Minggu, September 20, 2026
No Result
View All Result
INDONESIAAKTUAL
  • Beranda
  • Agribisnis
  • Bisnis
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Perbankan
  • Politik
  • Review
  • Sosok
  • Transportasi
  • Beranda
  • Agribisnis
  • Bisnis
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Perbankan
  • Politik
  • Review
  • Sosok
  • Transportasi
No Result
View All Result
Indonesiaaktual.com

Pengamat NGO Sebut Delima Silalahi Tak Pantas Terima Penghargaan GEP di Amerika | Inilah Alasannya…

Admin by Admin
10 Juni 2023
in Peristiwa
0

Related posts

Sapa Warga Medan Deli, Rico Waas Tuntaskan Keluhan KTP hingga Pastikan Gang Cipto Diperbaiki Tahun Ini

Sapa Warga Medan Deli, Rico Waas Tuntaskan Keluhan KTP hingga Pastikan Gang Cipto Diperbaiki Tahun Ini

20 September 2026
PWI Sumut Bekerjasama dengan Dewan Pers Gelar UKW di Medan 8 Oktober

PWI Sumut Bekerjasama dengan Dewan Pers Gelar UKW di Medan 8 Oktober

18 September 2026

PENGHARGAAN Goldman Environmental Prize (GEP) yang diterima Direktur Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM), Delima Silalahi di negara Amerika menuai kritikan yang datangnya dari masyarakat Tapanuli, Sumatera Utara.

Kritikan itu berkembang setelah beredarnya kabar bahwa Delima Silalahi  disebut sebagai pejuang lingkungan di beberapa media online.

Ketua Sumatera Forest Non Goverment Organization (NGO), Rinaldi Hutajulu berargumen terkait standar seperti apa yang menjadi pedoman yang digunakan pihak pemberi penghargaan GEP kepada Delima Silalahi.

Menurutnya, pihak pemberi penghargaan hanya menilai Delima Silalahi dari sisi perjuangkan tanah adat. Dan tanah adat yang diperjuangkan di sejumlah daerah belum jelas dasar hukum dan kepemilikannya.

“Penilaian lebih konsentrasi memperjuangkan tanah adat yang cenderung merupakan bagian dari konsesi perusahaan swasta salah satunya PT Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) yang memiliki ijin atau legalitas dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),” jelas Rinaldi Hutajulu dalam pesan elektronik yang diterima, Sabtu, 10 Juni 2023.

Menurutnya, sejak beberapa tahun belakangan pihak Delima Silalahi (KSPPM) hanya melakukan konsentrasi tehadap perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik TPL.

Padahal, menurut Rinaldi, penguasaan lahan dan alih fungsi kawasan hutan lainnya masih banyak dilakukan oleh pihak lainnya di sejumlah kabupaten di bumi Tapanuli, yakni kawasan hutan di sekitar perbatasan Kabupaten Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan.

“Ada sejumlah lokasi kawasan hutan lindung yang sudah dibabat dan dialihfungsikan yang luasnya ratusan hektar, dan tidak pernah ditangani oleh KSPPM dalam melakukan perlawanan, dan ini menjadi pertanyaan besar bagi sejumlah pemerhati lingkungan di Tapanuli,” kata Rinaldi Hutajulu.

Rinaldi menambahkan, meskipun Delima Silalahi berhasil menerima penghargaan Goldman Environmental Prize (GEP), namun dirinya menilai masih kurang pantas dan sangat jauh dari harapan dalam hal sebagai pejuang lingkungan dengan tidak berpihak kepada siapapun, khususnya untuk kepentingan pemberi dana dari kawasan negara Eropa.

“Silahkan saja mendapatkan penghargaan itu, tapi tunjukkan kinerja di lapangan tidak pandang buluh. Masih banyak pihak yang mengalihfungsikan kawasan hutan secara besar-besaran tanpa ada legalitas atau perijinan dari pemerintah. Kalau hanya pihak tertentu yang jadi target mereka (KSPPM), saya jadi tanda tanya dan curiga ada apa, apa tujuannya dan siapa dibelakangnya,” ungkap Rinaldi.

Kemudian muncul pertanyaan lain, darimanakah KSPPM yang dipimpin Delima Silalahi mendapatkan dana untuk membiayai operasional kantornya dan gaji para pengurusnya?

Hingga saat ini siapa para donatur KSPPM masih dalam penelusuran. Namun intrik yang berkembang, KSPPM memperoleh dana segar dari  Eropa dan Amerika, yang mungkin berkelompok untuk melawan pesaing bisnisnya di dunia internasional, khususnya bisnis pulp.

Akibatnya, muncul lagi kemudian penilaian masyarakat kawasan Danau Toba yang menyebut Delima Silalahi itu hanya antek asing, yang diperalat untuk kepentingan bisnis mereka dengan mendiskreditkan TPL dengan membawa isu lingkungan dan tanah adat.

Antek Asing

Melalui penghargaan GEP, Delima Silalahi yang merasa bangga juga dinilai tidak sadar diri sudah masuk perangkap permainan bisnis tingkat dunia.

Delima itu, katanya, hanya pion, hanya pekerja dan bahkan ada yang menyebutnya sebagai antek asing karena selalu saja menyuarakan tutup TPL, hingga sampai ke Amerika. Sementara 8.000-an masyarakat Batak menumpahkan nasibnya di pabrik TPL.

“Kok bisanya si Delima Silalahi itu demo ke Amerika dengan teriakan tutup TPL. Sementara ribuan saudaranya suku Batak bisa hidup dan makan serta sekolahkan anaknya karena bekerja di PT TPL. Aneh ini orang,” sebut Marolop Tampubolon, salah satu pemerhati NGO di Kabupaten Toba.

