pelaku UMKM penyandang disabilitas.
Sebagai perusahaan penyedia Jasa Layanan Operasi (JLO) pada ruas tol KUTEPAT, PT Hakaaston (HKA) bertindak selaku inisiator program HKAspire x HMW Peduli : Empowering UMKM Through Digital Innovation.
Program itu disusun HKA bersama Hamawas dengan menyasar pelaku UMKM penyandang disabilitas di wilayah operasional ruas tol, mencakup penyusunan materi pelatihan, penyediaan pendampingan, serta penyaluran paket stimulus bagi para peserta.
Direktur Utama HKA, Rozi Rinjayadi, mengatakan keterlibatan HKA dalam program ini merupakan bagian dari peran perusahaan di wilayah operasional yang dikelolanya.
“Kehadiran kami di ruas tol ini tidak berhenti pada layanan operasi dan pemeliharaan. Ada masyarakat yang tinggal dan berusaha di sekitar jalan tol yang kami kelola, dan kami ingin keberadaan infrastruktur ini turut dirasakan manfaatnya oleh mereka. Karena itu program ini kami arahkan pada pelaku UMKM penyandang disabilitas, kelompok yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pelatihan dan pendampingan usaha,” ujar Rozi.
Rozi menambahkan, program tersebut sejalan dengan Asta Cita pemerintah, khususnya poin ketiga mengenai peningkatan lapangan kerja dan pengembangan kewirausahaan, poin keempat terkait penguatan peran penyandang disabilitas, serta poin keenam tentang pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
“Kami berharap pendampingan yang diberikan dapat berlanjut dan tidak berhenti pada satu kegiatan. Ke depan, HKA akan terus mengembangkan program pemberdayaan di sekitar ruas tol yang kami kelola, dengan fokus pada kelompok yang membutuhkan dukungan untuk dapat tumbuh secara mandiri,”ujar Rozi.
#Dukungan Pemerintah#
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Batu Bara, Radyansyah Fitrianda Lubis, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut yang dinilai memberikan ruang bagi pelaku UMKM penyandang disabilitas untuk mendapatkan pengetahuan dan pendampingan dalam mengembangkan usahanya.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM penyandang disabilitas untuk meningkatkan kapasitas dan mengenal lebih jauh pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha,”katanya.
Pemkab Batu Bara, ujar dia, berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi langkah awal untuk mendorong para pelaku dapat berkembang menjadi UMKM binaan yang mandiri dan produktif.
Tentunya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan para pelaku UMKM menjadi penting agar proses pendampingan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Pada kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan motivasi dan inspirasi dari Chandra Kirana, salah seorang pelaku UMKM penyandang disabilitas asal Labuhanbatu Utara berbagi pengalaman dalam membangun usaha, sekaligus memberikan semangat kepada para peserta bahwa penyandang disabilitas memiliki kesempatan dan mimpi yang sama untuk berkarya dan berwirausaha.
Selain itu, sebagai pemateri menghadirkan Hafiz Kuswara yang memberikan edukasi mengenai pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku UMKM. Materi yang disampaikan mencakup pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi serta strategi sederhana dalam mengoptimalkan jenis usaha yang dijalani. (lis)








