Medan, 16/5 (indonesiaaktual.com) Telkomsel mengajak masyarakat untuk menekan kasus penipuan melalui seluler dengan cara proaktif melaporkan nomor handphone pelaku.
“Kasus penipuan dengan menggunakan seluler masih terus ada.Untuk itu masyarakat diharapkan bisa berperan menekannya dengan melaporkan nomor handphone yang melakukan penipuan itu,” ujar Supervisor Customer Care Operations Medan I Telkomsel, Camelia Rizkika di Medan, Kamis (16/5/2024)
Dia mengatakan itu dalam bincang-
bincang Telkomsel dengan wartawan dari berbagai media di Sumatera Utara (Sumut)
Acara yang berlangsung santai dan akrab itu dihadiri Area Sumatera People Business Partner Lead Telkomsel Agus Supranowo dan Manager Corporate Communication Area Sumatera Hanny Hairany.
Laporan dilakukan lewat layanan pengaduan dengan mengetik Penipuan#nomorpenipu# dan mengirimkannya lewat SMS ke nomor 1166.
Pengaduan juga dapat dilakukan melalui layanan pada laman www.aduannomor.id.
Menurut Camelia yang akrab dipanggil Lia, dalam proses menerima laporan masyarakat, Tim IT Telkomsel dipastikan melakukan rangkaian verifikasi internal untuk melihat secara langsung aktifitas yang disinyalir sebagai perilaku penipuan.
“Kalau memang terbukti, Telkomsel akan langsung melakukan pemblokiran terhadap nomor yang melakukan penipuan tersebut ,” katanya.
Dia menyebutkan, pemblokiran dilakukan jika Telkomsel mendapat laporan minimal dari lima pelapor.
“Minimal lima pelapor yang melaporkan, maka Telkomsel memblokir nomor yang dilaporkan sehingga pemilik kartu handphone itu tidak bisa lagi melakukan broadcast atau menghubungi nomor-nomor lain Jadi aksi penipuan bisa ditekan,” ujarnya.
Menurut dia, salah satu penipuan dari seluler antara dengan metode scamming lewat pengiriman aplikasi melalui layanan whatsapp yang jika dibuka maka akan terinstal menjadi alat si pengirim untuk mencuri data pada handphone si penerima.
Aplikasi untuk penipuan yang sering dikirim dalam format berujung tulisan APK dengan tulisan yang menyebutkan sebagai surat tilang, undangan pernikahan dan lainnya yang membuat orang tertarik untuk membukanya.
Aplikasi yang terinstal pada seluler tersebut akan menjadi alat si pengirim untuk meretas data yang ada di handphone orang yang mau ditipu.
Pada beberapa kasus, katanya, pelaku akhirnya dapat menggunakan aplikasi mobile banking maupun aplikasi kartu kredit pemilik handphone sehingga tentu saja merugikan pemilik. (lis)