Institut Jantung Negara Perkenalkan Defibrilator Ekstravaskular Yang Unik Untuk Obati Pasien Dengan Ritme Jantung Abnormal
Medan, 28/6 (indonesiaaktual.com) -Institut Jantung Negara (IJN)
untuk yang pertama di Asia Tenggara memperkenalkan Defibrilator Ekstravaskular yang unik untuk mengobati pasien dengan ritme jantung abnormal.
“IJN, sekali lagi membuat sejarah dengan menjadi yang pertama di Asia Tenggara yang berhasil menanamkan defibrilator implan ekstravaskular baru (ICD) untuk mengobati pasien dengan irama jantung yang sangat cepat, ” ujar
Clinical Director of Electrophysiology and Implantable Device, IJN, Datuk Dr. Azlan Hussin di Malaysia, Jumat (29/6/2024).
Dia yang didampingi Chief Clinical Officer (CCO) IJN, Dr. Hasri Samion
mengatakan itu dalam pemaparan tentang Extravascular Implantable Cardioverter Defibrillator (EV-ICD) itu melalui zoom.
Menurut Datuk Dr. Azlan Hussin, perangkat pertama dari jenisnya yang dikembangkan oleh Medtronic, EV-ICD memberi harapan bagi pasien yang berisiko mengalami serangan jantung mendadak karena irama jantung cepat yang tidak normal.
.Sistem Aurora EV-ICD dirancang untuk memantau irama jantung secara terus menerus, memberikan sengatan listrik yang tepat waktu untuk mengembalikan ritme normal jantung bila perlu pada pasien yang berisiko mengalami kematian jantung mendadak.
Selain memberikan defibrilasi yang menyelamatkan jiwa dan mondar-mandir anti-takikardia dalam sistem implan tunggal, EV-ICD “melanggar” cara tradisional implantasi ICD saat ditanamkan di luar sistem peredaran darah.
Fitur unik itu memberikan keuntungan dan menawarkan opsi alternatif bagi pasien yang membutuhkan ICD, tetapi menghadapi hambatan implan ICD konvensional.
Dr Azlan menjelaskan bahwa solusi di luar kotak itu adalah alternatif dari teknik implantasi defibrilator tradisional.
“ICD konvensional biasanya memiliki petunjuk yang mengalir melalui pembuluh darah langsung ke jantung. Sementara EV-ICD memiliki keunggulan yang diposisikan di luar jantung dan pembuluh darah,” katanya.
Cara itu menghilangkan risiko komplikasi jangka panjang yang dilihat dengan timbal transvenous, seperti infeksi darah.
Termasuk mengatasi tantangan penyumbatan pembuluh darah yang mencegah penempatan timbal serta pada pasien yang membutuhkan perlindungan ICD, namun membutuhkan pelestarian integritas vaskular.
Perangkat itu terintegrasi dengan jaringan CareLink Medtronic, yang memungkinkan penyedia layanan kesehatan untuk memantau kondisi jantung pasien dari jarak jauh dan mendeteksi kemungkinan masalah dan komplikasi sejak awal.
Dalam sebuah studi yang diterbitkan yang melibatkan 356 pasien di 46 rumah sakit di seluruh dunia, EV- terbukti memiliki tingkat keberhasilan defibrilasi sebesar 98,7 persen.
Studi tersebut yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine juga menemukan bahwa perangkat tersebut memenuhi tujuan keamanannya dengan tidak memiliki sistem utama atau komplikasi prosedural enam bulan setelah implan.
“IJN selalu berada di garis depan inovasi medis, dan Aurora EV-ICD adalah buktinya,” ujar Kepala Eksekutif IJN Datuk Dr Aizai Azan bin Abdul Rahim.
Pencapaian itu semakin menggarisbawahi komitmen tanpa henti dari seluruh tim IJN untuk mendorong batas-batas apa yang dapat dilampaui.’
Saat ini IJN sudah menangani pasien dengan ritme jantung abnormal itu dengan menggunakan Defibrilator Ekstravaskular yang unik tersebut dan sedang dalam proses pemulihan.
“Sudah ada beberapa pasien lagi yang akan ditangani IJN. Pengobatannya juga tidak memakan waktu lama,”ujar Datuk Dr. Azlan Hussin. (lis)










