Medan, 10/9 (indonesiaaktual.com) – Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Dr. Hasim Purba, SH, M.Hum, Rabu (10/9/2025) resmi mendaftar menjadi calon Rektor USU periode 2026-2031 di Kantor Majelis Wali Amanat (MWA) USU, Jalan Universitas Nomor 42, Medan.
Prof Hasim Purba mendaftar pas di hari terakhir pendaftaran calon Rektor USU.
“Saya memiliki komitmen untuk membawa USU menuju era baru sebagai “University for Society” yakni sebuah universitas yang tidak hanya unggul di bidang akademik dan riset, tetapi juga relevan, inklusif, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Prof Hasim Purba usai mendaftar dan menyerahkan berkas pendaftaran yang didampingi beberapa pendukungnya, Rabu.
Usai melakukan pendaftaran ke MWA USU, Prof Hasim didampingi para akademisi USU lainnya melakukan deklarasi bersama di Kampus Magister Kenotariatan FH USU.
Ketua Program Studi Magister Kenotariatan USU itu mengatakan, salah satu keinginannya adalah ingin memaksimalkan pengelolaan aset USU dan menekan Tarif Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa.
Saat ini, tarif UKT jalur regular USU memiliki 9 tingkatan.
Untuk program studi selain Kedokteran dan Kedokteran Gigi, tarif UKT terendah adalah Rp500.000 dan tertinggi bisa mencapai Rp9,5 juta.
“Untuk itulah, salah satu komitmen saya jika terpilih menjadi Rektor USU adalah menurunkan tarif UKT mahasiswa untuk pemerataan pendidikan tinggi yang diakses oleh masyarakat kurang mampu,”kata Hasim, pria kelahiran 3 Maret 1966.
Prof Hasim Purba pun menuturkan caranya
1. Pemerataan pendidikan tinggi agar bisa diakses oleh masyarakat kurang mampu.
Sesuai Undang-undang, ujar Prof Hasim, Pemerintah berusaha mendorong PTN BH seperti USU agar memiliki kemandirian dalam hal finansial.
Termasuk berinovasi untuk mencari dana lebih besar untuk kepentingan pengelolaan universitas.
Dia menegaskan, USU ke depannya harus demikian.
“USU harus meningkatkan riset, inovasi, dan paten yang bisa dimanfaatkan industri untuk meningkatkan income universitas disamping dana dari UKT dan Pemerintah, sehingga pendanaan bisa lebih kuat lagi,” ujar Prof Hasim.
Apalagi, ujar dia, aset USU banyak, Kampus Padang Bulan luasnya 120.000 hektare, kampus Kuala Bekala 300 hektare, Kebun Sawit di Tambunan, Langkat seluas 400 Hektare lebih.
“Kalau terpilih, saya akan berjuang bagaimana aset-aset USU yang lain seperti di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bisa dikerjasamakan dengan baik untuk meningkatkan income USU,” katanya.
Pemasukan itu akan dapat meningkatkan dana abadi USU yang selanjutkan bisa dipakai untuk membantu mahasiswa yang kurang mampu dengan cara mensubsidi UKT-nya.
“Bahkan dengan pendapatan yang banyak, UKT mahasiswa bisa diturunkan sehingga pemerataan pendidikan tinggi bisa diakses oleh masyarakat kurang mampu,”katanya.
USU, tutur Hasim yang menjadi anggota MWA USU Periode 2020-2025 itu menjadi kampus yang inklusif, karena USU adalah kampus kebanggaan masyarakat
Dengan cara itu juga diharapkan, tidak terjadi lagi kasus calon mahasiswa yang sudah lulus seleksi masuk USU, namun gagal menjadi mahasiswa USU akibat tidak mampu membayar UKT.
Mahasiswa dan Dosen
-Memperluas akses beasiswa bagi mahasiswa berprestasi maupun kurang mampu secara ekonomi.
Menyediakan dukungan pendanaan beasiswa studi doktoral bagi dosen untuk memperkuat kapasitas akademik USU.
Mahasiswa dan Dosen
-Memperluas akses beasiswa bagi mahasiswa berprestasi maupun kurang mampu secara ekonomi.
Menyediakan dukungan pendanaan beasiswa studi doktoral bagi dosen untuk memperkuat kapasitas akademik USU.

//Visi/Misi Prof Hasim//
Adapun Visi Misi Prof Hasim menjadi Rektor USU adalah sebagai berikut:
Visi “Menjadikan USU sebagai universitas unggul kelas dunia dalam riset, inovasi, dan kewirausahaan berbasis bioekonomi tropika dan pengetahuan terbuka, demi pembangunan berkelanjutan dan keadilan sosial di tingkat lokal, nasional, dan global.
Adapun misi untuk mewujudkan visi tersebut, Prof. Hasim Purba menetapkan misi strategis sebagai berikut:
1. Mengembangkan Keunggulan Riset dan Inovasi Berbasis Potensi Lokal
-Menjadikan USU sebagai pusat rujukan nasional dan internasional dalam penelitian dan pengembangan ilmu terkait bioekonomi , termasuk pertanian, perkebunan, kelautan, kesehatan , dan energi terbarukan.
-Memperkuat kolaborasi lintas disiplin dan kemitraan dengan industri serta lembaga riset global.
2. Mendorong Keterbukaan dan Keadilan Pengetahuan
Membangun ekosistem akademik yang transparan, kolaboratif, dan dapat diakses oleh semua pihak.
– Mengoptimalkan platform digital untuk pembelajaran terbuka, publikasi ilmiah, dan diseminasi hasil riset.
3. Memposisikan Masyarakat sebagai Mitra Strategis
-Mengarahkan kegiatan pengabdian masyarakat menjadi program strategis yang memberikan solusi nyata terhadap persoalan lokal dan regional.
Memperkuat peran USU dalam pengembangan kapasitas masyarakat melalui pelatihan, inkubasi usaha, dan pendampingan.
4. Membangun Kewirausahaan dan Ekonomi Berbasis Pengetahuan
-Mengembangkan unit bisnis berbasis inovasi dan hasil riset mahasiswa serta dosen.
-Menumbuhkan budaya kewirausahaan di lingkungan kampus untuk mencetak lulusan yang kreatif, adaptif, dan mampu menciptakan lapangan kerja.
5. Mewujudkan Tata Kelola Digital yang Adaptif dan Demokratis-Mengimplementasikan sistem manajemen universitas berbasis teknologi informasi yang efisien, transparan, dan akuntabel.
Memastikan partisipasi aktif sivitas akademika dalam proses pengambilan keputusan strategis.
6. Memperluas Globalisasi, Kemitraan, dan Daya Saing Internasional
-Meningkatkan peringkat internasional USU melalui kolaborasi riset, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta program gelar ganda.
-Memperluas jejaring dengan universitas dan organisasi dunia untuk memperkuat reputasi akademik USU di panggung global.
7. Meningkatkan Kesejahteraan Dosen/Tenaga Pendidik dan Pegawai/Tenaga Kependidikan USU
Melakukan peningkatan insentif mengajar, membimbing, serta remunerasi berbasis kinerja.
– Menyediakan fasilitas pengembangan karir dan kesejahteraan yang berkelanjutan untuk mendukung dedikasi sivitas akademika.
8. Meningkatkan Anggaran Beasiswa bagi Mahasiswa dan Dosen
-Memperluas akses beasiswa bagi mahasiswa berprestasi maupun kurang mampu secara ekonomi.
-Menyediakan dukungan pendanaan beasiswa studi doktoral bagi dosen untuk memperkuat kapasitas akademik USU. (lis)










