Medan, 29/4 (indonesiaaktual.com) – Seiring semakin beragamnya jenis kendaraan di jalan, mulai dari jenis mesin berbahan bakar bensin/solar hingga kendaraan listrik, kebutuhan akan perlindungan atas kendaraan pun ikut berkembang.
Perbedaan karakteristik, biaya perawatan, hingga potensi risiko dari masing-masing jenis kendaraan membuat pemilik perlu lebih cermat dalam menentukan perlindungan yang tepat, terutama dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di jalan. Lalu, bagaimana cara memilih perlindungan kendaraan yang sesuai?
Simak tips dari Sompo Indonesia.
Associate Director of Sales PT Sompo Insurance Indonesia “Sompo Indonesia) Suhandi Sumantri di Jakarta, Rabu (29/4) menjabarkan beberapa tips.
1.Kenali perlindungan dasar kendaraan.
Secara umum, ada dua skema asuransi kendaraan.
Pertama adalah total loss only (TLO), yaitu jenis asuransi yang memberikan perlindungan hanya jika kendaraan mengalami kerusakan berat – biaya perbaikan mencapai atau melebihi 75% dari nilai pertanggungan, atau kendaraan hilang karena pencurian.
Yang kedua, katanya, adalah asuransi komprehensif, asuransi yang menawarkan perlindungan yang lebih luas, termasuk kerusakan sebagian akibat tabrakan, tergelincir, terbalik, benturan, perbuatan jahat, kebakaran, kerusakan dalam penyeberangan dengan kapal resmi dan dibawah direktorat jenderal perhubungan darat dan termasuk pula di dalamnya kehilangan/pencurian.
Pemilihan jenis perlindungan ini sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, intensitas penggunaan, dan kondisi finansial, sedangkan dari sisi asuransi akan melihat faktor risikonya, antara lain usia kendaraan, jenis dan merk kendaraan, dan lain-lain.
Asuransi komprehensif dikenakan biaya premi yang lebih tinggi dibandingkan TLO karena memiliki beragam jenis perlindungan yang melekat pada skema itu
2.Sesuaikan dengan jenis kendaraan
Setiap jenis kendaraan memiliki karakteristik risiko yang berbeda. Untuk kendaraan konvensional risiko terbesar ada di mesin dan chasis, sedangkan untuk kendaraan listrik memiliki komponen utama atau risiko terbesar pada baterai. Karena itu, penting untuk memastikan bahwa polis asuransi yang dipilih benar-benar mencakup kebutuhan spesifik kendaraan.
3.Setelah itu, cek manfaat tambahan (rider).
Selain perlindungan utama, perusahaan asuransi menghadirkan beragam manfaat tambahan, seperti perlindungan terhadap banjir, huru-hara, terorisme, gempa bumi, kecelakaan diri pengemudi dan penumpang, hingga tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga. Masyarakat tinggal memilih manfaat tambahan yang sesuai dengan kebutuhan kondisi lingkungan. Misalnya, jika tinggal di daerah rawan banjir, pastikan risiko tersebut termasuk dalam polis.
4.Bandingkan premi dan manfaat
Premi murah memang menggiurkan, namun perlu diperhatikan juga hal lainnya.
Bandingkan manfaat yang diberikan, termasuk batas pertanggungan, jaringan bengkel rekanan nasional, serta kemudahan proses klaim.
Premi yang sedikit lebih tinggi akan sepadan jika mendapatkan perlindungan yang jauh lebih lengkap, serta kemudahan layanan klaim.
5.Pahami isi polis dengan teliti
Salah satu kesalahan umum yang terus berulang adalah tidak membaca isi polis secara menyeluruh dan tidak memahaminya. Padahal, di dalamnya terdapat informasi penting mengenai pengecualian, prosedur klaim, serta hak dan kewajiban pemegang polis.
Pastikan memahami semua ketentuan yang ada, agar tidak mengalami kendala saat mengajukan klaim di kemudian hari.
6.Proses klaim yang jelas
Perusahaan asuransi hanya akan memproses klaim yang diajukan oleh nasabah, yang mengacu pada polis asuransi yang telah disepakati oleh kedua pihak, tidak berdasarkan informasi dari tempat lain, seperti tawaran dari agen penjual asuransi ataupun informasi di internet.
Nantinya akan ada proses analisa dari perusahaan asuransi untuk mengidentifikasi kerusakan dan dilanjutkan dengan proses persetujuan, dan terakhir nasabah tinggal menghubungi bengkel rekanan yang telah ditunjuk untuk dilakukan proses perbaikan kendaraan.
Selain proses klaim yang jelas, jumlah jaringan bengkel rekanan yang mampu melayani perbaikan juga bisa dijadikan acuan dalam memilih perlindungan kendaraan.
7.Pilih perusahaan asuransi terpercaya
8.Pastikan memilih perusahaan asuransi yang memiliki reputasi baik, layanan pelanggan responsif, serta proses klaim yang jelas dan transparan.
Mencari ulasan lewat internet atau rekomendasi dari pengguna asuransi lain juga bisa menjadi langkah bijak sebelum mengambil keputusan, selain dari sisi harga atau besaran premi asuransinya. (lis)









