Jumat, April 17, 2026
No Result
View All Result
Indonesiaaktual.com
  • Beranda
  • Agribisnis
  • Bisnis
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Perbankan
  • Politik
  • Review
  • Sosok
  • Transportasi
  • Beranda
  • Agribisnis
  • Bisnis
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Perbankan
  • Politik
  • Review
  • Sosok
  • Transportasi
No Result
View All Result
Indonesiaaktual.com

Dari Tapsel ke Davos: GJI Dorong “Huta Kopi” Jadi Rumah Branding Kopi Tapanuli Selatan di Pasar Dunia

Admin by Admin
April 17, 2026
in Bisnis
0
Dari Tapsel ke Davos: GJI Dorong “Huta Kopi” Jadi Rumah Branding Kopi Tapanuli Selatan di Pasar Dunia

Medan, 17/4 (indonesiaaktual.com) – Direktur Green Justice Indonesia, Panut Hadisiswoyo, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam pengembangan kopi sebagai komoditas unggulan daerah sekaligus instrumen pelestarian lingkungan.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan di Pusat
Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang disebut sebagai “Huta Kopi” di wilayah Tapanuli Selatan.
Menurut Panut, konsep “huta” yang berarti kampung sengaja diusung sebagai ruang bersama bagi berbagai pihak untuk berkolaborasi.
“Huta kopi ini kita jadikan sebagai rumah bersama, tempat berkolaborasi antara masyarakat, lembaga pendamping seperti LPHD, serta berbagai mitra untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan menjaga ekosistem,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Dia menjelaskan, GJI membuka ruang kolaborasi luas dengan masyarakat Tapanuli Selatan, khususnya kelompok binaan seperti Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), guna mendorong pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), termasuk kopi, agar memiliki nilai tambah.
Selain sebagai pusat aktivitas, “gerai huta” juga difungsikan sebagai ruang promosi produk-produk HHBK yang ditargetkan menembus pasar internasional.
Panut mengungkapkan, kopi Tapanuli Selatan kini mulai mendapat perhatian global.
Produk kopi dari wilayah tersebut bahkan telah diperkenalkan dalam forum internasional di Davos, Swiss, sebagai bagian dari komoditas berbasis komunitas yang potensial.
“Sekarang kita dorong branding ‘Kopi Tapsel’, mencakup kopi dari Marancar, Sipirok, dan wilayah lainnya, agar punya identitas kuat di pasar,”katanya.

Related posts

PIS & PGN Bersinergi Siapkan Ekosistem Maritim Energi Rendah Karbon

PIS & PGN Bersinergi Siapkan Ekosistem Maritim Energi Rendah Karbon

April 17, 2026
XLSMART Hadirkan Beragam Promo untuk Pelanggan, Rayakan Ulang Tahun Perdana

XLSMART Hadirkan Beragam Promo untuk Pelanggan, Rayakan Ulang Tahun Perdana

April 16, 2026

Menurut dia, kopi memiliki peluang pasar yang sangat besar karena telah menjadi bagian dari gaya hidup global lintas kelas sosial.
Fenomena “ngopi” bahkan berkembang menjadi medium interaksi sosial hingga diplomasi bisnis.
“Sekarang orang bicara usaha, diskusi, bahkan menjalin relasi banyak dimulai dari kopi. Ini peluang besar yang harus kita tangkap,”ujarnya.
Lebih dari sekadar komoditas, Panut juga menyinggung filosofi kopi sebagai simbol kehidupan.
Meski identik dengan rasa pahit dan warna hitam, kopi justru menghadirkan kehangatan, kebersamaan, dan semangat.

“Tidak semua yang pahit itu menyedihkan, dan tidak semua yang hitam itu buruk. Kopi justru menyatukan, menciptakan suasana, dan membuka ruang dialog,”katanya.
Melalui inisiatif itu, ujar Panut, GJI bersama mitra, termasuk sektor swasta, berupaya membangun ekosistem kopi yang berkelanjutan. Fokusnya tidak semata pada keuntungan komersial, melainkan sebagai proses pembelajaran dan penguatan kapasitas masyarakat.
“Kita tidak mengejar komersialisasi berlebihan. Yang penting usaha ini bisa berkelanjutan, memberi manfaat bagi masyarakat, dan menjadi ruang belajar bersama,” ujar Panut.
Ke depan, Huta Kopi diharapkan menjadi pusat interaksi, diskusi, sekaligus pengembangan pasar bagi produk-produk lokal berbasis hutan di Tapanuli Selatan.

Kepala Bidang Tahura Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tapanuli Selatan, M Arief Hasibuan, menyambut positif pembukaan Gerai Huta Kopi sebagai langkah strategis dalam mendorong pengembangan ekonomi berbasis komoditas lokal.
Dalam sambutannya pada kegiatan grand opening, Arief menilai inisiatif tersebut mencerminkan semangat kolaborasi dan ekspansi usaha kopi lokal yang kian berkembang, termasuk rencana pembukaan cabang di Padangsidimpuan.
“Semangatnya sangat terasa. Ini langkah baik untuk memperkuat pengembangan kopi dari wilayah Tapanuli Selatan, baik dari Sipirok, Marancar, maupun daerah lainnya,”ujarnya.
Dia menegaskan bahwa kopi Tapanuli Selatan memiliki potensi besar karena komoditas itu telah dikenal secara global.
Oleh karena itu, menurut diA, sinergi antar pelaku usaha, masyarakat, dan pemerintah menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing kopi daerah.

