Medan, 28/1 (indonesiaaktual.com) – Prof Dr Muryanto Amin, dilantik kembali menjadi Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) di Medan, Rabu (28/1/2026).
Prof Muryanto kembali memimpin USU untuk periode 2026–2031, setelah periode sebelumnya dia juga menjabat Rektor USU.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USU, Agus Andrianto di Auditorium USU dan dihadiri berbagai kalangan termasuk Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution.
Muryanto merupakan lulusan FISIP USU .
Dia dilantik berdasarkan Surat Keputusan MWA Nomor 9/UN5.1.MWA/SK/TP.00.00/2025 tertanggal 18 November 2025.
Agus Andrianto dalam sambutannya, mengatakan, pemilihan rektor merupakan bagian dari demokrasi akademik yang sehat. Pemilihan rektor, katanya adalah ruang demokrasi akademik yang wajar menghadirkan dinamika dan perbedaan gagasan, namun semuanya bermuara pada tujuan yang sama yakni membangun USU yang lebih baik.
Agus Andrianto menegaskan, rektor bukan sekadar pemegang mandat administratif, tetapi penjaga marwah akademik dan penentu arah masa depan universitas.
“Hari ini kita tegaskan kembali, tidak ada pihak yang kalah dan tidak ada pihak yang menang, karena yang harus menang adalah USU,” katanya.
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution di acara itu, secara khusus meminta Kementerian melakukan kebijakan relaksasi biaya pendidikan bagi mahasiswa yang terdampak bencana alam.
Menurut Bobby, kebijakan tersebut sangat krusial agar semangat belajar mahasiswa tidak surut akibat kondisi ekonomi pascabencana.
“Mudah-mudahan ini dapat meningkatkan semangat belajar untuk anak kami di Sumut, untuk terus menimba ilmu dan memajukan bangsa negara ini ke depan,”ujarnya.
Bobby berharap Rektor USU mengingat pentingnya integrasi antara dunia akademik dan kebutuhan dunia kerja di Sumut, terutama dalam mendukung sektor hilirisasi.
“Lulusan perguruan tinggi ke depan tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus siap kerja, siap berinovasi, bahkan siap menciptakan lapangan kerja. Kita membutuhkan tenaga ahli untuk mendukung industri pengolahan agar hasil perkebunan kita tidak lagi dijual mentah, tetapi menjadi produk bernilai tambah tinggi,” katanya.
Sementara itu, Wamen PTST Prof Dr Fauzan dalam arahannya memberikan tantangan bagi kepemimpinan USU ke depan.
Dia menegaskan bahwa universitas harus mampu menjadi jawaban atas kegelisahan masyarakat.
“USU tidak bisa hanya dijalankan dengan leadership yang biasa-biasa saja. Gerak langkah tidak boleh sama dengan kemarin, mesti hari ini lebih baik dari kemarin. Kampus harus menjadi ekosistem sosial yang menjawab perkembangan persoalan masyarakat,” ujar Fauzan.
Dalam sambutannya, Muryanto mengaku masa awal kepemimpinannya yang dimulai pada 28 Januari 2021 cukup berat karena pandemi Covid-19. Namun dia mengklaim berhasil meletakkan fondasi menuju universitas kelas dunia.
Dia menyebutkan berbagai capaian pemeringkatan internasional USU, mulai dari QS World University Rankings, THE WUR, hingga THE Impact Rankings.
Jika dianalogikan sebagai balapan mobil, ujarnya, USU telah menyelesaikan lap pertama dari start 2021 hingga finish 2026.
Memasuki periode 2026–2031, USU, tutur dia, akan memasuki “lap kedua” di tengah era hyper competition global.
Menurut dia, diferensiasi lokal harus menjadi kekuatan yang ditampilkan secara global, dengan kerja tim sebagai kunci utama.
“Pada lap ke-2 arena sirkuit berikutnya di tahun 2026–2031, mari kita secara bersama-sama memanfaatkan momentum perubahan dunia ini sebagai kawah candradimuka untuk kita bertransformasi,”ujarnya. (lis)










