Medan, 30/7 (indonesiaaktual.com) –
PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) Didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun)
Kementerian Pertanian melatih petani sawit Labuhanbatu Sumut.
Pelatihan yang digelar di salah satu hotel ternama di Medan pada 28 Juli hingga 1 Agustus 2025 diikuti 96 petani sawit .
Pelatihan terbagi menjadi dua jenis pelatihan yaitu Teknis Budidaya Kelapa Sawit (2 kelas diikuti 65 orang).
Kemudian Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit (1 kelas diikuti 31 orang).
“Pelatihan tersebut merupakan opp Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) 2025, salah satu program dari BPDP, ” ujar Senior Executive Vice President (SEVP) Operation 1, PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Dr. Tjahjono Herawan di Medan, Rabu (30/7/2025).
Dia mengatalan, pelatihan yang terselenggara atas kerja sama PT RPN, BPDP dan Ditjebun bertujuan untuk meningkatkan kompetensi petani sawit.
“Adapun tujuan dari pelatihan petani sawit program pengembangan SDM PKS, yaitu untuk kelas pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam aspek persiapan bahan tanam, pengelolaan lahan, teknik penanaman, pemeliharaan tanaman, serta pengendalian OPT,” katanya.
Dia.mengatakan itu saat menyampaikan sambutan Acara Pembukaan Pelatihan Petani Sawit di Medan, pada Senin (28/7/ 2025).
Dengan begitu, ujar dia, peserta diharapkan mampu menerapkan praktik budidaya kelapa sawit yang baik dan berkelanjutan di lapangan.
Ada pun untuk kelas pelatihan Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit, peserta diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan mengenai dasar-dasar dan alat pemetaan lahan, meningkatkan keterampilan dalam pelacakan lahan, pengolahan data, serta penyusunan dan pencetakan peta, dan menerapkan kemampuan pemetaan dalam pengelolaan kebun secara efektif dan akurat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, peserta di Kelas Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit mendapat materi yang mencakup regulasi dan kebijakan usaha perkebunan kelapa sawit, pemilihan bahan tanam, persiapan lahan, teknik penanaman, pemeliharaan tanaman, serta pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang meliputi hama, penyakit, dan gulma.
Sementara, materi-materi di kelas pelatihan Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit meliputi regulasi dan kebijakan usaha perkebunan kelapa sawit, dasar-dasar pemetaan lahan, pengenalan dan penggunaan alat pemetaan, pelacakan lahan, serta sensus tanaman; pembuatan polygon dan peta kebun, pengolahan data dan analisis hasil pengukuran, serta penyajian dan pencetakan peta.
Peserta tidak hanya mendapatkan materi yang disampaikan praktisi kebun saat di dalam kelas, melainkan mendapat kesempatan untuk kunjungan lapangan.
Akelas Budidaya Kelapa Sawit akan melakukan kunjungan pada Kamis (31 Juli 2025) ke Aek Pancur (PPKS), Kabupetan Deli Serdang.
Sedangkan untuk Kelas Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit, terjadwal kunjungan lapangan pada Rabu (30 Juli 2025), di lokasi yang sama.
Dalam pelaksanaannya, PT RPN melibatkan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) yang telah memainkan peran penting dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) di sektor perkebunan kelapa sawit.
“Sebagai perusahaan penelitian, PT RPN melalui PPKS berdedikasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas bagi para pekebun kelapa sawit. Inovasi-inovasi terbaru dalam budidaya kelapa sawit sawit disampaikan dalam pelatihan ini untuk memberikan wawasan terkini tentang praktik terbaik dalam budidaya Perkebunan kelapa sawit serta pemetaan untuk lokasi perkebunan kelapa sawit,” ujar Dr Tjahjono.
Pembukaan pelatihan dihadiri Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara M Zakir Syarif Daulay, S. Hut, MM; Ketua Tim Kerja Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian, Dr. M. Apuk Ismane dan perwakilan dari PT RPN dan narasumber.
Selain itu, hadir pula Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Ditjebun Kementerian Pertanian, Ir. Baginda Siagian, M.Si, yang secara resmi membuka Pelatihan Petani Sawit Program Pengembangan SDM PKS 2025 yang diselenggarakan PT RPN itu.
Kehadiran itu mencerminkan dukungan penuh terhadap pengembangan sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit dari berbagai pihak, untuk keberlanjutan industri sawit.
Terutama dukungan kepada petani sawit yang menjadi bagian dari ekosistem industri sawit di Indonesia. (lis)










