Medan, 5/2/2025 (indonesiaaktual.com) – Tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungan Yayasan Pembinaan dan Pelatihan Vokasi Kadin Sumatera Utara (Sumut), diresmikan
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Dr Bima Arya Sugiarto, S.Hum, M.A di Medan, Kamis (5/2/2026).
Tiga SPPG yang diresmikan itu masing – masing SPPG Kecamatan Medan Amplas, SPPG Limau Mungkur, Kota Binjai, dan SPPG Aek Buaton di Kabupaten Padang Lawas (Palas).
“Apresiasi untuk Kadin Sumut yang ikut berperan mengembangkan SPPG untuk mendukung MBG (Makanan Bergizi Gratis) yang merupakan program pemerintah,” ujar Bima Arya Sugiarto usai meresmikan tiga SPPG itu di SPPG Amplas Medan, Jalan Garu I nomor 21 Medan.
Wamendagri Bima Arya Sugiarto menyebutkan, dengan terbentuk SPPG, maka penerima manfaat MBG bisa terus bertambah.
Apalagi, katanya, pada tahun 2026, dari target awal sebanyak 60 juta orang menjadi 80 juta orang penerima.
“Kalau bisa target tersebut bisa tercapai lebih cepat, maka semakin baik,” ujar Wamendagri.
Program MBG, bukan hanya mensejahterakan, menyehatkan warga, tetapi juga menggerakkan perekonomian.
“Makanya perlu dikuatkan ekosistemnya sehingga semua bergerak bersamaan, ” katanya.

Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa program MBG harus memberi dampak ganda, tidak hanya pada aspek kesehatan, tetapi juga perekonomian daerah.
“Program MBG ini jangan hanya dipandang sebagai program sosial, tetapi harus menjadi penggerak ekonomi lokal. SPPG harus melibatkan UMKM, petani, serta tenaga kerja setempat agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Bima Arya.
Dia menegaskan, keberhasilan program MBG sangat ditentukan oleh kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga dunia usaha.
Ketua Satgas MBG Kadin Indonesia Chandra Tirta Wijaya mengatakan, Kadin Indonesia secara konsisten mendorong peran aktif pengusaha daerah dalam menyukseskan program MBG melalui pendirian dapur-dapur SPPG yang profesional dan berkelanjutan.
Kadin Indonesia, katanya, melihat MBG sebagai peluang strategis untuk membangun ekosistem usaha baru.
SPPG, tegasnya, bukan hanya dapur produksi, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi yang membuka lapangan kerja dan meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal.
Menurut dia, kolaborasi Kadin Indonesia dengan Kadin Sumut menjadi contoh konkret sinergi dunia usaha dalam mendukung program pemerintah.
Dia berharap, model SPPG di Sumut dapat direplikasi di daerah lain.
Chandra Tirta Wijaya menyebutkan, dengan adanya Program MBG, sudah merekrut 1,1 juta pekerja dari 22ribuan dapur SPPG.
Kalau SPPG terus berkembang, maka jumlah pekerja yang direkrut akan semakin banyak sehingga menekan angka pengangguran.
Ketua Umum Kadin Sumatera Utara Firsal Dida Mutyara mengatakan bahwa peresmian tiga SPPG tersebut menjadi bukti komitmen Kadin Sumut dalam mendukung program MBG sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
“SPPG yang diresmikan hari ini bukan sekadar tempat produksi makanan bergizi, tetapi simbol kekuatan ekonomi masyarakat berbasis kewirausahaan dan inovasi,” ujarnya.
Dida panggilan akrab Firsal mengatakan, dapur MBG diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan ekonomi, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta menciptakan lapangan kerja baru.
Dia juga mengapresiasi kerja keras seluruh tim MBG yang telah berkontribusi mewujudkan program tersebut.
“Kadin berharap MBG terus berkembang dan menjadi salah satu ikon program terbaik di Indonesia yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan peresmian tiga SPPG ini, program MBG dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk berani mewujudkan bisnis dalam bidang tersebut.
Hadir di acara itu Desi Arianti, Wakil Satgas, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan Wilayah Sumut Donald Simanjuntak, Kepala SPPG Medan Amplas Qory, termasuk Ketua Halal Sumut Sugianto. (lis)









