Medan, 9/8 (indonesiaaktual.com) – PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) kembali memberi pelatihan ke petani sawit . “Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) 2025 diikuti peserta dari Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara,” ujar Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) – PT RPN, Dr. Winarna di Medan, Selasa (5 /8/2025).
Ada dua jenis pelatihan yang diberikan yakni Teknis Budidaya Kelapa Sawit yang diikuti 63 orang (2 kelas). Serta Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Sawit diikuti 30 orang (1 kelas). Pelatihan itu diadakan selama lima hari (4 – 8 Agustus 2025) di salah satu hotel ternama di Medan, Sumatera Utara.
Seperti diketahui, pelatihan petani sawit merupakan implementasi salah satu program pengembangan sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit (SDM PKS) dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang dilaksanakan oleh PT RPN sebagai lembaga pelatihan, dengan dukungan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Kementerian Pertanian.
Dr Winarna menyebutkan, pihaknya sudah sekian kali menyelenggarakan pelatihan petani sawit dengan berbagai modul pelatihan.
“Khusus untuk pelatihan ini ada dua jenis pelatihan (teknis budidaya dan teknis pemetaan kebun) yang diikuti peserta dari Kabupaten Labuhanbatu Selatan,”ujarnya. Winarna menjelaskan, ,pelatihan itu adalah langkah awal untuk perbaikan dari sisi kultur teknis dan legalitas lahan.
“Maka, kami berharap melalui pelatihan dua jenis pelatihan ini (teknis budidaya dan pemetaan lokasi kebun) dapat mendorong perbaikan dari sisi kultur teknis untuk meningkatkan produktivitas dan memperbaiki legalitas lahan kebun-kebun sawit yang dikelola petani,”katanya.
Mudah-mudahan, ujar dia, materi yang disampaikan seluruh narasumber bisa tersampaikan dengan baik sehingga dapat dipraktikkan dan disampaikan ke petani sawit lainnya yang ada di wilayah masing-masing.
Pada pelatihan itu, peserta di kelas pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit mendapat beragam materi yang mencakup tentang regulasi dan kebijakan usaha perkebunan kelapa sawit, pemilihan bahan tanam, persiapan lahan, teknik penanaman, pemeliharaan tanaman, serta pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang meliputi hama, penyakit, dan gulma. Pelatihan itu tidak hanya penyampaikan materi melainkan akan ada kunjungan lapangan.
Sementara, untuk kelas Teknis Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit, peserta mendapatkan materi meliputi regulasi dan kebijakan usaha perkebunan kelapa sawit, dasar-dasar pemetaan lahan, pengenalan dan penggunaan alat pemetaan, pelacakan lahan, serta sensus tanaman, pembuatan polygon dan peta kebun, pengolahan data dan analisis hasil pengukuran, serta penyajian dan pencetakan peta.
Untuk menambah wawasan dan pengetahuan, peserta tidak hanya mendapat materi di kelas melainkan berkesempatan kunjungan lapangan (kebun riset) yang dikekola PT RPN.
Untuk kelas teknis budidaya mengunjungi kebun Aek Pancur (PPKS), di Kabupaten Deliserdang sedangkan kelas pemetaan ke kebun Marihat di Kabupaten Simalungun.
Ketua Tim Permberdayaan dan Peningkatan Kapabilitas Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma – Kementerian Pertanian, Tulus Tri Margono, SP., MP, mengatakan, pelatihan itu sebagai upaya meningkatkan kompetensi para petani atau pekebun sawit, yang pada pelaksanaannya Ditjenbun bekerjasama dengan BPDP dan lembaga pelatihan, salah satunya RPN sebagai penyelenggara pelatihan.
“Harapannya melalui dua pelatihan tersebut, para petani atau pekebun dari Kabupaten Labuhanbatu Selatan dapat mengaplikasi ilmunya di kebun masing-masing. Dan, menyebarkan atau menyampaikanya ke petani atau pekebun sawit lainnya,”katanya.
Pelaksanaan pelatihan petani sawit yang diselenggarakan PT RPN disambut positif oleh pemerintah pemerintah kabupaten Labuhanbatu Selatan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kabupaten Labuhanbatu Selatan Azaman, ST.MM mengatakan, pelatihan itu menjadi kesempatan yang baik untuk pembelajaran bagi para petani atau pekebun sawit dari Labuhanbatu Selatan.
Alasannya, ilmu yang didapat, bisa untuk mengoptimalkan potensi perkebunan sawit yang ada di Labuhanbatu Selatan.
“Untuk itu, kami berharap kepada para peserta yang mengikuti pelatihan dapat mengikuti dengan baik. Manfaatkan kesempatan ini dengan baik karena sudah difasilitasi tanpa dipungut biaya. Setelah pelatihan ini ada ilmu yang diperoleh dan bisa dipraktikkan,”ujarnya.
Setelah pelatihan, katanya, akan dibuatkan demplot di masing-masing kecamatan agar peserta mengimplementasikan ilmu yang didapat selama pelatihan.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara, Zakir Syarif Daulay, S.Hut,MM, menambahkan apapun kegiatan yang diselenggarakan pemerintah adalah untuk peningkatan kesejahteraan. Salah satunya dengan cara menimba ilmu melalui kegiatan pelatihan. (lis)









