Medan, 5/12 (indonesiaaktual.com) –
Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyalurkan bantuan bagi pegawai Karantina serta masyarakat yang terdampak banjir dan longsor.
“Aksi ini sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap korban bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera,” ujar Kepala Barantin, Sahat Manaor Panggabean di Medan, akhir pekan.
Aksi kemanusiaan itu menjadi bukti nyata kehadiran Barantin di tengah situasi darurat yang menimbulkan kerugian materiil, kerusakan fasilitas, hingga tekanan psikologis bagi warga.
Bencana yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, katanya, tercatat berdampak pada 204 pegawai Karantina di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Para karyawan mengalami berbagai kondisi, mulai dari longsor, rumah terendam hingga kehilangan barang berharga.
Sahat Manaor Panggabean, didampingi Kepala Karantina Sumatera Utara, N. Prayatno Ginting, menyerahkan langsung bantuan senilai Rp176 juta kepada 94 pegawai Karantina Sumatera Utara yang terdampak, termasuk pegawai purnabakti.
Bantuan tersebut mencakup sembako, pakaian, selimut, susu, popok bayi, dan kebutuhan dasar lainnya.
Kehadiran Kepala Barantin menjadi simbol komitmen dalam memastikan pegawai tetap mendapatkan dukungan penuh di tengah bencana.
Bantuan itu merupakan wujud solidaritas dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Karantina di seluruh Indonesia, terutama UPT yang berada di sekitar wilayah bencana sehingga dapat segera mengirimkan bantuan awal secara cepat dan tepat sasaran. Semua bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Barantin kepada pegawai di Kantor Induk Karantina Sumatera Utara.
Kegiatan itu disaksikan pegawai dari UPT seluruh Indonesia, baik melalui kehadiran langsung maupun secara daring sebagai bentuk dukungan moral dan solidaritas antarsesama insan Karantina.
Sahat Manaor Panggabean
menghimbau agar seluruh UPT terus memperkuat solidaritas dan kesiapsiagaan, termasuk pengiriman personel Karantina yang memiliki kemampuan penyelamatan (rescue) untuk membantu wilayah yang membutuhkan.
Dalam sambutannya, Sahat Manaor Panggabean menegaskan, pentingnya menjaga solidaritas dan keberlanjutan layanan publik di tengah situasi sulit.
“Kita bersyukur 204 pegawai Karantina yang terdampak di Sumut, Sumbar, dan Aceh dalam keadaan selamat. Terima kasih kepada seluruh UPT se-Indonesia, khususnya UPT terdekat dari wilayah bencana yang sigap mengirimkan bantuan, dan saya berharap seluruh pegawai Karantina di seluruh Indonesia untuk terus menjaga rasa empati dan kebersamaan, karena kekuatan kita ada pada solidaritas,”ujarnya
Sahat mengatakan, meski bencana melanda, pelayanan Karantina kepada masyarakat tetap harus hadir tanpa kompromi.
“Di tengah situasi apa pun, termasuk saat bencana, tugas kita melindungi sumber daya alam hayati bangsa tidak boleh berhenti.
Pelayanan Karantina harus tetap berjalan dengan integritas dan kesiapsiagaan penuh,” ujar Sahat.
Setelah penyerahan bantuan, Kepala Barantin melakukan peninjauan langsung ke lokasi banjir di Martubung, Medan, untuk melihat kondisi pegawai dan memastikan kebutuhan mereka terpenuhi. Barantin memastikan bahwa dukungan kemanusiaan akan terus berlanjut hingga seluruh pegawai dan masyarakat dapat pulih sepenuhnya. (lis)








