Medan, 22/12 (indonesiaaktual.com) –
Presiden Prabowo Subianto mengaku tidak menyangka banyak ucapan terima kasih yang disampaikan masyarakat terdampak untuk dirinya pascabanjir dan longsor di Pulau Sumatera.
Pernyataan itu disampaikan Presiden usai melihat video penanganan banjir dan longsor Sumatera yang diputar dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
“Video tadi memang saya minta ditayangkan, tapi saya tadi tidak mengerti bahwa terlalu banyak yang mengucapkan terima kasih kepada saya,”ujar Prabowo.
“Tolong disampaikan bahwa itu sesungguhnya bukan hasil saya, itu adalah hasil kerja sama kita semua, terutama mereka-mereka yang di lapangan, mereka yang bekerja keras berminggu-minggu, mereka yang juga mempertaruhkan nyawa, ada juga anggota kita yang kehilangan nyawa dalam rangka membantu rakyat yang terdampak,”katanya.
Oleh karena itu, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran menteri-menteri Kabinet Merah Putih dan pihak yang terlibat dalam penanganan bencana di Sumatera.
Salah seorang korban banjir dan longsor di Kota Sibolga, Ruslan Alamsyah Simatupang , mengatakan peran penting seorang kepada negara sangat dibutuhkan ketika suatu daerah tertimpa musibah.
“Pak Prabowo sigap dan penuh dedikasi turun langsung ke lokasi bencana alam melihat langsung penderitaan rakyatnya serta dalam kebijakkannya beliau langsung memerintahkan bahwa arus bantuan akan dipaksa menembus wilayah-wilayah yang terputus, termasuk distribusi BBM dan pemulihan jaringan listrik ke wilayah terdampak bencana alam seperti Sibolga dan wilayah lainnya,” ujarnya.
Dia menyebutkan, saat ini sudah dimulai pembangunan 200 rumah hunian tetap (huntap) bagi warga korban bencana di Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut).
Pembangunan itu menandai dimulainya relokasi permanen bagi masyarakat terdampak, sekaligus menjadi langkah percepatan pemulihan agar warga tidak lagi bergantung pada hunian sementara.
“Terimakasih Pak Prabowo atas perhatian dan kepedulian terhadap korban bencana di Pulau Sumatera dan semoga semuanya cepat selesai dan pulih kembali kondisi ini,”ujarnya.
Dia menegaskan Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh jajaran pemerintah bekerja cepat dalam penanganan pascabencana. Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan setempat dilibatkan sejak awal untuk memastikan pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Pernyataan Prabowo memperlihatkan kesigapan pemerintah dalam membaca kebutuhan di lapangan secara tepat.
Salah satu relawan Kampus Muhammadiyah Sumatera Utara, Ikhuwana mengatakan, sebagai kepala negara, Prabowo sudah sangat memberikan perhatian khusus bagi korban banjir di Pulau Sumatera.
Beliau (Presiden), tidak bekerja sendiri dimana peran serta seluruh lapisan masyarakat saat ini sangat dibutuhkan para korban banjir.
“Pak Prabowo tidak bisa bekerja sendiri dan sendiri menangggung persoalan bencana di Pulau Sumatera. Pak Prabowo sangat membutuhkan kerja sama semua pihak dalam menanggulangi bencana alam ini karena bencana alam adalah bukan masalah prabowo sendiri , tetapi bagi seluruh masyarakat di Indonesia untuk bersama-sama memulihkan kondisi saat ini membutuhkan waktu yang lama ,”katanya.
Diharapkan para korban banjir bisa sabar dan tabah serta terus berdoa.
Dia menegaskan bahwa Presiden Prabowo sudah bersikap dan melakukan perannya sebagai kepala negara dengan baik dan benar dalam menanggulangi bencana alam yang menimpa Pulau Sumatera.
“Mari kita bersama-sama bergotong royong membangun kembali kerusakan yang disebabkan oleh bencana ini dengan tidak mencari kambing hitam yang terpenting saat ini bagaimana kita bersama pemerintah segera mengatasi situasi saat ini. Bukan mencari kesalahan yang sudah terjadi,”ujarnya.
Jika dilihat dari kunjungan langsung ke lokasi pengungsian warga terdampak bencana di GOR Pandan, Tapanuli Tengah, katanya, kunjungan itu menegaskan keseriusan pemerintah dalam memastikan seluruh proses penanganan bencana berjalan cepat, tepat sasaran, dan penuh kepedulian.
Menurut pengamat Sosial dan Media Massa, Fakhruddin Pohan, pemerintah sudah mengambil langkah-langkah penting dalam penanggulangan bencana alam yaitu koordinasi dan kolaborasi.
Penanggulangan bencana alam memerlukan koordinasi dan kolaborasi yang efektif antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait.
Kemudian peningkatan kesiapsiagaan dimana peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah sangat penting dalam mengurangi risiko dan dampak bencana alam.
Lalu dukungan psikologis.
Dukungan psikologis sangat penting bagi korban bencana, terutama anak-anak.
Termasuk kebutuhan masyarakat korban bencana, dimana bantuan darurat seperti makanan, air, dan tempat tinggal sangat penting bagi korban bencana.
Ditambah dukungan psikologis.
Dukungan psikologis sangat penting bagi korban bencana, terutama anak-anak.
Adapun rehabilitasi dan rekonstruksi seperti infrastruktur sangat penting dalam memulihkan kehidupan masyarakat korban bencana.
Kemudian besarnya peran media massa dengan informasi yang cepat dan tepat.
Media massa memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi yang tepat dan akurat tentang bencana alam.
Lalu peningkatan kesadaran dimana nedia massa dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana alam.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Yayasan Kelompok Kerja Sosial Perkotaan (KKSP) Maman Natawijaya menegaskan, pihaknya mendorong Prabowo Subianto dan seluruh jajaran pemerintah untuk memimpin dengan empati dan keterbukaan, serta berani melihat banjir Sumatera sebagai krisis struktural yang menuntut perubahan lintas sektor, mulai dari tata ruang, pengelolaan lingkungan, hingga kebijakan pembangunan.
Dia menjelaskan, pihaknya menghargai langkah-langkah pemerintah dalam respon banjir, namun situasi di lapangan menunjukkan masih ada kesenjangan yang perlu segera diperbaiki, sekolah, air bersih, sanitasi, hunian, perlengkapan pribadi, akses jalan, ancaman kesehatan malaria,diare,ekonomi dan lainnya.
” Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kami berharap ada keputusan yang lebih cepat dan terukur, terutama untuk pemulihan sekolah, perlindungan anak, kelompok rentan dan dukungan nyata bagi komunitas terdampak “. Kritik ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab bersama agar negara benar-benar hadir dan belajar dari kondisi riil warga,”ujarnya. (lis)










