Medan, 30/6 (Indonesiaaktual.com) -Beautify Indonesia – Harley-Davidson Club Indonesia – We Care We Share melakukan sunat massal lagi di Medan.
“Kali ini ada 340 anak yang disunat.Lebih banyak lagi pesertanya di Juni 2024 ini, ” ujar
Pemilik Beautify Indonesia, DR. dr. Arya Tjipta, Sp.B.P.R.E., Subsp.K.M(K) di Medan, Minggu (30/6/2024).
Acara sunat massal itu dilakukan di Klinik Kecantikan Beautify Indonesia di Jalan Zainul Arifin Medan.
Menurut dia, jumlah peserta yang lebih banyak itu karena sunat massal yang dilakukan pihaknya semakin diketahui masyarakat.
Kemudian karena juga sedang libur sekolah kenaikan kelas.
“Ditambah warga non muslim juga semakin berminat mengikuti sunat massal itu. Pelaksanaan kali ini jumlah peserta non muslim ada sekitar 5 persen, “ujar Arya Tjipta.
Dia menjelaskan, dalam dua kali pelaksanaan bakti sosial di Juni 2024, ada beberapa orang diantaranya operasi bibir Sumbing
Peserta operasi bibir sumbing itu sudah berumur dewasa sekitar 15 dan 16 tahun.
Ia menegaskan, kegiatan operasi sunat massal dan operasi bibir sumbing itu murni kegiatan bakti sosial.
“Tidak ada berkaitan dengan politik. Semua murni bakti sosial, ” katanya yang didampingi Roni Harahap dari We Care We Share.
Arya mengaku akan terus melaksanakan sunat massal dengan harapan bisa mencapai 30 ribu anak.
“Hingga sekarang sunatan massal sudah mencapai lima ribuan termasuk kerja sama dengan pihak lain seperti We Care We Share, ” katanya.
Dia memastikan sunatan massal atau operasi bibir sumbing tidak memungut biaya apapun, meski pelaksanaannya dengan kualitas bagus dengan bahan premium.Bahkan anak-anak diberi makanan, termasuk ice cream dan suvenir.
Kegiatan bakti sosial yang melibatkan berbagai dokter dari Fakultas Kedokteran USU, beberapa rumah sakit serta perawat dan calon dokter.
Mewakili HDCI, dr. Nova Satria menambahkan kegiatan sunatan massal pada Hari Minggu, merupakan kegiatan lanjutan dari pelaksanaan pekan lalu.
Jumlah peserta juga semakin banyak, termasuk dari non muslim.
- Tahun ini direncanakan akan ada lagi pelaksanaan sunatan massal atau operasi bibir sumbing memanfaatkan berbagai momentum khususnya libur anak sekolah dan sebelum Puasa Ramadhan. (lis)