Menggali komentar Ompung Indera Nababan terdahulu yang mengatakan Delima Silalahi itu hanya pekerja, sementara di sejumlah media online menyebutnya pejuang. Sebenarnya apa perbedaan pejuang dengan pekerja.

Pekerja adalah orang yang hanya mau melakukan sesuatu karena mengharapkan imbalan dan keuntungan. Ia akan berhenti beraktivitas apabila tidak ada imbalan yang bisa didapat.

Pertanyaannya, ketika Delima Silalahi dan pengurus KSPPM lainnya tidak lagi menerima gaji, apakah mereka tetap mau bekerja untuk KSPPM dalam perjuangan lingkungan dan tanah adat?

“Sepertinya tidak, mereka tidak akan mampu. Karena selama ini mereka itu semua memang bukan pejuang tapi pekerja. Saya yakin mereka tidak tahan lapar,” kata Jimmi Marpaung, pengamat pergerakan KSPPM.

Menurut Jimmi, pejuang adalah orang yang mau mengorbankan apa yang dimiliki, baik berupa tenaga, harta dan bahkan jiwanya sekalipun untuk kepentingan orang lain. Orang seperti itu biasanya tidak peduli, apakah pada akhirnya akan memperoleh sesuatu, atau tidak.

Kesenangan dan kebahagiaan yang diperoleh adalah ketika dirinya bisa berjuang untuk kepentingan orang banyak.

Memungkinkan jika sebentar saja dia bisa dicampakkan kaum kapitalis Amerika. Sadar atau tidak sadar, hanya Delima yang tahu isi hatinya. Hanya Delima yang tahu kemana pada akhirnya dia akan beranjak pergi. Yang pasti Delima Silalahi juga punya kepentingan pribadi.

Namun demikian sebagai pekerja jangan terlalu mudah menjual leher rakyat. Melakukan aksi demo dengan teriakan mengatasnamakan rakyat, hidup rakyat, demi rakyat, namun tidak lain hanya bertujuan untuk kepentingan pribadi dan kepentingan kelompok semata.

Aksi demo dan teriakan atas nama rakyat itu hanya berbuntut agar dapat menerima gaji, sementara rakyat dijadikan alat. Kalau tidak teriak, tidak terima gaji. Inilah yang dinamakan pekerja mengaku sang pejuang. (red)

Tags: Delima SilalahiPengamat NGOPenghargaan GEP
Previous Post

Dazzling Jewelry Festival Pamerkan Koleksi Berlian Terbaik dari Central Mega Kencana

Next Post

Pegadaian Medan Salurkan Zakat Insan Pegadaian

Admin

Admin

Next Post

Pegadaian Medan Salurkan Zakat Insan Pegadaian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News

RPN-BPDP-Ditjenbun Perkuat SDM Pekebun Simalungun Sumut Lewat Pelatihan, Targetkan Kenaikan Produktivitas TBS

RPN-BPDP-Ditjenbun Perkuat SDM Pekebun Simalungun Sumut Lewat Pelatihan, Targetkan Kenaikan Produktivitas TBS

19 September 2026
Sapa Warga Medan Deli, Rico Waas Tuntaskan Keluhan KTP hingga Pastikan Gang Cipto Diperbaiki Tahun Ini

Sapa Warga Medan Deli, Rico Waas Tuntaskan Keluhan KTP hingga Pastikan Gang Cipto Diperbaiki Tahun Ini

20 September 2026
Astra Credit Companies Gandeng Perusahaan Otomotif Hadirkan ACC Carnival Medan di Ringroad City Walks 19-20 September 2026, Tawarkan Banyak Kemudahan

Astra Credit Companies Gandeng Perusahaan Otomotif Hadirkan ACC Carnival Medan di Ringroad City Walks 19-20 September 2026, Tawarkan Banyak Kemudahan

19 September 2026
Gubernur Sumut Lantik Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kepala Biro Umum dan Kepala Biro Perekonomian

Gubernur Sumut Lantik Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kepala Biro Umum dan Kepala Biro Perekonomian

19 September 2026

Arsip

  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Juni 2021
  • Maret 2021
  • Februari 2021
  • Desember 2020
  • Oktober 2020
  • September 2020
  • Juli 2020
  • Juni 2020
  • April 2020
  • Maret 2020
  • Februari 2020
  • Januari 2020
  • Desember 2019
  • September 2019
  • Agustus 2019
  • Juli 2019
  • Juni 2019

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Follow Us

Browse by Category

  • Agribisnis
  • Apps
  • Award
  • Bisnis
  • Business
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Health
  • Hukum
  • Lifestyle
  • Mobile
  • Movie
  • Music
  • News
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Perbankan
  • Peristiwa
  • Politics
  • Politik
  • Review
  • Science
  • Sosok
  • Sports
  • Startup
  • Tech
  • Transportasi
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Recent News

RPN-BPDP-Ditjenbun Perkuat SDM Pekebun Simalungun Sumut Lewat Pelatihan, Targetkan Kenaikan Produktivitas TBS

RPN-BPDP-Ditjenbun Perkuat SDM Pekebun Simalungun Sumut Lewat Pelatihan, Targetkan Kenaikan Produktivitas TBS

19 September 2026
Sapa Warga Medan Deli, Rico Waas Tuntaskan Keluhan KTP hingga Pastikan Gang Cipto Diperbaiki Tahun Ini

Sapa Warga Medan Deli, Rico Waas Tuntaskan Keluhan KTP hingga Pastikan Gang Cipto Diperbaiki Tahun Ini

20 September 2026
  • Ketentuan Pengguna
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.