Medan, 8/4 (indonesiaaktual.com) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat sebanyak 36.714 pelanggan sudah menggunakan layanan face recognition boarding gate selama periode triwulan I 2026. “Teknologi pengenalan wajah itu menjadi solusi digital untuk mempercepat mobilitas pelanggan di stasiun, ” ujar Pelaksana Tugas Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo di Medan, Rabu (8/4/2026).
Dia menjelaskan layanan itu bertujuan mempermudah proses keberangkatan. “Pelanggan kini tidak perlu lagi menunjukkan tiket fisik maupun kartu identitas (KTP) saat memasuki area peron,” katanya.
Melalui sistem face recognition, ujar dia, pelanggan cukup melakukan pemindaian wajah di boarding gate. Proses verifikasi tiket dilakukan secara otomatis dan jauh lebih cepat dibandingkan metode manual.
Data KAI menunjukkan rekor penggunaan harian tertinggi terjadi pada Minggu, 15 Maret 2026 yang bertepatan dengan H-7 Idulfitri 1447 Hijriah.
Pada hari tersebut, tercatat sebanyak 1.010 pelanggan menggunakan fasilitas tersebut.
Anwar menambahkan bahwa tren registrasi wajah juga terus meningkat.
Sejak tahun 2024 hingga 2026, tercatat sebanyak 242.778 pelanggan telah mendaftarkan data biometrik mereka ke dalam sistem KAI.
Bagi pelanggan yang ingin memanfaatkan layanan ini, pendaftaran dapat dilakukan secara mandiri melalui aplikasi Access by KAI.
Selain itu, pendaftaran langsung juga tersedia di Stasiun Medan melalui perangkat registrasi khusus.
“Pendaftaran cukup dilakukan sekali dan berlaku seumur hidup. Setelah terdaftar, pelanggan dapat menggunakan fasilitas itu di seluruh stasiun KAI yang telah menerapkan sistem face recognition boarding gate,” ujarnya.
Terkait keamanan data, KAI Divre I Sumatera Utara menegaskan bahwa sistem itu telah memenuhi standar internasional ISO 27001 tentang manajemen keamanan informasi. Seluruh data biometrik pelanggan dikelola secara terenkripsi dan terintegrasi dengan data kependudukan dari Dukcapil.
Anwar menjamin bahwa data diri hanya akan digunakan saat proses boarding.
Guna melindungi privasi, sistem memiliki fitur penghapusan otomatis.
“Jika dalam waktu satu tahun fitur pengenalan wajah tidak digunakan, maka seluruh data biometrik pelanggan akan terhapus secara otomatis di sistem. Pelanggan juga memiliki opsi untuk mengajukan penghapusan data secara manual jika diinginkan,” ujar Anwar.
Selain efisiensi waktu, penerapan teknologi itu merupakan bagian dari komitmen KAI terhadap transportasi berkelanjutan (green transportation).
Dengan beralih ke digital, penggunaan kertas untuk tiket fisik dapat ditekan secara signifikan.
“Inovasi ini merupakan langkah KAI Divre I Sumatera Utara dalam mengurangi penggunaan kertas yang berdampak pada pengurangan kebutuhan bahan baku kertas. Kami ingin menghadirkan perjalanan yang tidak hanya praktis dan efisien, tetapi juga lebih ramah lingkungan,”ujar Anwar. (lis)









