Medan, 8/10 (indonesiaaktual.com) – Sipoholon, Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara Sumatera Utara (Sumut) menjadi saksi kekhidmatan dan kemeriahan acara puncak perayaan Hari Jadi Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) ke-165 yang jatuh pada 7 Oktober.
Perayaan Hari Jadi HKBP itu diawali dengan ibadah terpusat di Sipoholon, sebelum dilanjutkan dengan Ibadah Raya di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Atmosfer khidmat dan sukacita membuncah di kawasan bersejarah Seminarium Sipoholon, Tapanuli Utara, Sumut.
Di hadapan para jemaat yang berkumpul memperingati perjalanan panjang sejarah gereja, sebuah rencana besar digaungkan untuk mengumpulkan ratusan ribu umat dalam satu momentum bersejarah.
“HKBP melangkah menuju puncak perayaan Ulang Tahun ke-165 dengan menyiapkan sebuah perhelatan spiritual megah berupa Ibadah Raya dan Perjamuan Kudus yang bakal memadati Stadion Utama GBK Jakarta, pada 18 Oktober 2026,”ujar Ketua Panitia Umum Nasional HUT HKBP ke-165, Dr Effendi Muara Sakti Simbolon, Rabu (7/10).
Dalam sambutannya pada ibadah perayaan di Sipoholon itu, Effendi Simbolon mengatakan, pemilihan lokasi di arena olahraga terbesar di Tanah Air tersebut bukanlah tanpa alasan mendasar. Pertumbuhan jemaat yang luar biasa besar, katanya, menjadi pertimbangan utama panitia untuk menyediakan ruang yang cukup lapang bagi lautan manusia yang ingin menyatukan doa dan pujian. Langkah itu diambil demi mengakomodasi antusiasme warga gereja yang tersebar di berbagai penjuru Nusantara hingga mancanegara.
“Kami panitia terdiri dari seluruh ruas dan yang mewakili akan menyelenggarakan Ibadah Raya dan Perjamuan Kudus di Stadion Utama GBK pada 18 Oktober 2026. Acara ibadah raya dibuka pukul 15.00 WIB,” ujar Effendi Simbolon.
Dia menjelaskan kembali mengapa acara digelar di GBK.
“Alasannnya yah karena jumlah jemaat kita memang sangat besar bahkan ada catatannya beragam, ada yang 8 juta dan Oppung (Ephorus) sering mengatakan 6,5 juta, tapi mungkin bisa lebih dari itu,” ujarnya.
Effendi menuturkan, perhelatan sakral tersebut rencananya akan dipimpin langsung oleh pimpinan tertinggi HKBP, dimana pesan keagamaan dan firman Tuhan akan disampaikan secara penuh kepemimpinan spiritual di tengah gemuruh GBK.
“Pada ibadah raya dan parmingguon Oppui Ephorus sebagai pengkotbah,” ujar Effendi.
Kemegahan perayaan itu, ujar dia, kian terasa istimewa dengan kepastian hadirnya Kepala Negara untuk menyapa langsung puluhan ribu jemaat yang hadir.
Kehadiran pemimpin tertinggi negara tersebut diharapkan menjadi penguat tali silaturahmi sekaligus pendorong semangat kebersamaan bagi seluruh umat.
Acara direncanakan akan dihadiri Presiden Indonesia seperti yang langsung diundang oleh Oppui Ephorus.
“Mudah-mudahan kehadiran Bapak Presiden akan memberikan semangat bagi kita,”ujar Effendi.
Di tengah besarnya skala acara yang membutuhkan kesiapan logistik dan finansial yang masif, panitia memastikan bahwa seluruh pendanaan perhelatan tersebut bersumber dari kepedulian serta kesukarelaan berbagai pihak yang tergerak untuk berkontribusi secara mandiri.
“Untuk pembiayaan banyak yang terpanggil menyebut hamba Allah memberikan bantuan untuk kegiatan, sehingga pembiayaan tidak lagi dari kas HKBP,”ujar Effendi.
Meskipun memang sudah dibuat zona, ujarnya, tapi panitia mengajak semua agar berbondong-bondong meramaikan ibadah memuji Tuhan agar semua mendapat berkat di dunia ini.
Dia menegaskan, segala persiapan teknis tempat dan fasilitas pendukung perayaan kolosal itu terus dimatangkan hingga tahap akhir.
Sejumlah penampilan seni dan keterlibatan para pekerja seni juga disiapkan untuk menambah kehangatan suasana perayaan di tengah ribuan jemaat yang diproyeksikan memenuhi kapasitas maksimal stadion.
Ketua Harian Panitia Nasional Perayaan HUT ke-165 HKBP, Dr Martuama Saragi, menyampaikan optimisme senada terkait kelancaran perhelatan yang siap mengukir sejarah baru tersebut.
“Seluruh sarana prasarana sudah siap dan nantinya artis-artis juga akan hadir di sana,” ujar Martuama Saragih. (lis)









