Medan, 27/4 (indonesiaaktual.com) – Kendaraan konvensional atau berbahan bakar minyak (BBM) masih menjadi pilihan utama konsumen di lelang JBA hingga kuartal I (Q1) 2026.
“Hingga Q1 2026, JBA mencatat telah melelang lebih dari 40.000 unit mobil bekas dan 30.000 unit motor bekas dengan 80 persen atau didominasi kenderaan konvensional (bahan bakar minyak/BBM,” ujar Marketing & Sales Division Head JBA Indonesia, Johan Wijaya di Jakarta, Selasa (27/4).
Menurut dia, di tengah dinamika sektor energi, efisiensi bahan bakar dan biaya operasional menjadi pertimbangan utama konsumen dalam memilih kendaraan, baik untuk kebutuhan pribadi maupun usaha.
“Kendaraan kategori LCGC dan MPV seperti Toyota Avanza, Calya, dan Agya masih cukup diminati karena efisien dalam konsumsi BBM serta mudah dalam perawatan,” ujarnya. Sementara untuk kebutuhan usaha, kendaraan niaga seperti Daihatsu Gran Max, Mitsubishi Triton, hingga truk juga banyak dicari. Pada roda dua, motor matic seperti Honda Beat, Scoopy, dan Vario tetap menjadi pilihan utama karena praktis digunakan sehari-hari.
“JBA juga mencatat adanya perbedaan preferensi kendaraan di berbagai wilayah pada Q1 2026, yang dipengaruhi oleh karakteristik kebutuhan dan aktivitas ekonomi setempat,” ujar Johan Wijaya.
Di wilayah Jawa, kendaraan penumpang seperti Toyota Avanza tipe G (1.3-1.5), Toyota Calya tipe G 1.2, serta Daihatsu Sigra mendominasi.
Hal itu sejalan dengan tingginya kebutuhan mobilitas harian serta preferensi terhadap kendaraan yang efisien dalam konsumsi BBM dan mudah dirawat.
Di wilayah Sumatera, permintaan cenderung seimbang antara kendaraan. penumpang dan kendaraan niaga. Kendaraan penumpang didominasi oleh unit MPV seperti Toyota Avanza tipe G 1.3 dan Toyota Calya tipe G 1.2. Sementara itu, kendaraan niaga seperti Mitsubishi Triton double cabin, Suzuki Carry pick up, serta Mitsubishi Colt L300 pick up lebih banyak diminati untuk mendukung aktivitas distribusi, logistik, dan sektor perkebunan.
Sementara itu, di wilayah Kalimantan, kendaraan operasional seperti Daihatsu Gran Max pick up, truk Mitsubishi Canter, serta Mitsubishi Triton double cabin menjadi pilihan utama, mencerminkan kebutuhan kendaraan untuk menunjang aktivitas industri dan distribusi barang.
Adapun di wilayah Sulawesi, permintaan cenderung seimbang antara kendaraan. penumpang dan kendaraan niaga. Model seperti Toyota Avanza tipe G 1.3 serta Toyota Calya tipe G 1.2 cukup banyak diminati untuk kebutuhan mobilitas harian, sementara Daihatsu Gran Max pick up digunakan untuk mendukung aktivitas usaha.
Di sisi lain, JBA juga mencatat mulai adanya minat terhadap kendaraan listrik (EV) di pasar lelang, meskipun jumlahnya masih relatif terbatas dibandingkan kendaraan. konvensional.
Beberapa unit kendaraan listrik yang dilelang antara lain Wuling Air EV, Wuling Cloud EV, Hyundai IONIQ 5, Neta V-II, serta BYD Sealion 7 pada Q1 2026 ini.
//Layani Penitipan Untuk Dilelang//
Selain pembelian, JBA juga melayani penitipan kendaraan maupun aset lainnya dari perusahaan dan perorangan untuk dilelang melalui jaringan buyer secara nasional. Layanan itu membantu pemilik aset mengoptimalkan nilai jual sekaligus menjangkau lebih banyak calon pembeli.
“Kebutuhan kendaraan di Indonesia masih menunjukkan tren yang stabil, didorong oleh kebutuhan mobilitas dan aktivitas usaha yang tetap tinggi, ” ujar Johan Wijaya. (lis)








