Kamis, Oktober 1, 2026
No Result
View All Result
INDONESIAAKTUAL
  • Beranda
  • Agribisnis
  • Bisnis
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Perbankan
  • Politik
  • Review
  • Sosok
  • Transportasi
  • Beranda
  • Agribisnis
  • Bisnis
  • Hukum
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Perbankan
  • Politik
  • Review
  • Sosok
  • Transportasi
No Result
View All Result
Indonesiaaktual.com

Keluar dari Bayang-Bayang Perlambatan Global, Ekonomi Indonesia Tancap Gas di Triwulan II 2025

Admin by Admin
13 Agustus 2025
in Sosok
0
Keluar dari Bayang-Bayang Perlambatan Global, Ekonomi Indonesia Tancap Gas di Triwulan II 2025

Oleh: Wahyu Ario Pratomo dan Arif Rahman

DI TENGAH ketidakpastian ekonomi dunia, Indonesia justru melaju kencang. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Triwulan II-2025, perekonomian nasional tumbuh 5,12% (y-on-y), naik dari 4,67% di Triwulan I-2025.

Pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa mesin ekonomi kita berjalan lebih cepat dibandingkan banyak negara lain di ASEAN.

Bandingkan saja, pada periode yang sama, ekonomi Malaysia hanya tumbuh 4,5%, Singapura 4,3%, dan Thailand bahkan tertahan di 2,3%. Jika membandingkannya dengan mitra dagang utama di luar ASEAN, performa Indonesia juga jauh di depan.

Amerika Serikat misalnya, hanya mencatat pertumbuhan 2,0%, Korea Selatan 0,5%, sementara proyeksi pertumbuhan ekonomi global versi IMF untuk 2025 berada di angka 3,0%.

Dengan capaian ini, Indonesia tak hanya berhasil mempertahankan momentum, tetapi juga keluar dari bayang-bayang proyeksi perlambatan global.

Mesin Pendorong: Konsumsi, Investasi, dan Ekspor

Pendorong utama kinerja ini datang dari tiga komponen yakni konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor barang dan jasa. Konsumsi rumah tangga tetap menjadi “raja” dalam struktur PDB, menyumbang 54,25% terhadap total ekonomi.

Pada Triwulan II-2025, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,97% (y-on-y), didorong oleh mobilitas tinggi masyarakat selama libur Hari Besar Keagamaan Nasional (seperti Idul Fitri, Waisak, Kenaikan Isa Almasih, Idul Adha), libur sekolah, dan pariwisata domestik. Belanja masyarakat, terutama pada makanan, transportasi, dan rekreasi, melonjak signifikan, diperkuat oleh program bantuan sosial dan bantuan subsidi upah (BSU) dari pemerintah.

Dari sisi investasi, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh solid 6,99% (y-on-y), berkontribusi 27,83% terhadap PDB. Kenaikan ini dipacu oleh belanja modal pemerintah yang melesat 30,37%, serta peningkatan impor barang modal seperti mesin dan peralatan yang naik 28,16%.

Aktivitas konstruksi swasta maupun rumah tangga juga memberikan dorongan tambahan, menandakan optimisme pelaku usaha terhadap prospek ekonomi jangka menengah.
Ekspor barang dan jasa pun menunjukkan performa hebatnya, tumbuh 10,67% (y-on-y) dengan kontribusi 22,28% terhadap PDB.

Lonjakan ekspor ini dipacu oleh tingginya permintaan global terhadap komoditas unggulan seperti minyak kelapa sawit (CPO), karet, besi baja, mesin dan peralatan listrik, hingga kendaraan dan komponennya. Tidak hanya itu, sektor pariwisata internasional juga berperan, dengan meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara yang mendorong nilai ekspor jasa.

Performa Sektoral: Transportasi, Perdagangan dan Industri Tetap Kuat
Jika ditilik dari sisi lapangan usaha, beberapa sektor mencatat pertumbuhan spektakuler. Transportasi dan pergudangan menjadi juara, melesat 15,28% (y-on-y), terdorong oleh lonjakan mobilitas pasca-libur panjang, pertumbuhan perdagangan, dan aktivitas logistik yang semakin sibuk.

Informasi dan komunikasi juga mencatat pertumbuhan tinggi, 9,45%, seiring pesatnya penggunaan layanan digital, e-commerce, dan adopsi teknologi di berbagai lini bisnis.

