Medan, 20/12 (indonesiaaktual.com) – Telkomsel ikut mengambil peran jadi relawan BUMN di pemulihan pascabencana Sumatera.
Pada Apel Siaga Relawan BUMN bersama Danantara dan BP BUMN yang digelar di Kualanamu, Deliserdang, Sumut, Jumat (19/12/2025), Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria mengapresiasi semua perusahaan BUMN yang sudah dan terus ikut membantu pemerintah dalam menangani berbagai hal pascabencana di Sumatera.
“Apresiasi untuk semua BUMN seperti Telkomsel yang terus berupaya maksimal memulihkan jaringan telekomunikasi yang sangat dibutuhkan untuk kelancaran komunikasi penangananan bencana,” ujarnya di Apel Siaga Relawan BUMN bersama Danantara dan BP BUMN itu.
Telkomsel memang terlibat aktif sebagai relawan BUMN di garis depan pemulihan dengan fokus mendukung proses tanggap darurat dan pemulihan di wilayah terdampak bencana.
Melalui berbagai dukungan di lapangan, mulai dari pemulihan layanan telekomunikasi, pendampingan masyarakat, hingga kolaborasi lintas BUMN, Telkomsel bergerak cepat untuk memastikan proses pemulihan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Kolaborasi antarBUMN itu menjadi wujud nyata sinergi dalam menghadirkan solusi dan harapan bagi masyarakat terdampak.
Sebelumnya, VP Area Network Operations Sumatera Telkomsel, Nugroho A. Wibowo di Medan, Kamis pekan lalu (11/12/2025) mengatakan, Telkomsel memastikan percepatan pemulihan layanan telekomunikasi di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang pascabencana hidrometeorologi yang terjadi sejak akhir November.
Hingga pekan itu, sebanyak 21 site Telkomsel di Aceh Tamiang telah berhasil dipulihkan, sementara 67 site lainnya tengah menjalani percepatan pemulihan secara bertahap.
Selain terus berupaya memulihkan jaringan telekomunikasi, Telkomsel juga menyalurkan bantuan sosial di berbagai posko bencana yang ada di wiayah terdampak.
Nugroho A. Wibowo, menjelaskan bahwa sebagian besar perangkat jaringan sebenarnya sudah kembali berfungsi, namun operasional site sangat bergantung pada ketersediaan pasokan listrik di lapangan.
Secara teknis, katanya, banyak perangkat jaringan yang sudah dipulihkan dan siap beroperasi.
Namun, katanya, site baru dapat hidup sepenuhnya apabila pasokan catu daya memadai.
Saat ini di beberapa titik, pasokan listrik masih belum stabil, sehingga mempengaruhi proses normalisasi layanan. “Kami terus berkoordinasi dengan PLN, pemerintah daerah, dan mitra strategis agar pemulihan bisa dipercepat,” ujar Nugroho. (lis)