Namun demikian, Arief mengingatkan agar pengembangan sektor kopi tetap memperhatikan aspek lingkungan, terutama dalam praktik budidaya oleh petani.
“Yang perlu kita jaga adalah jangan sampai petani merambah kawasan hutan. Produksi boleh meningkat, tapi kelestarian hutan harus tetap dijaga,”katanya.
Menurut dia, keseimbangan antara peningkatan ekonomi dan pelestarian lingkungan menjadi hal penting agar manfaat dari sektor kopi dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Selain itu, ia juga menyoroti dampak positif lain dari hadirnya Gerai Huta Kopi, seperti terbukanya lapangan kerja baru dan meningkatnya aktivitas ekonomi lokal.

“Dengan adanya gerai ini, tentu akan ada penyerapan tenaga kerja dan peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar,”ujarnya.
Arief mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam inisiatif tersebut, termasuk Green Justice Indonesia dan para mitra yang mendorong pengembangan kopi berbasis masyarakat.
Dia berharap Gerai Huta Kopi dapat terus berkembang sebagai pusat promosi, kolaborasi, dan penguatan ekonomi lokal tanpa mengabaikan prinsip-prinsip keberlanjutan lingkungan.
Praktisi kopi Wahid Harahap menekankan pentingnya mentalitas dan ketekunan bagi generasi muda yang ingin terjun di sektor kopi.
Dalam sambutannya pada pembukaan Gerai Huta Kopi, dia menyampaikan bahwa filosofi kopi tidak hanya soal rasa, tetapi juga mencerminkan perjalanan hidup.
“Kopi itu hitam dan pahit. Tapi dari situ kita belajar, jangan berharap hidup manis sebelum merasakan pahitnya proses,”ujarnya.

Wahid, yang mengaku memulai usaha kopi sejak 2008, menceritakan bagaimana perjuangannya di awal tidak mudah.
Dia bahkan harus menghadapi kondisi ketika minat masyarakat terhadap kopi masih rendah.
Namun, seiring waktu, kopi justru berkembang menjadi gaya hidup dan peluang usaha yang menjanjikan, termasuk di Tapanuli Selatan dan Kota Padangsidimpuan.
Wahid juga menyebut keberhasilannya dalam ajang internasional sebagai bukti bahwa kopi daerah memiliki potensi besar.
“Pada 2017, saya meraih peringkat lima dari 172 peserta di festival kopi dunia. Ini bukti bahwa kopi kita bisa bersaing,” katanya.
Wahid berharap pengalaman tersebut bisa menjadi motivasi bagi petani dan pelaku usaha kopi, khususnya yang baru memulai di sektor HHBK.        (lis)

Previous Post

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Polda Riau dalam Menjaga Ketahanan Energi 

Next Post

Handy Luo, Travel Content Creator Asal Medan yang Konsisten Berkarya dengan Kualitas dan Cerita Berbeda 

Admin

Admin

Next Post
Handy Luo, Travel Content Creator Asal Medan yang Konsisten Berkarya dengan Kualitas dan Cerita Berbeda 

Handy Luo, Travel Content Creator Asal Medan yang Konsisten Berkarya dengan Kualitas dan Cerita Berbeda 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News

PIS & PGN Bersinergi Siapkan Ekosistem Maritim Energi Rendah Karbon

PIS & PGN Bersinergi Siapkan Ekosistem Maritim Energi Rendah Karbon

April 17, 2026
Handy Luo, Travel Content Creator Asal Medan yang Konsisten Berkarya dengan Kualitas dan Cerita Berbeda 

Handy Luo, Travel Content Creator Asal Medan yang Konsisten Berkarya dengan Kualitas dan Cerita Berbeda 

April 17, 2026
Dari Tapsel ke Davos: GJI Dorong “Huta Kopi” Jadi Rumah Branding Kopi Tapanuli Selatan di Pasar Dunia

Dari Tapsel ke Davos: GJI Dorong “Huta Kopi” Jadi Rumah Branding Kopi Tapanuli Selatan di Pasar Dunia

April 17, 2026
Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Polda Riau dalam Menjaga Ketahanan Energi 

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Polda Riau dalam Menjaga Ketahanan Energi 

April 16, 2026
Indonesiaaktual.com

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Follow Us

Browse by Category

  • Agribisnis
  • Apps
  • Award
  • Bisnis
  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Health
  • Hukum
  • Lifestyle
  • Mobile
  • Movie
  • Music
  • News
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Perbankan
  • Peristiwa
  • Politics
  • Politik
  • Review
  • Science
  • Sosok
  • Sports
  • Startup
  • Tech
  • Transportasi
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Recent News

PIS & PGN Bersinergi Siapkan Ekosistem Maritim Energi Rendah Karbon

PIS & PGN Bersinergi Siapkan Ekosistem Maritim Energi Rendah Karbon

April 17, 2026
Handy Luo, Travel Content Creator Asal Medan yang Konsisten Berkarya dengan Kualitas dan Cerita Berbeda 

Handy Luo, Travel Content Creator Asal Medan yang Konsisten Berkarya dengan Kualitas dan Cerita Berbeda 

April 17, 2026
  • Ketentuan Pengguna
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.