Sektor konstruksi, yang sempat melemah di awal tahun, bangkit kembali dengan pertumbuhan 6,02% berkat dimulainya lagi sejumlah proyek infrastruktur transportasi, energi, dan perumahan. Meski pertumbuhannya tidak sedrastis sektor jasa, industri pengolahan tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional, tumbuh 4,05% dan menyumbang porsi terbesar PDB, yakni sekitar 18,6%.

Kekuatan industri pengolahan terutama datang dari subsektor makanan-minuman, pengolahan kelapa sawit, serta produk manufaktur berbasis agroindustri yang punya keterkaitan kuat dengan sektor pertanian dan ekspor.

 

Related posts

Fahri, Anak Pengemudi Ojek Online Merajut Kembali Impian Kuliah di USU Lewat Telkomsel Edupreneur Youth

Fahri, Anak Pengemudi Ojek Online Merajut Kembali Impian Kuliah di USU Lewat Telkomsel Edupreneur Youth

26 Agustus 2026
Firsal Dida Mutyara Jadi Konsul Kehormatan Belanda di Medan

Firsal Dida Mutyara Jadi Konsul Kehormatan Belanda di Medan

13 Mei 2026


Pertumbuhan Ekonomi yang Lebih Inklusif

Kinerja ekonomi ini tidak hanya terasa di level makro, tetapi juga di tingkat kesejahteraan masyarakat. Per Maret 2025, tingkat kemiskinan nasional turun ke 8,47%, atau setara 23,85 juta orang, mencapai level terendah dalam dua dekade terakhir. Angka ini turun dari 8,57% pada September 2024 dan 9,03% pada Maret 2024.

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2025 juga menurun menjadi 4,76% dari 4,82% setahun sebelumnya. Meski jumlah penganggur secara absolut sedikit bertambah akibat bertambahnya angkatan kerja, data ini menunjukkan bahwa pasar kerja mampu menyerap tenaga kerja baru secara signifikan, terutama di sektor industri pengolahan, perdagangan, transportasi, dan konstruksi.

Korelasi positif antara pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, dan perbaikan pasar kerja ini menandakan pertumbuhan yang relatif inklusif. Konsumsi rumah tangga yang besar memberi dampak langsung pada UMKM, sementara investasi dan ekspor mendorong penciptaan lapangan kerja di sektor padat karya dan sektor strategis lainnya.

Tantangan di Semester Kedua

Meski fondasi ekonomi terlihat kokoh, ada awan gelap yang mengintai di semester kedua 2025. Salah satu yang paling disorot adalah kebijakan perdagangan Amerika Serikat yang mulai berlaku 7 Agustus 2025, memberlakukan tarif impor 19% untuk sejumlah produk Indonesia.

Kebijakan ini berpotensi menggerus daya saing ekspor, menekan industri pengolahan berbasis ekspor, dan memicu efek rambatan pada perdagangan global—mulai dari penurunan harga komoditas hingga terganggunya rantai pasok internasional.

Selain itu, dorongan konsumsi rumah tangga yang kuat di Triwulan II mungkin tidak terulang di Triwulan III dan IV, karena hilangnya faktor musiman seperti libur panjang dan momen keagamaan besar. Jika ekspor ikut melambat akibat tarif baru, maka laju pertumbuhan bisa terdampak.

Menghadapi tantangan ini, pemerintah memiliki tiga agenda strategis. Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia, sesuai rencana strategis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendiktisainstek) yang fokus pada penguatan pendidikan vokasi, riset dan inovasi, serta link-and-match dunia pendidikan dengan industri. Tenaga kerja yang terampil dan adaptif akan memperkuat daya saing ekspor, terutama di industri teknologi dan manufaktur modern.

Kedua, percepatan hilirisasi sumber daya alam, agar Indonesia tidak lagi hanya mengandalkan ekspor bahan mentah. Produk mineral, perkebunan, dan perikanan bernilai tambah tinggi akan memiliki posisi tawar lebih kuat di pasar global, termasuk di negara-negara yang menerapkan tarif. Diversifikasi pasar juga perlu digencarkan ke Jepang, China, dan kawasan non-tradisional.

