Medan, 9/6 (indonesiaaktual.com) – PT Bank Mestika Dharma Tbk (Bank Mestika) pada 2025 meraih laba bersih sebesar Rp319,98 miliar dengan keberhasilan menghimpun dana pihak ketiga (DPK) yang meningkat menjadi Rp10,99 triliun.
Meski laba 2025 yang sebesar Rp319,98 miliar itu turun dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang mencapai Rp403,39 miliar, tetapi keuntungan tersebut masih dinilai cukup bagus dengan situasi perekonomian saat ini.
“DPK Bank Mestika misalnya naik dari Rp10,29 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp10,99 triliun di 2025,” ujar Presiden Direktur Bank Mestika, Achmad S Kartasasmita di Medan, Selasa (9/6).
Dia mengatakan itu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), dan Paparan Publik PT Bank Mestika Dharma (Tbk).
Achmad S Kartasasmita mengatakan penyaluran kredit tumbuh dari Rp10,83 triliun pada 2024 menjadi Rp11,23 triliun di 2025 atau naik sekitar 3,65 persen.
Sementara total aset Bank Mestika hingga akhir 2025 mencapai Rp16,67 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp16,58 triliun.
Sementara DPK meningkat menjadi Rp10,99 triliun dari Rp10,29 triliun pada tahun sebelumnya.
Selain itu, ekuitas perseroan meningkat menjadi Rp5,45 triliun dari Rp5,09 triliun pada 2024.
Rasio kecukupan modal (CAR) juga tetap kuat di level 46,49 persen, naik dari 44,93 persen pada tahun sebelumnya. Dia mengakui, sejumlah indikator profitabilitas mengalami penyesuaian.
Return on Assets (ROA) tercatat 2,49 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 6,10 persen. Sementara rasio kredit bermasalah (NPL) gross berada pada level 1,56 persen dan NPL net sebesar 0,81 persen.
Achmad menyebutkan, Bank Mestika saat ini didukung jaringan operasional yang terdiri dari 1 kantor pusat operasional, 14 kantor cabang, 39 kantor cabang pembantu, 13 kantor cabang pembantu pelayanan kas serta 54 mesin Cash Recycling Machine (CRM) yang terhubung dengan jaringan ATM Bersama.
//Buka Kantor Cabang Semarang//
Achmad mengakui, pada akhir tahun 2025 , ada pembukaan satu kantor cabang di Semarang.
Pembukaan kantor cabang di Semarang dilakukan setelah melihat potensi pertumbuhan ekonomi dan investasi yang terus berkembang di Jawa Tengah.
Semarang misalnya, nemiliki pelabuhan yang sangat mendukung aktivitas ekspor.
Selain itu, upah minimum regional di wilayah tersebut relatif lebih kompetitif dibandingkan daerah lain sehingga banyak perusahaan, termasuk investor dari China membuka fasilitas produksi dan pusat operasional di Jawa Tengah.
“Banyaknya investasi manufaktur dan industri pengolahan di kawasan tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama perseroan membuka cabang baru di Semarang,” katanya
Selain melihat potensi ekonomi, Bank Mestika juga mengikuti kebutuhan nasabah eksisting yang mengembangkan usaha ke wilayah Semarang dan sekitarnya itu.
“Mestika melihat pertumbuhan ekonomi di Semarang cukup menarik dibanding sejumlah daerah lain. Karena itu kami memutuskan masuk ke sana di tengah tidak adanya rencana melakukan ekspansi jaringan kantor secara agresif dalam beberapa tahun terakhir karena efektivitas layanan digital yang kini semakin berkembang,” katanya.
Mestika, tegasnya akan melihat perkembangan ke depan terkait pembukaan kantor cabang.
“Saat ini Mestika tidak terlalu agresif membuka cabang karena sudah memiliki platform digital banking Mind by Bank Mestika yang memungkinkan peningkatan layanan dan jumlah nasabah tanpa harus membuka banyak kantor fisik,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Bank Mestika juga memaparkan susunan direksi perseroan yang dipimpin Presiden Direktur Achmad S. Kartasasmita.
Sebagai Wakil Presiden Direktur, Hendra Halim, Direktur Kepatuhan Andy, Direktur Umum Yusri Hadi, serta Direktur Operasional Harun Ansari.
//Prestasi//
Sepanjang 2025, Bank Mestika juga meraih sejumlah penghargaan nasional.
Di antaranya penghargaan The Excellent Performance Bank KBMI 1 (aset Rp10-Rp25 triliun) dari Infobank Media Group,.
Kemudian penghargaan The Excellent Performance Bank in 10 Consecutive Years 2015-2024, masuk dalam Top 50 Perusahaan Publik dengan Kapitalisasi Menengah Terbaik 2025 versi Indonesia Institute for Corporate Directorship (IICD), serta penghargaan Top 100 CEO 2025 yang diberikan kepada Achmad S. Kartasasmita.
“Perseroan menargetkan dapat naik kelas menjadi Bank Kelompok Modal Inti (KBMI) 2 sebelum 2028, sejalan dengan upaya memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui layanan perbankan yang profesional, berbasis teknologi, dan berlandaskan prinsip keuangan berkelanjutan,”katanya. (lis)








