Medan, 31/7 (indonesiaaktual.com) – Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026 di Tiara Convention Center Medan menargetkan nilai transaksi sebesar Rp1,5 – Rp2 miliar selama penyelenggaraan kegiatan itu pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Sebanyak 54 peserta ikut di acara yang cukup diminati masyarakat seperti yang terjadi di Surabaya.
“Pameran yang mempertemukan petani, pelaku UMKM, roaster, barista, pelaku usaha, hingga pembeli dari dalam dan luar negeri itu menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kopi nasional sekaligus mendorong Sumatera Utara menjadi salah satu pusat pengembangan industri kopi Indonesia,”ujar
Direktur Dyandra Promosindo, Michael Bayu Sumarijanto di Medan, Jumat (31/7).
ICX diselenggarakan Dyandra Promosindo bersama Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) serta didukung PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Mengusung tema “Brewing Business, Shaping Lifestyle, and Coffee Excellence”, ICX Medan menjadi wadah kolaborasi bagi seluruh pelaku industri kopi dari hulu hingga hilir.
Michael Bayu Sumarijanto, mengatakan Indonesia membutuhkan wadah yang mampu menyatukan seluruh pelaku industri kopi agar mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing kopi Indonesia di pasar global. .
“Kami menargetkan bisa meraih transaksi Rp1,5 miliar – Rp2 miliar selama acara itu dengan jumlah pengunjung sekitar 7.500 orang,” ujarnya.
.Menurut Michael, Indonesia memiliki potensi besar sebagai salah satu penghasil kopi terbaik dunia.
Bahkan, sejumlah kopi asal Indonesia kini mulai mendapat pengakuan di pasar internasional dan mampu bersaing dengan kopi premium dari berbagai negara.
“Kalau kita bisa berkolaborasi dari seluruh stakeholder, saya yakin kopi Indonesia bisa semakin dikenal di dunia,”ujarnya.
Michael menyebutkan, kopi premium dari Kolombia, Honduras, hingga Panama memiliki nilai jual yang sangat tinggi, bahkan mencapai 30.000 dolar AS per kilogram karena kualitas dan kelangkaannya.
Menurut dia, peluang serupa juga dimiliki Indonesia, termasuk Sumatera Utara yang telah menghasilkan kopi spesialti berkualitas.
“Penguatan ekosistem kopi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari petani, roaster, pelaku kafe, pemerintah, hingga penyelenggara pameran agar mampu meningkatkan nilai ekonomi kopi Indonesia, ujarnya.
Sementara itu, Asisten Deputi Perluasan Pasar Usaha Menengah Kementerian UMKM RI, Harun Adama Sume, menilai Sumatera Utara memiliki potensi besar menjadi pusat pengembangan industri kopi nasional.
Selain dikenal sebagai daerah penghasil kopi berkualitas, budaya minum kopi yang kuat di tengah masyarakat menjadi modal penting bagi pertumbuhan usaha kopi dari hulu hingga hilir.
Harun mengatakan, pemerintah terus memperkuat ekosistem kopi melalui pembinaan dan pendampingan UMKM, akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), fasilitasi sertifikasi usaha, hingga perluasan akses pemasaran ke pasar nasional maupun internasional.
Dia mengungkapkan permintaan kopi Indonesia, baik arabika maupun robusta, terus meningkat.
Negara-negara seperti Australia, Malaysia, hingga Tiongkok menunjukkan minat yang tinggi terhadap kopi Indonesia.
Selain itu, peluang pasar di Eropa juga terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pelaku usaha kuliner Indonesia di luar negeri terhadap pasokan kopi berkualitas dari Indonesia.
“Kami akan terus mendorong para pelaku UMKM kopi agar mampu memperluas pasar hingga ke tingkat global. Potensinya sangat besar dan harus dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing serta kesejahteraan para pelaku usaha,” ujar Harun.
Selain menjadi ajang promosi dan transaksi, ICX 2026 menghadirkan berbagai kegiatan seperti coffee cupping, kompetisi Brewers Championship Regional, pameran produk kopi, serta melibatkan 11 petani kopi yang memasarkan produknya secara langsung.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama di pasar specialty coffee dunia,”ujarnya.
SEVP Digital Business PT BTN Thomas Wahyudi mengatakan, penguatan industri kopi perlu diimbangi dengan sistem keuangan yang mampu mempercepat transformasi digital UMKM.
Menurut dia, dukungan terhadap ekosistem digital menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha.
“Pertumbuhan industri kopi perlu didukung oleh ekosistem yang semakin kuat, termasuk dari sisi layanan keuangan dan transaksi digital, “” ujarnya.
Kehadiran BTN di ICX menjadi bagian dari upaya mendukung digitalisasi transaksi sekaligus memperkuat daya saing UMKM.
BTN komitmen mendukung perkembangan UMKM untuk mendorong perekonomian Indonesia. (lis)