Ketiga, menjaga stabilitas moneter yang sudah dikelola baik oleh Bank Indonesia. Hingga pertengahan 2025, inflasi tetap terkendali dan nilai tukar rupiah relatif stabil, memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan investor. Stabilitas ini menjadi modal penting untuk menarik investasi dan menjaga kelancaran perdagangan.

Menatap Akhir Tahun dengan Optimis
Kombinasi pertumbuhan kuat, penurunan kemiskinan, dan stabilitas ekonomi menunjukkan bahwa Indonesia punya modal besar untuk tetap menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Asia Tenggara.

Meski tantangan eksternal seperti tarif impor AS membayangi, strategi yang tepat, dari peningkatan SDM, hilirisasi, hingga pengelolaan moneter, akan menjadi tameng yang efektif. Jika strategi ini dijalankan konsisten, bukan mustahil Indonesia dapat mempertahankan pertumbuhan di atas 5% hingga akhir tahun, sekaligus memperkuat posisi sebagai ekonomi besar yang resilien di tengah guncangan global. ***

Penulis adalah Dosen Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara

Tags: Ekonomi IndonesiaPerlambatan GlobalTriwulan II 2025
Previous Post

Kadin Sumut: Pembangunan Belawan Integrated Industrial Estate and Port Dorong Percepatan Peningkatan Lapangan Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi

Next Post

XLSMART Perkuat Layanan Data di Riau Dukung Kesuksesan Festival Pacu Jalur 2025 di Kuansing

Admin

Admin

Next Post
XLSMART Perkuat Layanan Data di Riau Dukung Kesuksesan Festival Pacu Jalur 2025 di Kuansing

XLSMART Perkuat Layanan Data di Riau Dukung Kesuksesan Festival Pacu Jalur 2025 di Kuansing

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News

Penanganan Banjir Jadi Prioritas, Rico Waas Beri Atensi Khusus U-Ditch di Indra Kasih Tembung Medan

Penanganan Banjir Jadi Prioritas, Rico Waas Beri Atensi Khusus U-Ditch di Indra Kasih Tembung Medan

30 September 2026
Wali Kota Medan Tinjau Langsung Pembangunan Drainase Sei Asahan Untuk Pastikan Warga Tidak Kena Banjir Lagi

Wali Kota Medan Tinjau Langsung Pembangunan Drainase Sei Asahan Untuk Pastikan Warga Tidak Kena Banjir Lagi

30 September 2026
PGN Raih Platinum Award InTechSEA 2026

PGN Raih Platinum Award InTechSEA 2026

30 September 2026
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Apresiasi Kolaborasi dan Sinergi Lintas Instansi, Komitmen Bersama Perkuat Pengawasan Penyaluran BBM di Aceh

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Apresiasi Kolaborasi dan Sinergi Lintas Instansi, Komitmen Bersama Perkuat Pengawasan Penyaluran BBM di Aceh

30 September 2026

Arsip

  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Juni 2021
  • Maret 2021
  • Februari 2021
  • Desember 2020
  • Oktober 2020
  • September 2020
  • Juli 2020
  • Juni 2020
  • April 2020
  • Maret 2020
  • Februari 2020
  • Januari 2020
  • Desember 2019
  • September 2019
  • Agustus 2019
  • Juli 2019
  • Juni 2019

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Follow Us

Browse by Category

  • Agribisnis
  • Apps
  • Award
  • Bisnis
  • Business
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Gadget
  • Gaming
  • Health
  • Hukum
  • Lifestyle
  • Mobile
  • Movie
  • Music
  • News
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Perbankan
  • Peristiwa
  • Politics
  • Politik
  • Review
  • Science
  • Sosok
  • Sports
  • Startup
  • Tech
  • Transportasi
  • Travel
  • Uncategorized
  • World

Recent News

Penanganan Banjir Jadi Prioritas, Rico Waas Beri Atensi Khusus U-Ditch di Indra Kasih Tembung Medan

Penanganan Banjir Jadi Prioritas, Rico Waas Beri Atensi Khusus U-Ditch di Indra Kasih Tembung Medan

30 September 2026
Wali Kota Medan Tinjau Langsung Pembangunan Drainase Sei Asahan Untuk Pastikan Warga Tidak Kena Banjir Lagi

Wali Kota Medan Tinjau Langsung Pembangunan Drainase Sei Asahan Untuk Pastikan Warga Tidak Kena Banjir Lagi

30 September 2026
  • Ketentuan Pengguna
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.