Medan, 12/8 (indonesiaaktual.com) –
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara menilai untuk mempercepat penciptaan lapangan kerja dan pembangunan perekonomian di Sumatera Utara dan juga nasional, pembangunan Belawan Integrated Industrial Estate and Port ( BIIP) menjadi salah satu solusi tepat.
“BIIP akan meningkatkan
volume transaksi perdagangan, daya saing produk ekspor, daya tarik investasi bagi investor khususnya asing dan termasuk meningkatkan lapangan pekerjaan,” ujar Ketua
Umum Kadin Sumatera Utara, Firsal Dida Mutyara di Medan, Selasa (12/8/2025).
Dengan segala keuntungan adanya BIIP itu, katanya, maka tentu saja perekonomian Sumut akan terdorong lebih besar.
Saat ini, katanya, dengan ekonomi Sumatera Utara di triwulan II 2025 yang tumbuh sebesar 4,69 persen dibanding triwulan II 2024 belum maksimal dibandingkan potensi Sumut.
“BIIP yang diikuti dengan program hilirisasi industri akan sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,” katanya.
Dia berbicara didampingi Wakil Ketua Umum Koordinator I Bidang Organisasi, Hukum dan Komunikasi, Yudha Johansyah,
Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Lismardi Hendra, Komtap Komunikasi Daerah, Ahmad Muhajirin Tarigan dan Direktur Eksekutif Diaz Wardianto WK.
Firsal menyebutkan, delapan misi utama, (Asta Cita) sebagai landasan untuk mencapai visi Bersama Menuju Indonesia Emas 2045 itu adalah penciptaan lapangan kerja berkualitas serta hilirisasi dan Industrialisasi untuk nilai tambah ekonomi.
Pemerintah, katanya, berfokus pada hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
“Dukungan pemerintah dan semuanya, seperti swasta termasuk masyarakat untuk berfikir positif akan mempercepat pembangunan BIIP, ” katanya.
Firsal yang akrabnya dipanggil Dida menuturkan, nilai investasi yang dibutuhkan untuk BIIP itu memang cukup besar.
Untuk “required investment” misalnya diperlukan Rp35-50 triliun dalam kurun waktu 5-7 tahun ke depan.
Adapun untuk pengembangan pelabuhan modern Rp 15-20 triliun dan
kawasan industri Rp
Rp25-30 triliun
“Tapi dampak positif BIIP akan cukup besar, seperti dalam potensi eknomi yang diciptakan, ” katanya.
Penyerapan tenaga kerja
langsung diperkirakan sekitar 50.000-75.000 dan pekerja tidak langsung 150.000 -200.000.
Kontribusi terhadap PDRB bisa 2-3% per tahun dan kontribusi sektor industri naik 5-7%
“BIIP tepat dilakukan karena potensi Pelabuhan Belawan cukup besar seperti
lokasinya yang strategis , memiliki akses jalan tol, dekat dengan Malaysia dan Singapura dan termasuk ke kota (Kota Medan), ” katanya.
//Regulasi Yang Dibutuhkan//
Kadin, katanya, mengakui, untuk pembangunan BIIP itu dibutuhkan dukungan kuat khususnya dalam regulasi.
Seperti insentif dan kemudahan investasi,
Tax Holiday untuk sektor industri pionir.
Kemudahan perizinan dalam pengembangan untuk mendorong sektor swasta.
“Sumut dengan segala potensinya cukup bisa diandalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berdasarkan data BPS, di triwulan II-2025, tumbuh 5,12% (y-on-y) dan naik dari triwulan I 2025 yang masih tumbuh 4,67%, “ujar Firsal. (lis)








