Medan, 27/11 (indonesiaaktual.com) –
Perjalanan kereta api (KA) Srilelawangsa Medan-Binjai-Kualabingai, Kamis (27/11/2025) terganggu akibat banjir.
“PT Railink menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang KA Srilelawangsa atas gangguan perjalanan yang terjadi pada Kamis, 27 November 2025,” ujar Manager Komunikasi Railink, Ayep Hanapi di Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Dia menyebutkan, gangguan perjalanan disebabkan oleh gogosan/amblesan akibat banjir di Km 15+5/6 petak jalan Stasiun Medan (MDN) – Stasiun Binjai (BIJ), yang berdampak langsung pada keselamatan perjalanan kereta api.
Kondisi tersebut, katanya, mengharuskan adanya pembatasan kecepatan, penahanan perjalanan, dan pengawalan lintas oleh Unit Jalan & Jembatan (JJ).
“Railink memohon maaf atas ketidak-nyamanannya dan kami terus berusaha untuk melakukan penanganan secara cepat dan maksimal agar kondisi jalur dapat segera pulih serta perjalanan kereta api kembali berjalan normal dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan para penumpang,”ujar Ayep.
Kepala Balai Besar MK G Wilayah 1 Medan, Dr. Hendro Nugroho, S.T, M. Si dalam keterangan resminya menyebutkan beberapa wilayah yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat dan sangat lebat di Sumut antara lain di Kabupaten Langkat, Medan, Binjai, Deli Serdang, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Tapanu Tengah, Kota Sibolga, Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan, Tapanuli Utara, Mandailin Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Simalungun, Samosir, Serdang Bedagai, Kota Tebin Tinggi, Humbang Hasundutan, Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Kota Gunungsitoli, da Toba.
Dengan terjadi cuaca ekstrem, katanya, BBMKG Wilayah I mengimba masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir dan banjir bandang, khususnya daerah rawan dan sepanjang alur sungai, longsor di kawasan perbukitan dan lereng curam, ang kencang yang dapat mengakibatkan pohon tumbang, gelombang tinggi di perairan barat Sumatera Utara. (lis)










